
"Wah kalian lagi ngomongin apa? Sepertinya seru" kata Kirana sembari duduk di samping sang suami
"Udah selesaikan pak, saya permisi" kata Wanita paruh baya itu beranjak dari duduknya kemudian berlalu dari hadapan kedua majikannya itu
"Gak ada kok sayang, hanya ngobrol biasa saja" jawab Dokter Perdi
Dokter Perdi melupakan sejenak masalah tadi karena tak ada juga yang harus dicurigai, mungkin baginya seseorang yang mengirim video itu ingin merusak rumah tangga mereka. Jadi takkan dipermasalahkannya hal itu, dirinya percaya bahwa sang istri sangat mencintainya jadi tak mungkin bermain api dibelakangnya.
Kirana dan Dokter Perdi pun memilih untuk berjalan-jalan di taman belakang sembari memberi makan ikan koi yang ada di kolam belakang yang terletak di taman belakang tersebut, mereka berdua sangat senang melihat ikan koi yang semakin besar.
Wanita paruh baya itu menginitip kedua majikannya dari balik jendela, dirinya bersyukur Kirana datang diwaktu yang tepat. Jadi dirinya tidak membuka aib Kirana apalagi ini soal masa lalu, dirinya begitu takut Kirana marah karena telah lancang menceritakan kepada Dokter Perdi yang seharus tidak boleh diceritakan.
Wanita paruh baya itu memutuskan untuk membersihkan dedaunan dihalaman depan, dari pada dirinya harus bertemu lagi dengan Dokter Perdi dan bisa-bisa Dokter Perdi bertanya hal yang tadi lagi. Wanita paruh baya itu begitu ketakutan dengan introgasi dari Dokter Perdi tadi, apalagi kalo dirinya salah menjawab bisa-bisa dirinya dipecat hari ini juga.
Setelah memberi makan ikan koi Kirana dan Dokter Perdi masuk kedalam rumah, lalu Kirana dan Dokter Perdi memutuskan untuk menonton tv kesukaan mereka sembari menyemil makanan khas Bandung yang mereka bawa kemarin.
"Ohh iya bukannya kamu mau memberikan ole-ole untuk para tetangga kita" kata Dokter Perdi mengingatkan sang istri
"Ya ampun, aku hampir lupa. Untung kamu ingatin" kata Kirana sembari menepuk jidatnya
"Ya udah, mumpung masih pagi" ujar Dokter Perdi
"Ahh iya, aku pamit keluar sebentar ya" kata Kirana mencium pipi sang suami sebelum berlalu dari hadapan sang suami.
Kirana dan wanita paru baya yang bekerja dirumah mereka itu pun membawa beberapa kantong plastik yang akan diberikannya pada para tetangga mereka, untung sore kemarin dirinya sudah memberikan pada anak-anak kos yang ngekos di tempat mereka jadi hanya sisa untuk para tetangga mereka.
__ADS_1
"Wah makasih ya Bu Kirana" ucap para tetangga setiap kali Kirana memberikan ole-ole itu.
Para tetangga Kirana itu kalo pagi begini masih ada dirumah, namun mungkin sebentar lagi mereka pergi bekerja. Para tetangga Kirana itu juga bekerja dari pagi hingga sore, jadi membuat Kirana jarang sekali bertemu ataupun mengobrol dengan mereka.
Waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, Wanita paruh baya yang bekerja dirumah Kirana dan Dokter Perdi pamit dengan kedua majikannya itu. Tak lupa Kirana juga memberikan ole-ole untuk wanita paruh baya itu dan bukan hanya makanan khas Bandung tapi ada juga beberapa kaos bertulisan Bandung untuk anak-anak wanita paruh baya itu.
Wanita paruh baya itu keluar dari rumah majikannya dengan menenteng satu kantong plastik yang berukuran sangat besar disebelah kanan dan yang satu lagi 3 paper bag disebelah kini, dirinya tersenyum sumringah mendapatkan ole-ole dari majikannya itu.
Semakin jauh wanita paruh baya itu melangkah, dirinya terkejut dengan seseorang yang ada dihadapannya sampai-sampai semua barang yang ditentengnya tadi terjatuh.
"Agam, ngapain lagi kamu kesini?" tanya Wanita paruh baya itu marah
"Tidak ada Bu de, aku hanya ingin memastikan saja bahwa Kirana sudah pulang dari Bandung" kata Agam tanpa dosa
Agam pun memilih diam, kemudian segera melajukan sepeda motor yang dikendarainya dan berlalu dari hadapan wanita paruh baya itu. Padahal niatnya yang habis beli nasi bungkus diluar tadi, mampir sebentar kerumah Kirana dan Dokter Perdi karena ingin melihat Kirana meskipun dari kejauhan.
.
.
Di tempat lain
Para karyawan restoran tempat sahabat-sahabatnya Kirana semakin hari semakin sibuk, bahkan restoran sekarang tak pernah tidak ramai para pengunjung. Membuat para karyawan akan selalu mengeluh lelah dan capek, namun Bu bos mereka juga takkan segan-segan memberikan bonus berupa uang serta memberi makan gratis pada seluruh karyawan restorannya.
Lili Fitri dan Novi pun sekarang tak pernah lagi membawa bekal, karena Bu bos mereka sudah mengumumkan akan memberi makan gratis sampai seterusnya meskipun nanti restoran ada waktu sepi.
__ADS_1
Saat ini waktu istirahat untuk para karyawan restoran, Mita memilih duluan makan karena dirinya sudah dari tadi mengerutu lelah dan lapar. Selama memasukan setiap makanan kemulutnya Mita membayangkan Kirana dan Dokter Perdi ribut, atau mungkin dipikiran Mita Kirana akan menangis karena sudah ketahuan bertemu dengan mantan kekasih tanpa sepengetahuan Dokter Perdi.
"Hahaha...." tawa Mita tak sabar melihat apa yang telah direncanakannya
"Kamu kenapa tiba-tiba tertawa, kayak orang gila saja" kata Yeyen memandangi Mita dengan dahi mengkerut
"Kamu tu yang gila" jawab Mita kemudian beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki ke toilet.
"Dia yang ketawa, tapi aku yang dibilang gila. Dasar kuntilanak" gerutu Yeyen setelah Mita masuk toilet
Entah mengapa rata-rata semua karyawan restoran memang tak begitu menyukai Mita, apalagi mereka semua tau Mita yang suka marag-marah dan mengatur padahal Mita sama seperti mereka hanya karyawan biasa. Sedangkan Lili yang sebagai manager saja tak pernah memarahi serta mengatur para karyawan lain, salahpun hanya ditegur biasa dan bicara baik-baik tidak seperti Mita yang mengalahi Bos.
Kini giliran Lili Fitri dan Novi yang istirahat untuk makan siang, mereka bertiga makan sembari mengobrol dan tertawa. Bahkan mereka bertiga juga kembali membahas rencana untuk memberi kejutan ulang tahun buat Kirana, mereka bertiga tidak boleh melupakan ulang tahun Kirana yang sebentar lagi.
"Kira-kira kita harus kasih kado gak buat Kirana?" tanya Novi kepada kedua sahabatnya itu
"Pengennya ngasih, tapi apa yang mau kita kasih buat Kirana. Secara sekarang dia itu mampu untuk beli apapun" kata Lili bingung
Fitri memikirkan sejenak perkataan kedua sahabatnya itu, benar apa kata Lili Kirana sekarang sangat mampu membeli apapun yang dia mau lalu apa yang harus mereka berikan.
"Aku ada ide, sini sini" ujar Fitri meminta kedua sahabatnya mendekatkan telinga, kemudian Fitri mulai membisikkan sesuatu di telinga kedua sahabatnya itu
"Wah bagus tu, pasti Kirana suka meski sederhana" jawab Lili sembari mengacungkan jempol tangannya
Dan dapat anggukan dari Novi.
__ADS_1