
"Alhamdulilah selesai juga" kata Dokter Perdi sembari menutup kulkas laku berjalan mendekati wastafel
"Sayang, aku mau bersih-bersih. Sayang rapikan pakaian sayang aja ya, masukkan kedalam lemari pakaian yang sudah aku siapkan" kata Dokter Perdi sembari mencuci tangan di wastafel
"Iya, aku masuk kamar dulu mau merapikan pakaianku" jawab Kirana ikut mencuci tangan kemudian berlalu dari hadapan Dokter Perdi
Dokter Perdi segera mengambil sapu yang tergantung kemudian berjalan menuju pintu depan, Dokter Perdi pun mulai membersihkan halaman klinik yang sangat kotor. Dokter Perdi sudah sangat terbiasa bersih-bersih seperti ini apalagi memang dirinya dari dulu tinggal sendiri jadi tak ada orang lain yang akan membantunya membersihkan kliniknya, pekerjaan seperti ini memang sudah lama di lakukannya mungkin dari mulai dirinya duduk di bangku SMA.
Awal mulanya setiap dirinya pulang sekolah dilihatnya rumah yang ditinggalinya bersama kedua orang tuanya itu sangat berantakan, dirinya tau Ayah dan Ibunya pasti sedang pergi ke kebun untuk memantau pekerjaan para pekerja disana makanya Ibunya tak sempat untuk bersih-bersih.
Dari situlah Dokter Perdi mulai membantu meringankan pekerjaan Ibunya, belum lagi ketika dirinya pulang sekolah belum ada makanan yang tersedia untuk dirinya dan adik-adiknya membuat dirinya semakin bertekad harus bisa masak dan lama kelamaan akhirnya bukan hanya membersihkan rumah saja tapi Dokter Perdi juga pintar masak.
Halaman klinik serta bagian dalam klinik sudah di bersihkan semua oleh Dokter Perdi dan tak lupa di pel juga agar debu yang di lantai benar-benar bersih, selesai semua kini Dokter Perdi kembali keluar dan membakar sampah yang ada di halaman yang sudah di kumpulkan tadi.
"Wah pengantin baru, udah pulang kesini" kata seorang wanita paruh baya yang bertetanggaan dengan Dokter Perdi
"Iya wak" jawab Dokter Perdi tersenyum ramah
"Mana istrimu?" tanya wanita paruh baya itu
__ADS_1
"Di dalam" jawab Dokter Perdi bertepatan Kirana keluar dari klinik
"Wah panjang umur, yang ditanya langsung keluar" kata wanita paruh baya itu tersenyum
Kirana mendekati wanita paruh baya itu, kemudian mencium punggung tangan wanita paruh baya itu dan memperkenalkan diri. Kirana pun sedikit berbincang dengan wanita paruh baya itu, setelah itu wanita paruh baya itu pamit masuk rumahnya.
Kirana dan Dokter Perdi juga segera masuk ke dalam klinik, mengingat ini udah waktunya untuk makan siang. Dokter Perdi membentangkan karpet untuk tempat mereka makan, Kirana pun segera menata semua makanan yang di beli mereka tadi sebelum tiba di klinik ditata nya di atas karpet tersebut.
Mereka berdua pun mulai menyantap makanan yang terhidang di hadapan mereka sembari menikmati setiap makanan, ketika selesai makan suara adzan dzuhur pun berkumandang. Dokter Perdi segera masuk kamar mandi untuk mengambil air wudhu, sedangkan Kirana membersihkan sisa makan mereka serta menata kembali makanan yang masih utuh ke dalam lemari yang ada di dapur tersebut.
Dokter Perdi sudah keluar dari kamar mandi, kemudian menuju kamar tidur untuk menganti pakaian khusus sholat. Kali ini Dokter Perdi memakai baju koko yang berwarna biru mudah berpadu dengan putih membuat Dokter Perdi semakin kelihatan berseri, tak lupa peci yang tergantung di kamar di ambilnya lalu di pakainya di atas kepala.
Sementara belum ada pembeli atau pasien yang mau berobat, Kirana memutuskan untuk berselancar di sosial medianya yang sudah hampir seminggu juga dirinya tak melihat-lihat dunia maya itu. Kirana terus menggeser layar hpnya sembari membaca setiap yang tertampil di layar hpnya, kemudian dirinya beralih ke pemberitahuan di facebooknya segera dibacanya satu persatu orang yang mengucapkan selamat atas pernikahannya dan juga banyak doa-doa baik yang di tulis di situ.
"Assalamualaikum, mbak mau berobat" kata seseorang laki-laki paruh baya sembari memegangi perutnya
"Walaikumsalam, ohh bentar ya pak. Suami saya lagi ke mushollah bentar lagi pulang" jawab Kirana sembari meletakan hpnya dalam etalase
Bapak itu segera duduk di kursi tunggu yang ada di teras klinik yang di temani seorang anak laki-laki yang berkisar umur 12 tahun, sedangkan Kirana kembali mengambil hpnya kemudian berselancar di sosial media lagi. Tak lama kemudian Dokter Perdi pulang dari mushollah, Dokter Perdi melihat ada seorang laki-laki paruh baya yang sedang duduk di kursi tunggu bersama seorang anak laki-laki segera Dokter Perdi mempercepat langkah kakinya
__ADS_1
Dokter Perdi sudah bisa menebak kalo bapak itu pasti ingin berobat karena kejauhan bapak itu masih terus memegangi perutnya, Dokter Perdi yang tak ingin membuat pasien lama menunggu semakin mempercepat langkah kakinya.
"Ada apa pak" tanya Dokter Perdi berbasa basi
"Pak dokter ulu ati saya sakit banget" kata laki-laki paruh baya itu masih memegang perut
"Ayo pak masuk dulu, akan saya periksa" jawab Dokter Perdi sembari membukakan pintu klinik agar bapak itu bisa masuk
Laki-laki paruh baya itu segera masuk, kemudian berbaring di bed pasien. Dokter Perdi mulai memeriksa dan tak lupa ditensinya darah bapak itu, selesai memeriksa Dokter Perdi masuk ke dalam ruang obat mengambil beberapa obat untuk di berikan dengan bapak itu tak lupa setiap obat di tulis cara pemakainya berkali dalam sehari.
Setelah menerima obat bapak itu segera membayar, lalu bapak itu pulang dengan anak laki-laki yang menunggu dikursi tadi. Dokter Perdi menutup serta mengunci pintu klinik itu, lalu berjalan mendekati sang istri yang sedang duduk. Kirana kembali mengambil tangan Dokter Perdi, lalu di ciumnya punggung tangan itu dan Dokter Perdi pun mencium kening sang istri.
"Ini akan aku lakukan setiap kamu mau pergi" kata Kirana sembari memeluk sang suami
"Iya sayang" jawab Dokter Perdi membalas pelukan sang istri
Kini Dokter Perdi masuk kamar tidur dan mengambil al-quran yang ada di dalam laci meja yang terletak di samping tempat tidur, Dokter Perdi mulai membaca al-quran dengan begitu merdu. Kirana yang mendengar sang suami membaca al-quran pun tersentuh, Kirana selalu bersyukur dalam hati di beri oleh MAHA KUASA suami yang taat agama yang insyaallah bisa menuntun dirinya ke jalan yang benar.
Selesai membaca al-quran Dokter Perdi menganti baju sholatnya dengan baju santai, lalu Dokter Perdi menghampiri sang istri yang sedang sibuk bermain hp. Kirana merasakan ada tangan yang memeluknya dari belakang segera menghentikan kegiatannya yang bermain hp, kemudian berbalik dan membalas pelukan sang suami.
__ADS_1