Hello, Mr Mafia!

Hello, Mr Mafia!
S2: Menguak Fakta (part 2)


__ADS_3

Tangan berjari-jari mungil milik Stella terus mengetuk-ngetuk meja komputer, sedang tangan satunya memainkan bibir ranum tipis sambil berkelana di dalam pikirannya. Masih ada beberapa file yang belum dia buka. Dan entah mengapa, Stella merasa takut sekali dan amat berat untuk membukanya.


Beribu-ribu pertanyaan terus muncul di dalam benaknya. Stella berkecamuk, berpikir dan mencoba menerka-nerka file pertama yang dia buka. Baru saja, dia diam-diam menghubungi Chris menanyakan perihal file tersebut, apakah dia mengetahui atau tidak?


Chris hanya diam seribu bahasa, membuat Stella semakin berkecamuk tak menentu. Dirinya terus mencecar pertanyaan kepada Chris, berharap jika lelaki itu mengetahui sesuatu dan mau berkata jujur kepadanya.


Namun sial seribu sial, Chris tak bicara apapun selain kata 'aku tidak tau.' Sialan!.


Lama Stella berpikir, membuat sebuah daftar jawaban tentang isi file pertama di dalam otaknya hingga dia berusaha menguatkan diri dan membuka file yang ke dua.


Kali ini file tersebut di tulis dalam bahasa Yunani. Stella beruntung karena sewaktu kuliah dulu, Judika pernah salah membelikannya kamus. Seharusnya yang Judika belikan untuk Stella adalah kamus bahasa Inggris, tapi karena waktu itu lelaki itu sedang buru-buru karena di kejar salah satu mantannya alhasil Judika salah mengambil kamus. Bukan kamus Inggris melainkan Yunani.


Dulu, Stella amat marah sekali kepada Judika. Karena untuk membeli kamus tebal dengan halaman kurang lebih 600 halaman, dirinya harus menyisihkan sebagai dari gajinya kurang lebih tiga bulan.


Namun karena kamus itu tak dapat di kembalikan, alhasil Stella membaca kamus itu dan mulai mempelajari bahasa Yunani. Meskipun tidak lancar paling tidak, dirinya mengerti sedikit-sedikit bahasa dari tempat para dewa tinggal.


"Ok, mari kita pecahkan teka-teki satu ini."


Di kliknya file dengan baca O spoudaios yang langsung muncul sebuah halaman baru yang berisikan lima berkas atau dokumen. Stella mendegus karena kali ini kelima dokumen itu yang di beri kata sandi. Hal itu membuatnya harus kembali menghubungi Chris untuk menanyai apa kata sandi dari kelima dokumen itu.


Namun, saat dirinya hendak melakukan panggilan telpon tiba-tiba sebuah video tanpa sengaja terputar di komputernya. Sebuah video yang berisikan rekaman lama. Rekaman dengan kualitas gambar sangat rendah dan warna yang begitu gelap.


Stella tercengang, dengan gerak patah-patah dia mematikan panggilan yang bahkan belum terhubung ke Chris. Dia kembali memposisikan diri menekuri video yang memperlihatkan sebuah ruangan serba putih dengan seorang gadis belia sedang duduk di tengah ruangan dengan pakaian serba putih kusam.


Tak lama suara pintu besi di belakang gadis belia itu terbuka, menampilkan sesosok wanita paruh baya berkaca mata hitam yang menarik kursi di sudut ruangan dan meletakkan tepat di depan gadis belia itu sembari satu tangannya memegang papan kertas berwarna hitam.

__ADS_1


"Keira?" Wanita paruh baya itu membuka kacamatanya. Namun, sialnya Stella tak mampu mengenali wajah wanita paruh baya itu dikarenakan posisi duduk sang wanita paruh baya yang membelakangi kamera.


Si pemilik nama mengangkat kepalanya, menatap sekilas kepada wanita paruh baya bersuara berat di hadapannya dan kembali membuang pandangan.


"Keira, aku akan membebaskan mu tapi tolong bantu aku. Katakan di mana keberadaan kakak mu? Aku berjanji akan melepaskan mu dari rasa sakit ini jika kau memberitahukan ku di mana keberadaan kakak mu."


Gadis berambut panjang kusut tertawa, "Sekalipun Ku mati, tidak akan pernah ku katakan dimana keberadaan kakakku."


Sambil menghela napas berat, paruh baya itu meletakkan papan kertas di pangkuannya, termangu menatap nanar kepada gadis di depannya cukup lama sebelum kemudian dia kembali berkata


"Kalau begitu kau akan menjadi Submission kami," tukas wanita paruh baya sebelum kemudian bangkit dari duduknya, memakai kembali kacamata hitamnya dan beranjak pergi dari ruangan tersebut.


Tak selang beberapa lama, dua orang lelaki berbadan kekar masuk ke dalam. Menyeret dengan kasar tubuh gadis yang wajahnya yabg menyiratkan ketakutan, kesakitan, juga kepelikan. Gadis itu mencoba meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dari dua lelaki besar yang mengangkatnya bak mengangkat selembar kapas.


Mata Stella terpejam, menyudahi menonton video yang kembali membuat otaknya berputar. Pening kembali melanda otaknya. Dirinya bagai merasakan sebuah benda tak kasat mata baru saja menghantam kepalanya. Sangat keras, hingga menimbulkan bunyi 'nging' di kedua cuping telinga.


Jujur saja bukan nama gadis itu yang mengganggu otak Stella, tapi justru wajah gadis dalam video dan foto itu amat tak asing untuknya. Seperti, Stella pernah bertemu dengannya. Tapi entah di mana.


Sampai tiba-tiba matanya terbuka dan membulat sempurna. Stella duduk dalam keadaan tegap terkejut.


"Tidak mungkin salah satu pelayan yang tadi sore ku lihat adalah Keira, kan?"


****


Tok... Tok... Tok

__ADS_1


"Masuk."


Pintu ruangan kerja Reza yang letaknya ada di lantai satu rumah Jones terbuka menampilkan sosok Mrs.Wheels di baliknya. Perlahan, wanita paruh baya berumur setengah abad itu masuk, menutup kembali pintu dan berjalan menghampiri Reza yang tengah tepekur dengan pekerjaannya.


"Kau memanggilku?" Mrs. Wheels berdiri di depan meja Reza, dengan kedua tangan saling bertautan di belakang punggung.


Sejenak, Reza menghentikan aktivitasnya. Menutup laptop yang begitu setia menemani dia bekerja, dan bangkit dari duduknya.


"Apa gadis itu masih hidup?"


Tak mengerti maksud ucapan Reza, alis Mrs. Wheels naik turun mencoba menerka-nerka siapa yang di maksud.


"Gadis? Who?"


"Keira. Apa dia masih di sini? Atau sudah Jones lempar menjadi santapan peliharaannya?"


Kini, Mrs. Wheels mengerti siapa gadis yang di maksud oleh Reza. Gadis yang tiga tahun silam di culik Jones dari kakak perempuannya bernama Anne. Mrs. Wheels mengetahui gadis itu adalah salah satu anak musuh dari Oxley General, yang di culik untuk menebus dosa kedua orangtuanya yang telah bermain api dengan Oxley General. Sama dengan gadis lainnya yang di culik, otak Keira sudah di blender terlebih dahulu, di sterilkan untuk menjaga keamanan dan menutupi kebusukan dari Oxley General sendiri.


"Gadis itu masih ada di sini. Bukankah sore tadi kau bertemu dengannya? Saat Jones memperkenalkan para pelayan kepada, Stella."


"Bagus. Aku ingin kau berbuat sesuatu kepada ku."


"Apa?" Kening Mrs. Wheels terangkat, antara penasaran juga sangat bersemangat Mrs. Wheels mendongakkan kepala mendekati Reza, ketika Reza menjentikkan tangannya.


"Apa yang kau inginkan?" Bisiknya di telinga Reza.

__ADS_1


"Buang gadis itu ke jalan. Buat seakan-akan, Stella menemukannya. Dengan ini kita dapat menemukan Anne, tanpa membuat Stella curiga dengan apa yang selama ini kita tutupi."


TO BE CONTINUE...


__ADS_2