
Matahari sudah mulai naik, seluruh manusia di muka bumi dan di belahan Jakarta ini mulai sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Untuk anak kecil serta remaja sekarang masih fokus belajar dan sekolah, untuk para orang dewasa saat ini pikiran mereka hanya mencari uang untuk membiayai hidup mereka jadi bekerja apapun yang penting halal dan bisa menghasilkan uang.
Untuk ibu rumah tangga tentu saja setiap pagi akan sibuk dengan semua pekerjaan rumah, dan menjadi seorang Bos Besar juga pusing harus selalu memikirkan bagaimana agar usaha mereka akan tetap maju meski sudah banyak pesaing di muka bumi ini dan selalu memikirkan nasib para karyawannya
Pagi itu Mita seperti biasa datang ke restoran paling terakhir meski tidak terlambat, dirinya segera masuk ke dalam restoran setelah memarkirkan sepeda motornya di parkiran khusus parkiran karyawan. Dirinya tak lupa untuk menulis namanya di buku absen yang masih tergeletak di atas meja, dilihatnya sepertinya sahabatnya Kirana yaitu Lili yang sebagai manager itu saat ini tak ada di tempat kerjanya.
Mita yang tak mau bertanya di mana makhluk yang juga menjadi musuhnya sekarang jadi memilih berlalu dari situ, kemudian dirinya segera ke tempat kerjanya dan mulai mengerjakan tugasnya seperti para karyawan lain. Yeyen yang melihat Mita sudah datang segera menghampiri Mita, dirinya tak sabar menceritakan kejadian kemarin siang.
"Mita, kemarin Kirana dengan Suaminya kesini loh" kata Yeyen sambil pura-pura membersihkan meja yang tak jauh dari Mita
"Terus kenapa? Bukan urusanku" jawab Mita ketus
"Iya sudah kalo gak mau dengar ceritaku yang Kirana memberi ole-ole dari Bandung untuk ketiga sahabatnya itu" kata Yeyen ingin melangkahkan kaki pergi dari Mita
"Ehh.. Tunggu dulu" kata Mita yang mulai penasaran dengan cerita Yeyen
"Iya seperti yang barusan aku bilang tadi" jawab Yeyen sembari menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Mita lagi
"Kamu tau isinya apa?" tanya Mita
Yeyen hanya menaikan kedua bahunya yang artinya tidak tau, Mita tersenyum kecut dan mengusir Yeyen dari hadapannya.
"Ternyata kamu sudah pulang dari liburan, ayo kita mulai bermain-main" kata Mita dalam hati dengan seringai senyum liciknya dan dirinya pun teringat sesuatu.
Mita melihat ke arah meja Lili dan sepertinya Lili belum juga ada bahkan hp milik Mita dan para karyawan lain masih tergeletak di atas meja Lili, dirinya dengan rencana liciknya segera mengambil kembali hpnya dan keluar sembari membawa hpnya.
Mita mulai mengotak atik hpnya, dan mengirim sebuah video melalui pesan messengger ke facebook Dokter Perdi. Dirinya sengaja mengunakan nama akun facebooknya namaa laki-laki dan tanpa gambar agar tidak ada yang curiga perihal dirinya yang mengirim itu, setelah selesai dengan rencana liciknya dirinya kembali ke dalam restoran dan meletakan lagi hpnya di atas meja Lili.
__ADS_1
Beruntung Lili belum ada, dirinya segera pergi dari situ. Dan akhirnya Lili sudah kembali ke meja kerjanya setelah dari kamar mandi karena menuntaskan hajatnya, Lili seperti biasa memasukan semua hp para karyawan ke daln sebuah box dan diletakannya ke lemari yang ada di belakang kasir.
.
.
Di tempat lain di sebuah rumah bercat abu-abu meski tidak bertingkat tapi tetap kelihatan megah dan luas bahkan di dalam rumah itu terdapat 5 kamar termasuk kamar utama, Kirana setelah sarapan bersama sang suami memilih untuk ke halaman depan dirinya ingin menyiram bunga sebelum wanita paruh baya yang bekerja dengan mereka datang.
Kirana kasian melihat wanita paruh baya itu mengerjakan tugas rumah mereka meski hanya sebagian, Dokter Perdi yang baru selesai mandi segera keluar dari kamar sembari membawa hpnya. Dirinya mencari sang istri keseluruh ruangan gak ada, saat dirinya mendengar suara seperti ada keributan kecil di teras depan segera dirinya keluar melihat sumber keributan itu.
"Gak Bu de, biar Kirana saja" kata Kirana tak mau melepaskan selang air yang dipegangnya
" Tidak Bu, ini tugas saya" jawab Wanita paruh baya itu
"Kalian ngeributi apa sih pagi-pagi begini?" tanya Dokter Perdi saat melihat sang istri dan wanita paruh baya itu
"Biarin Bu Kirana saja Bu de, Bu de kerjain yang lain aja di dalam" ujar Dokter Perdi menengahi dua wanita itu
"Ya sudah Pak Bu, saya masuk dulu ke dalam" kata Wanita paruh baya itu kemudian pergi dari hadapan kedua majikannya itu
Sepeninggalan wanita paruh baya tadi, Kirana melanjutkan pekerjaannya yang menyiram bunga. Dirinya sengaja mengerjakan tugas itu karena dirinya memang sudah tak ada pekerjaan lain, nyuci baju dan nyuci piring serta masak sudah selesai semua.
Dokter Perdi memilih duduk di kursi yang ada di teras depan, dirinya tersenyum melihat tingkah sang istri yang begitu kekeh ingin menyiram bunga. Setelah itu Dokter Perdi memilih untuk bermain hp sembari menunggui sang istri yang sedang sibuk, saat membuka layar kunci hpnya dirinya melihat ada seseorang mengirimi dirinya sebuah video di messenger facebooknya.
Segera dibuka Dokter Perdi karena dirinya penasaran dengan isi video tersebut, terlihat di dalam video itu ada sang istri dengan seorang laki-laki yang sepertinya dirinya pernah melihat namun lupa dimana. Ditontonnya terus video tersebut dari awal hingga akhirnya, ada juga wanita paruh baya yang bekerja dengan mereka di akhir video itu.
"Sepertinya Bu de tau" gumam Dokter Perdi dalam hati
__ADS_1
"Sayang, aku masuk ke dalam dulu ya sebentar" kata Dokter Perdi kepada sang istri
"Iya" jawab Kirana singkat
Dokter Perdi masuk ke dalam rumah mencari keberadaan wanita paruh baya yang bekerja dirumah mereka tersebut, ternyata wanita paruh baya itu sedang membersihkan sampah dedaunan di taman belakang.
"Bu de, duduk disini saya mau bicara" kata Dokter Perdi sembari menepuk kursi di sampingnya
Wanita paruh baya itu menyenderkan sapu lidi itu di pohon kecil yang ada di situ, dirinya segera mendekati majikannya dan duduk di samping majikannya.
"Bu de kenal laki-laki di dalam video ini" kata Dokter Perdi sembari menyodorkan hpnya ke wanita paruh baya itu.
Wanita paruh baya itu segera menonton video tersebut dari awal hingga akhir, dirinya baru ingat soal video itu terjadinya kapan.
"Inikan kuli bangunan yang bangunan rumah kalian pak, dia keponakan teman suami saya" jelas Wanita paruh baya itu
Dokter Perdi berusaha mengingat laki-laki yang ada di dalam video itu dengan para kuli bangunan yang membangunan rumah mereka tersebut, dirinya baru teringat laki-laki ini juga pernah menyapa sang istri waktu dalam tahap pembangunan dulu.
"Terus, mengapa dia bisa kesini dan menemui Bu Kirana?" tanya Dokter Perdi lagi
"Dia hanya sebentar kesini, karena Bu Kirana tidak mau menerima tamu laki-laki jika belum izin dengan Bapak" jelas Wanita paruh baya itu lagi
"Lalu mengapa di dalam video itu masih mau menemui?" lagi-lagi Dokter Perdi bertanya membuat wanita paruh baya itu mati kutu
"Bu Kirana sudah berusaha menelepon Bapak, tapi sepertinya tidak Bapak terima telepon dari Bu Kirana waktu itu. Jadi Bu Kirana karena tak mau laki-laki itu lebih lama jadi di temui Bu Kirana setelah itu langsung Bu Kirana usir" jelas Wanita paruh baya itu agak gemetar karena takut salah
"Mengapa bisa menemui Bu Kirana disaat saya tidak ada dan siapa nama laki-laki itu?" tanya Dokter Perdi yang kali ini membuat wanita paruh baya itu mati kutu beneran
__ADS_1
"Kalo soal itu saya tidak tau pak dan nama laki-laki itu A..." kata Wanita paruh baya itu terhenti saat melihat Kirana berjalan mendekati Dokter Perdi dan Wanita paruh baya itu.