
Dua bulan telah berlalu semenjak kejadian Kirana yang waktu itu memakai niqab kini dirinya berkeinginan memakai niqab namun dirinya harus memberanikan diri untuk meminta izin kepada orang tuanya, meski ada rasa ragu di hati Kirana yang takut tak mendapatkan izin dari orang tuanya tapi dirinya harus mencoba terlebih dahulu.
"Bismillahirohmanirohim" gumam Kirana sembari menyentuh tombol hijau untuk memanggil nama yang bertulisan nyokap sayang
"Hallo, assalamualaikum" kata Kirana saat telepon tersambung
"Iya hallo walaikumsalam" jawab ibunya Kirana dari seberang sana
Panjang lebar Kirana mengobrol dengan ibunya yang hanya sekedar basa basi menurut Kirana sebelum dirinya membicarakan tujuannya sebenarnya.
"Ibu, Kirana mau memakai niqab. Kirana ingin benar-benar berubah, Kirana sekarang ingin menjadi wanita yang lebih baik lagi untuk masa depan Kirana. Kirana tidak tau ke depannya apa yang akan terjadi jadi Kirana mohon ibu dan ayah izinkan Kirana memakai niqab hanya ini permintaan Kirana dengan kalian, bukankah selama ini Kirana tak pernah meminta apa-apa jadi Kirana mohon bu" kata Kirana sembari menangis mengucapkan setiap kata itu
Terdengar di seberang sana suara ayah dan ibunya Kirana yang berbicara, entah apa yang mereka bicarakan karena hanya terdengar begitu ribut
"Jika itu pilihanmu, kami tak bisa melarang. Kami hanya berharap kamu bisa istiqomah dengan jalan kehidupanmu sekarang" kata ibunya Kirana
"Jadi kalian mengizinkan Kirana memakai niqab" tanya Kirana
"Iya, ya udah bukankah udah waktunya kamu kerja. Jaga diri baik-baik disana" kata ibunya Kirana
__ADS_1
"Iya bu makasih, Kirana bakal jaga diri baik-baik kalian juga jaga kesehatan disana. Assalamualaikum" kata Kirana
"Walaikumsalam" jawab ibunya Kirana dan telepon pun berakhir
Setelah telepon berakhir Kirana segera membuka pintu restoran, Kirana pagi ini sengaja berangkat duluan dari sahabat-sahabatnya karena dirinya memang ingin menghubungi ibunya sebelum bekerja. Kirana mengambil buku absen dan meletakan buku absen itu ke meja Kirana sembari menunggu seluruh karyawan yang akan datang untuk absen.
Tak lama para karyawan mulai berdatangan dan mengabsen nama mereka sembari memberikan hp milik mereka kepada Kirana, Kirana lalu memasukan hp milik karyawan ke dalam sebuah box yang berukuran sedang yang pas untuk menampung seluruh hp karyawan termasuk hp miliknya.
Setelah semuanya datang Kirana segera menutup buku absen dan merapikan buku absen itu bersama berkas-berkas yang tertumpuk dimejanya, kemudian membawa box yang berisi hp tadi kebelakang kasir dan dimasukannya kedalam lemari yang tersedia di belakang kasir lalu dikunci Kirana lemari itu kemudian Kirana mulai berjalan dari bagian depan hingga bagian dapur untuk memantau pekerjaan para karyawan, Kirana terus memperhatikan pekerjaan para karyawan sembari memberi saran dan instruksi.
Kini Kirana sudah kembali ketempat duduknya yaitu di samping kasir dan mulai mengecek absen selama satu bulan ini apa ada karyawan yang terlambat karena laporan tersebut harus segera diberikannya dengan Bu bos soalnya malam ini mereka gajian, jadi siapa yang terlambat gajinya akan dipotong.
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu dari luar
"Masuk" kata Bu bosnya Kirana
"Bu ini laporan absen bulan ini, alhamdulilah tidak ada karyawan yang terlambat" kata Kirana sembari memberikan berkas absen yang tadi di rekapnya
__ADS_1
"Baguslah, terima kasih ya. Kamu silahkan kembali" kata Bu bosnya Kirana setelah menerima rekapan absen tersebut
Kirana pun keluar dari ruangan Bu bosnya dan berjalan menaiki anak tangga, Kirana sudah berada di atas kemudian berdiri di samping kasir. Para pengunjung mulai berdatang apalagi sudah mau menjelang waktunya makan siang akan bertambah ramai para pengunjung, karyawan mulai sibuk kesana kemari untuk menanyakan pesanan dan mengantarkan pesanan.
Tak terasa kini hari pun sudah malam, para karyawan yang bersiap untuk pulang seperti biasa sebelum pulang mereka akan merapikan restoran terlebih dahulu. Sedangkan Kirana saat ini berada di ruangan Bu bosnya untuk membantu Bu bosnya menulis nama-nama karyawan di atas amplop-amplop yang berisi gaji seluruh karyawan setelah selesai Kirana ingin segera kembali keatas tapi dirinya ada sesuatu yang ingin disampaikan dirinya kepada Bu bosnya tapi dirinya bingung harus bagaimana berbicaranya, Kirana terus memandangi Bu bosnya hingga Bu bosnya sadar bahwa Kirana seperti gelisah.
"Kamu mau ngomong apa katakanlah, jangan seperti orang bingung begitu" kata Bu bosnya Kirana
"Anuh Bu, itu gimana ya. Boleh tidak mulai besok saya mau memakai niqab" kata Kirana gugup
"Ya ampun Kirana Ibu kira ada apa, baguslah kalo kamu mau memakai niqab. Silahkan selagi tidak mempengaruhi pekerjaanmu" kata Bu bosnya Kirana
"Jadi boleh ya Bu" tanya Kirana sekali lagi memastikan
"Iya" jawab Bu bosnya Kirana sembari mengangguk
"Terima kasih ya Bu" kata Kirana reflek memeluk Bu bosnya
Bu bosnya hanya tersenyum melihat tingkah Kirana, Kirana pun akhirnya kembali keatas setelah pamit dengan Bu bosnya ingin segera membagikan amplop itu dengan karyawan yang sudah di tulis nama-nama mereka masing-masing di atas amplop itu. Kirana mulai membaca setiap nama yang tertulis di atas amplop tersebut dan memberikannya, ketika para karyawan yang sudah mendapatkan gaji mereka segera keluar dari restoran dan menuju tujuan mereka masing-masing.
__ADS_1
Selesai membagikan amplop itu Kirana juga segera keluar dari restoran dan mengembok rolling door restoran itu, kemudian menemui sahabat-sahabatnya yang sudah menunggunya di depan restoran dari tadi. Kirana hari ini benar-benar merasa senang orang-orang yang di sayangnya sudah membolehkan dirinya memakai niqab tapi Kirana juga sudah berjanji dengan diri sendiri harus bisa istiqomah dengan pilihannya sekarang apalagi kedepannya akan lebih banyak cobaan dan tantangan yang akan dilaluinya nanti.