
Malam hari
Seluruh karyawan restoran tempat sahabat-sahabatnya Kirana bekerja mulai keluar dari restoran dan ingin pulang kerumah atau kontrakan masing-masing, setelah Lili Fitri dan Novi sudah tidak terlihat lagi Mita mulai melajukan sepeda motornya ke tempat yang ingin ditujunya.
Tiba di tempat yang dituju Mita, dirinya segera turun dari sepeda motornya kemudian melangkahkan kaki ke sebuah kontrakan yang mungkin setiap malam di datanginnya namun tak pernah bertemu dengan orang yang mengontrak disitu.
"Permisi..." kata Mita sembari mengetuk pintu kontrakan itu
Kriek
Bunyi handle pintu di buka, seseorang yang ada di dalam kontrak itu sudah berdiri di depan pintu.
"Cari siapa?" tanya seseorang itu
"Wah akhirnya kita ketemu juga ya, sudah lama banget aku ingin menemui kamu tapi susah sekali karena teman kamu bilang kamu tidak pernah ada di kontrakan" cerocos Mita panjang lebar
"Siapa Danu maksud kamu, tunggu dulu sepertinya aku pernah melihat kamu dimana ya?" tanya seseorang itu lagi
"Gak tau aku siapa namanya gak penting, memang dia gak pernah bilang dengan kamu kalo aku sering nyari kamu. Aku Mita karyawan restoran" kata Mita sembari duduk di kursi yang ada di depan kontrakan meski tidak di suruh duduk Mita tetap duduk.
"Ohh iya kamu karyawan restoran, gak ada Danu bilang apa-apa dengan aku, terus kamu mencari aku ada perlu apa?" kata seseorang itu
"Aku ingin mengajak kamu kerja sama Gam" kata Mita sembari menatap mata seseorang itu yang tak lain adalah Agam
"Kerja sama apa? Bukannya kamu hanya seorang karyawan?" kata Agam masih berdiri dihadapan Mita dengan kedua tangan dilipat di dada
Mita pun berdiri dan mendekati Agam, dirinya membisikkan sesuatu di telinga Agam soal kerja sama yang dimaksud Mita. Agam yang sudah mendengar semua, tubuhnya bergemetar hebat dan emosinya tiba-tiba naik begitu saja.
"Kamu gila" bentak Agam sembari mendorong tubuh Mita membuat Mita terduduk di kursi yang ada di dekat Mita
__ADS_1
Mita menyunggingkan senyum liciknya, dirinya tak menyangka Agam akan menjadi semarah ini setelah mendengar penjelasannya.
"Aku memang gila, karena aku ingin merebut suaminya Kirana. Aku tau kamu juga masih sangat mencintai Kirana, bahkan aku tau kamu sering memperhatikan Kirana dari kejauhan" kata Mita berjalan mengeliling Agam sembari memainkan jari-jari tangannya di pundak Agam
"Pergi kamu dari sini, aku tidak mau. Kerja sama omong kosong itu" kata Agam dengan begitu marah
"Wah santai aja kali, meskipun kamu tidak mau. Aku akan tetap menjalankan misiku" kata Mita kemudian melangkahkan kaki ingin pergi dari hadapan Agam
Namun Agam menarik lengan Mita dengan begitu kasar, membuat Mita kembali ke belakang dan menabrak tubuh Agam. Namun secepat mungkin Agam mendorong lagi tubuh Mita, kemudian Agam memegang kedua pundak Mita dengan begitu kasar.
"Aww.. Sakit lepaskan aku" kata Mita sembari meringis kesakitan
"Kalo hidupmu mau tenang jangan pernah menganggu kehidupan Kirana, mengerti" kata Agam semakin meremas pundak Mita
"Bukan urusan kamu lagi, jadi jangan pernah halangi jalanku untuk mengerjakan misiku. Aku tidak takut dengan kamu, kamu itu bodoh mati-matiin melindungi Kirana padahal kamu itu hanya mantan kekasihnya" kata Mita yang nada suaranya mulai meninggi
Sedangkan Mita juga memilih pergi dari kontrakkan Agam, dirinya kembali melajukan sepeda motornya dan ingin pulang ke rumahnya.
.
.
Di tempat lain
Kini Lili Fitri dan Novi sudah membaringkan tubuh mereka di atas kasur yang ada di kontrakkan mereka, Lili begitu gusar dari pagi tadi hingga detik ini di tambah dirinya tadi sebelum pulang ke kontrakkan melihat Mita yang sepertinya sengaja pulang terakhiran.
Entah apa lagi yang direncanakan Mita membuat Lili terus terpikir sampai sekarang, Fitri dan Novi saling colek melihat Lili yang kelihatan seperti memikirkan sesuatu bahkan dari pagi tadi Fitri dan Novi melihat tingkah aneh yang ditunjukan oleh Lili.
"Lili" panggil Novi
__ADS_1
Lili tak mendengar panggilan dari Novi dirinya masih fokus memikirkan kehidupan Kirana, dirinya benar-benar takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya dengan rencana jahat seorang Mita.
"Lili" kini Fitri yang memanggil
Namun sepertinya percuma Lili tetap tak mendengar panggilan dari mereka berdua, hingga Novi pun tak segan-segan menepuk lengan Lili dengan begitu keras.
"Aww.. Sakit tau" kata Lili baru tersadar dari lamunannya
"Makanya kalo di panggil itu di sahutin" kata Novi menampakkan wajah kesal yang sebenarnya ingin tertawa
"Memang ada apa, manggil-manggil aku" kata Lili sembari mengelus lengannya yang sedikit memerah itu
"Seharusnya kita yang tanya ada apa, kita perhatiin dari tadi kamu itu melamun aja. Memang apa sih yang kamu pikirin dari tadi" kata Fitri yang memulai ikut dalam pertikaian kedua sahabatnya itu.
Lili terdiam sejenak, dirinya juga tidak tau mengapa bisa begitu memikirkan kehidupan Kirana. Apalagi ini berhubungan dengan Mita, ingin dirinya menjelaskan dengan kedua sahabatnya itu namun dirinya takut kedua sahabatnya tidak percaya.
"Tu kan di tanya malah bengong lagi" kata Novi sembari mendorong pundak Lili
"Kalo aku cerita kalian percaya gak?" tanya Lili kepada kedua sahabatnya itu
"Ya tergantung, kalo itu soal serius kita percaya tapi kalo hanya soal lelucon yang kamu karang kita gak percaya" jawab Fitri
Lili menarik napasnya dengan begitu dalam kemudian mengembuskan napasnya dengan pelan-pelan, Lili pun mulai menceritakan soal Mita sudah tahu perihal Kirana yang belum juga memiliko keturunan.
Bahkan bukan hanya perihal itu, Mita yang pagi-pagi sudah di depan rumah Kirana dan Dokter Perdi. Serta Mita yang tadi pulang terakhir, karena dirinya takut itu juga sebagian dari rencana Mita.
Fitri dan Novi tentu melongo mendengar cerita Lili barusan, mereka tak menyangka jika Mita bukan hanya menganggu Kirana disaat masih kerja saja namun setelah Kirana menikah juga Mita masih ingin menganggu kehidupan Kirana.
Mereka bertiga pun membuat perjanjian harus siap siaga menjaga kehidupan Kirana dari siapapun meski harus berurusan dengan seorang Mita yang begitu ambisius itu, mereka bertiga juga sekarang harus lebih hati-hati dengan Mita serta harus terus memperhatikan gerak gerik Mita yang memang sangat terlihat jelas sepertinya berniat menghancurkan kehidupan rumah tangga Kirana dan Dokter Perdi.
__ADS_1