Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 100


__ADS_3

Setelah kepulangan istrinya mandor kuli bangunan itu, Kirana dan Dokter Perdi berbagi tugas. Dokter Perdi bertugas menempelkan kaligrafi yang mereka bawa tadi di dinding bagian ruang keluarga dan ruang tamu, kalo Kirana mulai mengeluarkan semua pakaian yang di dalam koper. Kemudian disusunnya dilemari yang terbuat dari bahan jati, hingga pakaian miliknya dan pakaian milik sang suami tersusun rapi didalam lemari jati itu.


Tok...tok...tok


Bunyi ketukan pintu dari luar, Dokter Perdi yang kebetulan berada diruang tamu jadi mendengar bunyi ketukan pintu itu. Segera dirinya melangkahkan kaki menuju pintu depan, lalu dibukanya pintu tersebut.


Ternyata karyawan dealer motor yang datang mengantarkan sepeda motor yang mereka beli tadi, setelah tanda tangan penerimaan barang karyawan dealer itu pun pamit pulang. Dokter Perdi menutup kembali pintu depan, kemudian berjalan ke arah kamar utama ingin menemui sang istri.


Dokter Perdi duduk di ujung ranjang tempat tidur mereka sembari menunggu sang istri menyelesaikan pekerjaan, Kirana yang baru selesai dengan pekerjaan pun menghampiri sang suami. Dokter Perdi memberikan surat-surat sepeda motor serta kunci sepeda motor yang mereka beli tadi kepada sang istri, Kirana menerima semua surat-surat itu serta kunci sepeda motor dan diletakannya kedalam laci yang ada dilemari pakaian.


Jam sudah menunjukan pukul 11 lewat, mereka berdua kebetulan belum masak buat makan siang ini memutuskan untuk makan diluar. Selesai semua pekerjaan mereka, mereka berdua pun keluar dari rumah baru mereka itu dan tak lupa menutup serta mengunci pintu sebelum pergi.


Kini Kirana dan Dokter Perdi sudah berada didalam mobil, mobil pun mulai dilajukan Dokter Perdi dengan kecepatan sedang. Kirana meminta dengan sang suami untuk makan direstoran tempat dirinya bekerja dulu, Dokter Perdi pun setuju dengan permintaan sang istri. Tak butuh waktu lama mobil kini sudah memasuki area parkiran restoran tempat Kirana bekerja dulu karena ini waktunya makan siang area parkiran sangat penuh dengan mobil para pengunjung, mobil Dokter Perdi terpaksa parkir agak jauh.


Kirana dan Dokter Perdi membuka pintu mobil kemudian mereka berdua keluar dari mobil dan melangkahkan kaki masuk restoran itu, Kirana dan Dokter Perdi mencari kursi kosong didalam restoran namun semuanya penuh hanya kursi di teras depan yang kosong, mereka berdua pun terpaksa memilih kursi itu dari pada tidak ada sama sekali.


Kirana dan Dokter Perdi segera duduk dikursi yang ada diteras depan kemudian Kirana kembali masuk restoran dan mulai memesan makanan dengan kasir, setelah itu dirinya kembali duduk didekat sang suami.


Mita yang kebetulan melihat Kirana dan Dokter Perdi duduk diluar serta pesanan mereka udah jadi, memilih untuk mengantarkan pesanan Kirana dan Dokter Perdi karena inilah momen yang ditunggu-tunggunya selama ini. Mita berjalan mendekati Kirana dan Dokter Perdi dengan senyuman licik, entah apa niat Mita sekarang.


"Ini makanannya Pak Dokter yang ganteng" kata Mita sembari meletakan makanan itu diatas meja


Dokter Perdi hanya tersenyum menanggapi perkataan Mita barusan, sedangkan Kirana menatapnya dengan tatapan tajam seperti ingin menelan Mita hidup-hidup.


"Selamat menikmati ya Pak Dokter" kata Mita lagi sembari mengedipkan mata


"Iya terima kasih" jawab Dokter Perdi


Kirana masih menatap Mita dengan tatapan tidak suka, ingin rasanya dirinya menghajar Mita saat ini juga tetapi dirinya tetap harus menjaga image disini karena takut ada yang kenal dengan sang suami disini bisa-bisa buat malu jika dirinya gegabah.


Mita berlalu dari sepasang suami istri itu, dirinya bisa melihat bahwa Kirana sangat kesal dengan perlakuannya tadi terhadap suaminya Kirana. Mita tersenyum licik niatnya tadi sudah lancar, nanti akan terus dipepetnya suaminya Kirana. Dirinya baru sekarang melihat suaminya Kirana, jika dilihat dari dekat memang sangat tampan dan gagah. Siapapun melihatnya pasti langsung tergoda, Mita terus membayangkan jika dirinya yang jadi istri seorang dokter itu akan sangat bahagia hidupnya sekarang.

__ADS_1


"Ehh, Mita senyam senyum nanti ke sambet baru tau rasa lo" kata Yeyen menepuk pundak Mita


"Apaan sih, orang lagi ngebayangin jadi istri laki-laki yang kaya raya" jawab Mita kesal karena lamunannya buyar


"Ehh mimpi itu jangan disiang bolong" kata Yeyen berlalu dari Mita


Mita tak menanggapi perkataan Yeyen karena dirinya memang berharap bisa mengantikan posisi Kirana sekarang, dirinya berpikir wajahnya juga tidak jelek so pasti bisa merebut posisi Kirana sekarang.


Kirana dan Dokter Perdi telah selesai makan, semenjak kejadian tadi Kirana memilih untuk diam tak banyak bicara. Dirinya kesal dengan sang suami yang selalu ramah dengan semua orang tapi sang suami tidak tau bahwa yang sedang menggodanya tadi musuh bebuyutannya, Dokter Perdi juga diam tak berkata apapun saat ini hanya fokus melihat pesan whatsapp digrup fakultas kedokteran angkatannya yang membahas tentang reunian.


Adzan dzuhur berkumandang.


"Sayang aku sholat dulu, mau nunggu disini apa ikut ke masjid?" kata Dokter Perdi


"Aku tunggu disini saja" jawab Kirana yang masih fokus dengan hpnya


"Iya udah tunggu disini ya" jawab Dokter Perdi kemudian mencium kening sang istri


Dokter Perdi tersenyum kemudian meninggalkan sang istri dan berjalan mendekati mobilnya yang terparkir agak jauh dari area parkiran, Dokter Perdi membuka pintu mobil lalu masuk dan duduk dikursi pengemudi. Mobil pun mulai melaju meninggalkan area parkiran restoran tempat Kirana bekerja dulu, Dokter Perdi melajukan mobil ke arah masjid yang memang tak jauh dari restoran tadi.


Mobil kembali berhenti tepat di halaman masjid, Dokter Perdi turun dari mobil. Kemudian melangkahkan kaki ke arah tempat wudhu, dirinya melepas sepatu serta kaos kaki terlebih dahulu sebelum mengambil air wudhu. Selesai mengambil air wudhu Dokter Perdi masuk masjid, kemudian ikut berdiri disop belakang berjamaah bersama para jamaah yang lain.


"Kirana" panggil Novi saat melihat Kirana, dirinya yang ingin mengambil sapu diluar.


"Novi, duduk sini" ujar Kirana sembari meletakan hpnya


"Sendirian kesini? Tumben makan diluar, ohh iya aku lupa kalo di dalam penuh" kata Novi kemudian duduk dikursi berseberangan dengan Kirana


"Tadi dengan suami, dianya lagi sholat dimasjid. Aku lagi datang bulan jadi gak sholat" jelas Kirana


"Kamu datang bulan, jadi sekarang masih belum hamil" kata Novi keceplosan

__ADS_1


"Belum" jawab Kirana sedih


"Maaf ya, bukan maksud menyudutkan kamu yang belum hamil" kata Novi merasa bersalah


"Iya gak apa-apa" jawab Kirana


Percakapan Novi dan Kirana didengar oleh Mita, dirinya kembali tersenyum ternyata sampai saat ini Kirana belum hamil juga. Ini kesempatan untuknya yang akan merebut suaminya Kirana, tidak akan sulit memisahkan sepasang suami itu karena belum ada anak diantara mereka. Mita yang berdiri di samping pintu pun berlalu dari situ dengan senyuman liciknya, kini dirinya berjalan ke belakang ingin pergi ke toilet.


"Hahaha, semoga saja kamu mandul Kirana. Biar aku bisa merebut suamimu, apa yang kamu banggakan kalo kamu tidak bisa memberikan keturunan dengan suamimu" kata Mita saat sudah di dalam toilet berbicara sendiri di depan pantulan cermin toilet.


Mita tak menyangka niatnya akan lebih mulus jika Kirana belum hamil saat ini, ditambah kalo Kirana benaran mandul membuat dirinya semakin bisa merebut suaminya Kirana. Inilah saatnya dirinya menghancurkan kebahagian Kirana yang selalu Kirana pamerkan dengan semua orang yang membuat dirinya semakin muak dengan Kirana, jika suatu saat dirinya berhasil merusak rumah tangga Kirana serta menghancurkan kebahagiaan Kirana akan membuatnya semakin bahagia.


Mita keluar dari toilet dan kembali ke depan membantu para karyawan lain yang sedang membersihkan setiap meja yang sudah tidak ada orangnya, Mita memilih untuk mengelap bersih setiap meja dan menyuruh karyawan lain yanh membawa piring kotor ke belakang.


Dokter Perdi kini sudah kembali ke restoran tempat Kirana bekerja dulu, dirinya segera menghampiri sang istri yang masih duduk bersama seseorang dikursi tempat mereka makan tadi.


"Sayang, kita pulang yuk" kata Dokter Perdi memegang pundak sang istri dengan lembut


"Novi, aku pulang dulu ya. Titip salam buat Lili dan Fitri, kalo salah satu dari kalian libur. Main kerumah kami ya" kata Kirana sembari beranjak dari duduknya


"Iya insyaallah" jawab Novi kemudian cium pipi kanan kiri dengan Kirana


Kirana dan Dokter Perdi pun pergi dari situ dan berjalan menuju mobil, Dokter Perdi membantu membukakan pintu mobil untuk sang istri.


"Terima kasih" kata Kirana dengan bicara agak mengejek


Dokter Perdi hanya senyum kemudian berjalan menuju kedepan mobil, lalu membuka pintu mobil arah pengemudi lalu masuk dan duduk.


"Terima kasih" kata Kirana mengulangi kalimat itu


Dokter Perdi cuek saja tak menanggapi perkataan sang istri yang memang sedang mengejeknya, kemudian dirinya segera melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan area parkiran restoran.

__ADS_1


__ADS_2