
Beberapa bulan kemudian
Selesai sholat magrib Kirana keluar dari kamar menuju dapur, sebelum sang suami pulang dari masjid. Dirinya ingin menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, Kirana memanaskan sejenak lauk pauk yang dimasaknya sore tadi. Setelah selesai segera ditatanya semua lauk pauk itu diatas meja makan, tak lupa mewadahi nasi juga didalam wadah yang khusus tempat nasi.
"Assalamualaikum" ucap Dokter Perdi saat masuk rumah kemudian segera melangkah ke arah dapur karena dirinya sudah tau kebiasaan sang istri setelah sholat magrib.
"Walaikumsalam" jawab Kirana kemudian mencium punggung tangan sang suami
Dan seperti biasa Dokter Perdi membalas dengan ciuman dikening, Dokter Perdi pamit masuk ke dalam kamar terlebih dahulu untuk meletakan sajadah serta mengganti baju. Setelah itu Dokter Perdi kembali ke dapur dimana sang istri yang sudah menunggu dirinya untuk makan malam, Kirana mulai membantu mengambilkan makanan untuk sang suami.
Mereka berdua mulai menyantap dan menikmati makanan yang ada dihadapan mereka, selesai makan Kirana membereskan sisa makan mereka dahulu dan sekalian mencuci piring yang kotor. Sedangkan Dokter Perdi memilih untuk ke ruang keluarga, dirinya berniat ingin menghubungi kedua orang tuanya.
"Hallo, Assalamualaikum" kata Dokter Perdi saat panggilan telepon di terima diseberang sana
"Iya Walaikumsalam nak" jawab Ibunya Dokter Perdi diseberang sana
"Ibu apa kabar? yang lain juga bagaimana kabar mereka?" tanya Dokter Perdi
"Alhamdulilah kami sehat semua, kalian juga apa kabar? kapan mau ke Bandung dalam minggu ini adikmu akan mengadakan acara 7 bulanan untuk istrinya, kalian harus datang" kata Ibunya Dokter Perdi
"Kami juga sehat, insyaallah kami datang" jawab Dokter Perdi
Setelah sekian lama mengobrol, panggilan pun berakhir karena bentar lagi masuk waktu sholat isya'
Adzan Isya' Berkumandang
__ADS_1
Dokter Perdi sudah siap-siap dengan baju kokonya dan sarung favoritnya yang berwarna hitam bermerek wadimor itu meskipun murah tetap saja itu sarung ternyaman dari sarung-sarungnya yang lain, setelah pamit dengan sang istri Dokter Perdi segera melajukan sepeda motor milik sang istri menuju masjid yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah mereka.
Kalo Kirana seperti biasa sholat di rumah dalam kamar utama tempat tidur mereka, selesai sholat Kirana memilih untuk berbaring diatas tempat tidur sembari bermain hpnya. Dirinya mulai sibuk dengan sosial media, dilihatnya setiap berita terbaru serta status teman dunia maya-nya yang meng-upload foto bayi dan anak-anak mereka.
Inilah yang kadang membuat Kirana selalu sedih setiap malam, setiap pukul 3 malam dirinya menumpahkan semua kesedihan dan selalu berdoa dengan MAHA KUASA meminta agar segera diberi momongan namun sepertinya MAHA KUASA sedang menguji rumah tangga mereka makanya dirinya belum juga hamil.
Ceklek....
Bunyi handle pintu yang ingin dibuka, Kirana yang mendengar segera menghapus air matanya. Dirinya tak mau sang suami mengetahui dirinya yang lagi-lagi menangis, serta hal yang ditangisi masalah yang sama itu-itu lagi.
Kirana tau sang suami selalu memberinya semangat bahkan sang suami juga sudah berkata tak masalah jika rumah tangga mereka hingga akhir hayat nanti tak di karunia anak, namun mungkin bagi sang suaminya tak masalah tapi tidak dengan masyarakat diluar sana yang selalu bilang dirinya mandul.
Sakit rasanya selalu dapat cemoohan seperti itu, tapi Kirana tetap selalu tegar karena dirinya selalu yakin MAHA KUASA menguji hamba-Nya tak pernah melewati batas kemampuan hamba-Nya.
Setelah mengganti baju Dokter Perdi segera ikut berbaring disamping sang istri, Dokter Perdi memandangi wajah sang istri lalu diciumnya. Kirana tersenyum dan membalas cium*n sang suami, kini mereka berdua pun menikmati ad*gan ranjang diatas tempat tidur yang selalu menjadi saksi percintaan mereka setiap saat mereka inginkan.
"Sayang, tadi aku nelepon ibu. Beliau meminta kita untuk ke Bandung, dalam minggu ini adikku mau mengadakan acara 7 bulanan istrinya di Bandung" cerita Dokter Perdi setelah mereka selesai mandi habis bercinta tadi
"Aku mah terserah dengan sayang, tapi aku juga pengen merasakan suasana kota Bandung yang sejuk apalagi rumah kedua orang tuamu didekat pegunungan" kata Kirana
"Oke, besok kita ke Bandung" ujar Dokter Perdi
"Apa besok? kitakan belum mempersiapkan semuanya" kata Kirana
"Mau nyiapin apa? paling pakaian ganti kita. Besok pagi habis sholat subuh kita siapin sama-sama" ujar Dokter Perdi
__ADS_1
Kirana yang tak bisa menolak memilih mengangguk menyetujui perkataan sang suami barusan, mereka berdua memutuskan untuk tidur karena malam sudah mulai larut. Kirana menarik selimut yang ada kakinya dan sang suami, kemudian mulai memejamkan mata dan akhirnya dirinya serta sang suami tertidur juga.
.
.
Ditempat lain
Agam baru dapat kabar dari Danu habis sholat magrib tadi soal pekerjaan baru lagi di Jakarta, Agam pun setelah mendapat kabar langsung berangkat. Danu yang tinggal jauh dari tempat kerja sekarang menunggu kedatangan Agam, Danu ingin mencari kontrakan untuk dirinya dan Agam didekat tempat kerja barunya nanti.
Setelah mendapatkan kontrakan tersebut Danu memberitahu Agam lokasi dimana kontrakan yang akan di tempati mereka nanti, selang berapa jam Agam tiba dikontrakkan barunya dan Danu setelah menempuh perjalanan dari Tangerang Jakarta dengan menaiki kendaraan Bus.
Agam sudah masuk ke dalam kontrakan bersama Danu, kemudian Danu menjelaskan panjang lebar dimana dan apa pekerjaan yang akan dikerjakan mereka nanti bersama beberapa kuli bangunan lainnya. Setelah mendapat penjelasan dari Danu, Agam tak menyangka pekerjaannya kali ini ternyata memperluas bangunan restoran tempat Kirana bekerja dulu.
Agam semakin bersemangat untuk bekerja karena dekat juga dengan tempat tinggal Kirana sekarang, dirinya bisalah nanti sesekali melihat Kirana lagi meski dari kejauhan. Meski berapa bulan yang lalu dirinya pernah berjanji tidak akan menganggu kehidupan Kirana lagi, entah mengapa dirinya belum bisa melupakan Kirana hingga detik ini.
"Agam, kemarin aku udah lamaran dengan pacarku. Akhir tahun ini aku mau nikah" kata Danu memecahkan keheningan
"Wah ternyata kamu diam-diam udah mau menikah, selamat ya semoga lancar sampai hari H" kata Agam
Sebenarnya hati Agam sakit jika mengingat tiap akhir tahun, dimana dulu dirinya pernah berjanji dengan Kirana akan menikahinya di akhir tahun dan ternyata justru Kirana menikah dengan laki-laki lain diakhir tahun itu meski berbeda setahun dengan janjinya dulu.
"Kamu kapan nyusul?" tanya Danu sembari menepuk pundak Agam
"Doakan saja secepatnya" jawab Agam tersenyum
__ADS_1
"Iya semoga saja tahun depan, bisa menyusul" kata Danu
Kini Agam dan Danu pun sibuk dengan hp mereka masing-masing, Danu sibuk bermain game online sedangkan Agam sibuk berselancar di sosial media.