Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 111


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu keluarga Dokter Perdi pun tiba, kini semua para tamu yang di undang sudah mulai berdatangan termasuk sanak saudara Dokter Perdi yang jauh. Pembawa acara pun memulai acara tersebut, dari acara belum di mulai hingga saat ini Kirana masih berada di dekat sang suami.


Dirinya tak mau sedikit pun menjauh dari sang suami, apalagi keluarga besar Dokter Perdi entah itu dari pihak Ayahnya atau pun pihak Ibunya semua sudah ada disitu membuat Kirana agak takut karena belum tau semua karakter mereka. Acara tingkepan pun di mulai, Kirana terharu menyaksikan bagaimana adik iparnya sang suami di siram dengan air yang berisi bunga 7 rupa.


Dirinya yang berasal dari Palembang asli gak ada acara seperti itu, paling jika ingin membuat acara 7 bulanan dengan sekedar syukuran kecil-kecil seperti membaca ayat suci al-quran dan zikir bersama serta menyantuni anak yatim.


Setelah semua acara selesai, kini waktunya akan menyantap makanan. Namun sebelum menikmati hidangan para tamu dan sanak saudara Dokter Perdi memberikan doa kepada adik iparnya Dokter Perdi agar lahiran nanti dimudahkan serta keduanya selalu sehat, dan sekalian Dokter Perdi memperkenalkan sang istri pada para tetangga di Bandung dan sanak saudaranya yang kemarin ketika dirinya menikah tidak bisa hadir.


"Bukannya kalian menikah sudah setengah tahun lebih, kenapa istrimu belum hamil juga?" ceplos Kakaknya Ibu Dokter Perdi


"Doakan saja secepatnya segera diberi momongan" jawab Ibunya Dokter Perdi yang tak ingin sampai menantunya tersinggung akibat omongan Kakaknya itu


"Iya semoga aja secepatnya, harus diperiksa dulu itu rahim takutnya gak bisa hamil" kata Kakaknya Ibu Dokter Perdi kemudian berlalu begitu saja


Dokter Perdi memperkuat rangkulan di pinggang sang istri, karena dirinya lah yang harus selalu menjadi pelindung sang istri dari siapapun. Dirinya juga tak ingin sampai sang istri merasa terkucil hanya karena belum hamil saat ini, sedangkan Ibunya Dokter Perdi juga menggengam tangan Kirana agar menantunya itu tetap tegar dan kuat.


Kirana tetap berusaha sabar dengan omongan yang keluar dari mulut siapapun yang selalu menanyakan perihal dirinya kapan hamil, dulu tinggal dirumah kedua orang tuanya selalu ditanya kapan nikah ini kembali lagi pertanyaan itu ditanya walaupun sedikit berbeda dengan sebelumnya.


Acara makan disini dibagi dua, para laki-laki mengambil makanan dimeja sebelah kiri sedangkan para wanita dimeja sebelah kanan. Pada acara makan ini Dokter Perdi yang tak bisa bersama sang istri jadi dirinya memilih menitipkan sang istri kepada ipar-iparnya serta adik perempuannya, dan kakak iparnya juga menitipkan kedua anak laki-lakinya kepada Dokter Perdi.


Kirana dan iparnya sang suami serta adik perempuan sang suami mulai mengambil makanan yang terhidang di meja makan, saat sibuk mengambil makanan Kirana mendengar bisik-bisik sanak saudara serta para tetangga menghinanya yang tidak bisa hamil.

__ADS_1


"Kamu serius istrinya Perdi tidak bisa hamil" kata salah satu yang keluar dari mulut para wanita tukang gosip itu


"Iya seriuslah, lihat istrinya Jhon sudah hamil 7 bulan bukankah mereka menikah hanya berbeda 3 bulan sedangkan istrinya Perdi sampai detik ini belum juga hamil. Perhatikan saja perutnya yang dibalik jilbab panjangnya itu tidak ada tanda-tanda buncit, justru tubuhnya kelihatan banget langsing" kata Kakaknya Ibu Dokter Perdi


"Atau mungkin istrinya Perdi pakai obat pelangsing makanya belum hamil-hamil karena dia menjaga tubuhnya agar tidak melar kayak kita-kita" kata yang lain menimbuhi


Kirana pun yang malas mendengar hinaan untuk dirinya memilih berlalu dari hadapan para wanita bergosip itu setelah mengambil makanan, Kakak iparnya Dokter Perdi segera menyusul Kirana karena dirinya telah diamanahi Dokter Perdi untuk tetap bersama dengan Kirana.


Sedangkan Adik iparnya Dokter Perdi dan Adik perempuannya Dokter Perdi masih melanjutkan mengambil makanan tersebut, apalagi sudah ada Kakak iparnya Dokter Perdi yang menyusul Kirana jadi mereka tak perlu menyusul karena bagi mereka mungkin Kirana butuh waktu sendiri.


Kakak iparnya Dokter Perdi ikut duduk di samping Kirana yang sedang termenung sembari menatap makanannya yang ada dihadapannya yang diambilnya tadi, Kakak iparnya Dokter Perdi tau apa yang dirasakan Kirana saat ini segera dielusnya pundak Kirana agar Kirana tegar.


"Tidak usah diambil hati omongan mereka, anggap saja seperti angin berlalu" ujar Kakak iparnya Dokter Perdi masih mengelus pundak Kirana


"Mereka memang seperti itu, aku pernah ada di posisimu. Dikatain mereka mandul juga karena di tahun ke 3 pernikahan kami, aku baru hamil dan alhamdulilah lama menanti sekali dapat langsung 2" jelas Kakak iparnya Dokter Perdi menceritakan pengalamannya dulu


Kirana yang tadi hanya menunduk kini mengangkat kepalanya dan segera menoleh ke arah Kakak iparnya sang suami, dirinya ingin melihat kebenaran cerita itu di mata Kakak iparnya sang suami. Pikir Kirana mungkin Kakak iparnya sang suami hanya ingin membuatnya tegar, namun ternyata ada kebenaran di mata Kakak iparnya sang suami itu.


"Dan kamu enak hanya sesekali bisa datang ke Bandung, sedangkan aku dari awal menikah hingga sekarang tinggal dirumah mertua kita dan omongan gosip itu sudah jadi makanan sehari hariku semenjak tinggal disini" kata Kakak iparnya Dokter Perdi


"Memangnya kakak sudah berapa lama tinggal disini?" tanya Kirana baru menanggapi omongan Kakak iparnya Dokter Perdi

__ADS_1


"8 tahun" jawab Kakak iparnya Dokter Perdi


"Sudah lama sekali, tapi kakak tetap bertahan dengan segala omongan para tetangga disini" kata Kirana berbicara seperti anak kecil yang polos


Kakak iparnya Dokter Perdi menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Kirana barusan, baginya selagi kedua mertuanya beserta adik-adik iparnya tetap memperlakukannya dengan baik. Dirinya tak mempermasalahkan hal apapun, soalnya para tetangga dan sanak saudara suaminya yang jauh itu tak begitu mempengaruhi hidupnya jadi buat apa terlalu mempedulikan setiap omongan yang keluar dari mulut para tetangga yang hobi bergosip itu.


Setelah acara benar-benar selesai, Dokter Perdi mencari sang istri di kerumunan para wanita disitu sembari tetap mengandeng kedua keponakannya itu, setiap Kakaknya belum pulang dari dinas dirinya lah yang selalu membantu istri Kakaknya untuk menjaga kedua keponakannya itu termasuk hari ini karena kemarin Kakaknya mengabari bahwa tidak bisa pulang untuk saat ini.


Setiap ada acara keluarga ataupun dihari besar seperti idul fitri jarang sekali Kakaknya bisa berkumpul, tak bisa dipungkiri begitulah menjadi aparat negara kita harus rela jauh dari sanak saudara dan istri serta anak tercinta.


Saat terus berjalan, akhirnya Dokter Perdi menemukan sang istri yang sedang makan bersama Kakak iparnya itu. Dihampirinya kedua wanita yang sedang makan itu, kemudian ikut duduk disamping sang istri tercinta.


"Kenapa baru makan?" tanya Dokter Perdi


"Tadi sibuk ngobrol dengan Kakak, saking seru jadi lupa belum makan" jawab Kirana setelah menelan makanan terakhirnya


"Kalian sudah makan?" tanya Kakak iparnya Dokter Perdi


"Cudah ma" jawab Kedua keponakan Dokter Perdi kompak


"Anak pinter, ayo kita pergi dari sini. Biarin Om bersama Tante dulu" ujar Kakak iparnya Dokter Perdi sembari mengelus pucuk kepala kedua anaknya itu

__ADS_1


Mereka pun berlalu dari hadapan sepasang suami istri itu, saat ini Kirana belum mau menceritakan apapun yang terjadi tadi karena dirinya tidak ingin sampai sang suaminya murka terhadap para wanita yang menghina dirinya tadi.


__ADS_2