Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 28


__ADS_3

Setelah makan bakso mereka berlima ingin segera pulang ke kontrakan karena sudah pada merasa mengantuk ditambah malam memang sudah sangat larut, mereka sudah beranjak dari tempat duduk dan sahabat-sahabat Kirana mulai melangkah keluar hanya Kirana yang masih di dalam warung bakso 99.


Kirana menghampiri pemilik warung bakso 99 tersebut dirinya ingin membayar bakso yang telah mereka makan tadi.


"Ini bu, aku mau bayar" ucap Kirana tersenyum sembari memberikan selembar uang berwarna merah


"Ehh neng udah lama gak makan bakso disini, akhirnya makan bakso lagi" kata pemilik warung bakso 99 itu sembari menerima uang dari tangan Kirana


"Iya bu, pulang kerja sekarang sering kecapean jadi langsung pulang ke kontrakan makanya udah lama gak makan bakso disini" jelas Kirana


"Tumben bareng teman-teman, kenapa gak bareng mas Agam. Tadi mas Agam kesini makan bakso sendirian" kata pemilik warung bakso 99


"Iya bu pengen bareng teman-teman aja sekali-sekali. Pamit ya bu teman-temanku udah nunggu" kata Kirana lalu pergi


Kirana segera menyusul sahabat-sahabatnya yang sudah menunggunya dari tadi, dirinya merasa tidak enak dengan sahabat-sahabatnya karena tadi agak lama didalam setelah Kirana menjelaskan apa yang terjadi didalam sahabat-sahabatnya memaklumi apalagi sahabat-sahabatnya tau Kirana memang sangat ramah dengan semua orang.

__ADS_1


Mereka berlima akhirnya sudah mau sampai di kontrakan namun semakin mereka mendekati kontrakan, mereka di kejutkan dengan seseorang yang sedang duduk di kursi teras kontrakan mereka. Mereka berlima hanya saling pandang bingung harus merespon apa dengan seseorang yang sedang tersenyum kepada mereka saat ini.


"Kalian baru pulang, aku udah dari tadi nunggu disini" kata Agam berdiri mendekati mereka berlima


Fitri segera melangkah mendekati pintu mengeluarkan kunci dari saku gamisnya dan membuka pintu kemudian masuk. Novi, Sevia, Lili dan Kirana segera menyusul Fitri ke dalam namun tangan Kirana di tahan oleh Agam sehingga membuat Kirana menghentikan langkahnya sembari menghempaskan tangannya yang dipegang Agam.


"Mau apa lagi" kata Kirana cuek dan tegas


"Duduk dulu, banyak yang ingin aku bicarakan denganmu" kata Agam sembari duduk di kursi yang terletak di teras kontrakan Kirana dan sahabat-sahabat


Lili, Sevia dan Novi menurut saja apa yang diperintah Fitri karena mereka tau maksud Fitri sekarang agar Kirana bisa lebih leluasa saat mengobrol dengan Agam, Mereka berempat akhirnya memutuskan bergantian masuk kamar mandi untuk membersihkan diri masing-masing.


Agam mulai menjelaskan apa alasannya yang tiba-tiba memutuskan Kirana pada saat itu, Agam juga menceritakan bagaimana kehidupannya selama tiga bulan tak bersama Kirana lagi. Kirana yang mendengarkan penjelasan Agam masih diam tak berkomentar sama sekali, Kirana masih terus mendengar seluruh penjelasan yang keluar dari mulut Agam.


Kirana tak tau harus berbuat apa karena dirinya selama tiga bulan ini sudah berusaha menyembuhkan luka hatinya namun saat luka hati ini mulai sembuh, orang yang pernah membuat luka dihatinya justru datang lagi entah apa niatnya kali ini. Kirana benar-benar bingung saat ini dirinya terus berusaha berpikir sembari melawan hatinya, Kirana tau hatinya yang paling dalam masih mengharapkan Agam tapi Kirana belum siap akan merasakan sakit lagi.

__ADS_1


"Aku serius Kirana, aku tidak menyukai anaknya aku hanya terpaksa menyetujui permintaannya waktu itu karena aku tak akan pernah rela adik kesayanganku menjadi istri ketiganya. Anaknya juga sebentar lagi mau menikah dengan laki-laki lain yang kaya raya" kata Agam menyakinkan Kirana sembari memegang tangan Kirana


"Terus aku harus bagaimana" tanya Kirana sembari menarik tangannya


"Kita bisa kan seperti dulu lagi, aku mohon Kirana aku sangat mencintaimu" kata Agam sembari berlutut di kaki Kirana


"Aku tidak bisa menjawab sekarang, aku ingin berpikir dulu. Jalani saja seperti biasa" kata Kirana hanya memandangi Agam yang berlutut dikakinya


"Baiklah aku beri kamu waktu, aku juga mau pamit ke kota sebelah ingin mencari Ayahku" kata Agam berdiri dan melangkah pergi menjauh dari Kirana


Kirana masih diam memandangi kepergian Agam, setelah Agam mulai tak terlihat Kirana masuk ke kontrakan dan menutup pintu lalu menguncinya. Kirana langsung melangkah ke kamar mandi dan menguyur air ke seluruh tubuhnya sembari menangis, dirinya sengaja menangis sambil menyiram seluruh tubuhnya agar sahabat-sahabatnya tak mendengar tangisannya saat ini.


Kirana merasa dunia seperti mempermainkannya, disaat dirinya sangat mencintai seseorang namun seseorang itu tiba-tiba pergi begitu saja kini disaat dirinya sedang berusaha menyembuhkan luka di hatinya yang mungkin masih basah malah di datangkan lagi seseorang yang telah membuat luka itu.


Kirana menangis sambil tersipu di lantai meratapi permainan dunia ini, bahkan dirinya saat ini rasanya ingin berlari sekencang mungkin dan sejauh-jauhnya hingga tak bertemu lagi dengan orang-orang di dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2