Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 119


__ADS_3

Lili Fitri dan Novi sudah berada di kontrakan mereka, setelah membersihkan diri masing-masing mereka bertiga kini sedang menikmati nasi goreng buatan Fitri. Saking begitu menikmati mereka bertiga tak menyadari bahwa piring mereka telah kosong, mereka bertiga pun tertawa setelah melihat piring yang ada di hadapan mereka telah kosong.


Setelah selesai semua, mereka bertiga segera ke kamar tidur dan mengambil posisi tempat tidur masing-masing. Lili baru teringat bahwa dirinya belum sempat membalas pesan whatsapp Kirana pagi tadi, gara-gara dirinya dapat sindiran dari Mita jadi tak sempat di kirimnya pesan whatsapp yang telah di ketiknya pagi tadi.


Lili segera mengirim pesan whatsapp tersebut ke Kirana, di lihatnya pesan whatsapp yang telah di kirimnya itu centang dua tandanya sudah masuk namun tanda centang dua itu belum berubah warna jadi biru artinya saat ini belum di buka oleh Kirana. Lili berharap sahabatnya itu belum tidur agar mereka berdua bisa saling berkirim pesan, dirinya begitu rindu dengan sahabatnya itu.


Selagi menunggu Kirana membuka pesan dari dirinya, dirinya memutuskan untuk berselancar di sosial media.


Kirana yang baru selesai dengan aktivitasnya bersama sang suami, dirinya teringat tadi hpnya berbunyi tanda ada pesan whatsapp masuk. Kirana segera mengambil hpnya yang ada di atas meja, di lihatnya dari layar depan ternyata Lili yang mengirim pesan whatsapp dan di bukanya serta di bacanya pesan whatsapp tersebut.


(Lumayan lama ya kamu disana, padahal Aku Fitri dan Novi sudah kangen banget dengan kamu. Pengen kumpul lagi kayak kemarin, kamu lagi apa sekarang?) Lili


Kirana pun memutuskan untuk melakukan video call dengan sahabatnya itu.


Lili yang melihat ada video call masuk di hpnya dan tertampil disitu nama Kirana, segera di terimanya video call tersebut.


"Hallo, Assalamualaikum" ucap Kirana saat video call itu diterima


"Hallo, Walaikumsalam. Kamu lagi apa?" kata Lili


"Hay, Kirana" kata Fitri dan Novi berbarengan sembari merebut hp Lili

__ADS_1


"Iihh apaan sih kalian ini, itukan hp aku. Kalo mau lihat Kirana minta sambungin aja tu biar bisa sama-sama lihat Kirana" kata Lili kesal dengan tingkah kedua sahabatnya itu yang nyerobot hpnya begitu saja


"Ahh, bener juga apa kata Lili" kata Fitri sembari mengembalikan hp milik Lili


"Kirana telepon kita juga donk" ujar Novi sembari berteriak karena hp Lili sudah dengan pemiliknya


Kirana di seberang sana hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah ketiga sahabatnya itu, ada saja yang diributkan. Kirana pun menuruti saran Lili untuk melakukan video call berempat, dirinya segera menyambungkan Fitri dan Novi dalam video call tersebut hingga jadilah mereka melakukan video call berempat.


Mereka berempat pun mengobrol melalui video call itu sembari tertawa bersama, Lili juga menceritakan insiden siang tadi di restoran. Dirinya yang mendorong Mita sampai Mita jatuh dalam keadaan tengkurep, Novi yang tidak tau apa-apa tertawa terbahak-bahak membayangkan posisi Mita itu.


Fitri sudah tau kalo Lili dan Mita tadi siang ribut, namun dirinya baru tau sekarang kalo kejadian sebenarnya seperti itu setelah mendengar cerita dari mulut Lili langsung. Wajar saja Mita tadi siang mau menampar wajah Lili, beruntungnya dirinya dan para karyawan laki-laki mendengar suara teriak tadi jadi bisa membantu Lili. Kalo mereka tidak datang di waktu yang tepat mungkin Lili dan Mita sudah baku hantam atau gaya anak cewek berantem itu ya saling jambak rambut.


"Gak boleh gitu lah Li" kata Kirana setelah mendengar cerita Lili tentang Lili ribut dengan Mita


"Iya, kedepannya jangan gitu lagi lah pokoknya" nasehat Kirana


"Iya, tapi gak janji" jawab Lili sembari cemberut


Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, Kirana pamit dengan ketiga sahabatnya itu ingin segera tidur menyusul sang suami. Dirinya juga meminta ketiga sahabatnya itu untuk segera beristirahat karena mereka sendiri tadi mengeluh begitu lelah bekerja siang tadi, Lili Fitri dan Novi pun mengiyakan permintaan Kirana untuk mereka beristirahat.


Lili dan Fitri memutuskan untuk segera tidur setelah video call dari Kirana berakhir, sedangkan Novi dirinya yang kebetulan besok mendapat jadwal libur masih sibuk dengan hpnya yang ada di tangannya. Melihat kedua sahabatnya sudah terlelap, Novi pun memilih berselancar di sosial media ingin mengetahui berita hari ini atau sekedar melihat status-status yang di update oleh teman dunia mayanya.

__ADS_1


.


.


Di tempat lain


Agam dan Danu jika malam hari begini sekarang lebih banyak menghabiskan waktu untuk nongkrong di cafe, mereka berdua datang ke cafe kadang hanya memesan kopi late dan mendengar lantunan musik yang dinyanyikan oleh penyanyi cafe tersebut.


Agam begitu menikmati setiap lantunan musik itu, dirinya merasa lagu-lagu itu seperti mewakili hatinya yang sepenuhnya belum ikhlas melihat wanita yang dicintainya sudah menikah dengan laki-laki lain. Saat seperti ini Agam kadang kembali teringat kenangan dirinya bersama Kirana dulu, menyesal tentu menyesal mengapa dulu saat hubungannya dengan Kirana sempat baik dirinya tidak membuktikan kepada Kirana bahwa dirinya benar-benar masih mencintai Kirana.


Nasi sudah jadi bubur, bodoh yang terjadi dengan dirinya dulu. Mementingkan mencari keberadaan Ayahnya ketimbang memperjuangankan cintanya sendiri, hingga akhirnya wanita yang dicintainya pergi bersamaan dirinya pergi menyusul Ayahnya dulu.


Hanya satu yang selalu di minta Agam sekarang, andai waktu bisa di putar kembali. Danu yang melihat Agam kembali hanyut dengan musik yang di dengar mereka berdua saat ini, hanya bisa tersenyum. Danu pun heran seistimewa apa Kirana bagi Agam sampai Agam belum bisa move on dengan Kirana hingga detik ini, namun Danu tau setiap wanita itu memiliki sesuatu yang istimewa berbeda-beda.


"Gam, kita pulang yuk. Udah malam" ujar Danu sembari menepuk pundak Agam, membuyarkan lamunan Agam


"Kamu ngomong apa barusan?" tanya Agam linglung karena habis melamun


"Kita pulang, udah malam" ulang Danu di telinga Agam sembari sedikit berteriak


"Gak usah teriak-teriak juga kali ditelingaku, bisa pecah gendang telingaku gara-gara teriakkanmu" kata Agam mendorong tubuh Danu

__ADS_1


"Kamu sih, dari tadi melamun. Makanya gak denger aku ngomong apa tadi" kata Danu sembari beranjak dari tempat duduknya


Agam pun tak menjawab perkataan Danu lagi karena dirinya tadi memang sedang melamun, dirinya ikut beranjak dari tempat duduknya dan segera mengejar Danu yang sudah ada di parkiran. Agam segera naik di jok belakang, setelah Danu mengeluarkan sepeda motornya dari parkiran. Sepeda motor yang mereka berdua kendarai pun mulai melaju meninggalkan cafe tersebut, kali ini Danu yang menyetir sepeda motornya sendiri.


__ADS_2