
Satu bulan kemudian
Malam hari
Setelah kejadian Andre yang memberi nomor hp kepada Lili namun tak dapat respon dari Lili, Andre jadi sering menghabiskan waktu makan siang di restoran tempat Lili bekerja dan pernah juga Andre mendatangi kontrakan Lili hingga pada akhirnya mereka berdua sekarang semakin hari semakin dekat dan bahkan sekarang juga mereka sudah jadi sepasang kekasih.
Hari-hari Lili sekarang lebih berwarna setelah mengenal sosok Andre yang humoris dan romantis itu, bahkan semakin kesini Andre seperti menunjukkan ketulusan dan keseriusan terhadap Lili membuat Lili semakin ingin segera menyusul sahabat-sahabatnya yang sudah bahagia bersama pasangan hidup masing-masing.
Yang membuat Lili semakin mencintai sosok laki-laki seperti Andre, setiap Lili pulang kerja Andre pasti mengajak Lili pergi keluar untuk menghabiskan waktu bersama meski sekedar nongkrong di cafe atau nonton bioskop dan jalan-jalan kemanapun yang penting berdua.
Padahal waktu Lili pacaran dengan mantan pacarnya yang dulu, Lili tak pernah merasakan di istimewakan seperti dirinya bersama Andre sekarang dan duku juga yang kelihatan terus mempertahankan hubungan Lili dan mantan pacarnya dulu yah Lili meski pada akhirnya hubungan mereka berakhir juga setelah mantan pacar di jodohkan dengan wanita pilihan kedua orang tua.
Tapi Lili tak merasa sedih sama sekali dengan kejadian dulu, justru dirinya sangat bersyukur yang artinya mereka memang tidak berjodoh dan Lili juga sempat berpikir jika mereka sampai ke jenjang serius bisa-bisa membuat Lili mati di usia muda menghadapi mantan pacarnya yang egois itu.
Dan sekarang Lili justru begitu bahagia setelah menemukan laki-laki yang tepat seperti sosok Andre, benar kata pepatah jika kita di tangan laki-laki yang baik kita akan menjadi sebuah berlian atau menjadi ratu namun jika kita di tangan laki-laki yang tidak baik kita akan menjadi sebuah sampah atau menjadi babu.
"Senyam senyum terus, memikirkan pujaan hati gak berhenti-henti dari tadi" kata Novi menegur Lili yang sedang duduk di atas kasur sembari bersandaran di dinding
"Ihh apaan sih, namanya juga orang lagi jatuh cinta" jawab Lili mengerucutkan bibirnya
"Ulu-ulu gemes banget adik kecil ini" kata Novi sembari mencubit kedua pipi Lili
Lili yang merasa pipinya di cubit gemas oleh Novi segera berusaha melepaskan tangan Novi dari pipinya yang mulai terasa sakit, setelah terlepas Lili terus mengelus pipinya yang mungkin sedikit merah karena ulah Novi barusan. Novi justru menertawakan Lili, baginya lucu sekali melihat wajah Lili seperti itu ditambah bibir Lili yang dari tadi mengerucut membuat Novi sampai memegang perut saking sakit karena terus tertawa.
"Udah akh, aku mau tidur. Malas ngeladeni kamu" kata Lili yang pura-pura merajuk sembari berbaring membelakangi Novi
__ADS_1
"Lili kamu marah dengan aku?" tanya Novi sembari memegang bahu Lili
"Udah aku mau tidur ngantuk" jawab Lili dibuat-buatnya ketus
"Ya udah deh, maaf ya aku kan cuma bercanda" kata Novi yang mulai merasa bersalah dan ikut berbaring membelakangi Lili
Lili segera mengubah posisinya sekarang menghadap Novi meski Novi membelakanginya, Lili memeluk Novi dari belakang dirinya tak ingin sahabatnya itu merasa bersalah padahal dirinya juga tengah menjahili Novi.
"Lili kamu gak marah lagi?" tanya Novi yang mengubah posisi menghadap Lili
"Siapa yang marah, aku hanya bercanda. Memangnya cuma kamu yang bisa bercanda" kata Lili sembari tersenyum yang menampakan gigi putih yang rapi itu
"Ahh iya, kita gak boleh marahan karena sekarang kita hanya tinggal berdua" kata Novi
"Iya benar, kita hanya berdua. Jadi ayo tidur besok kita harus bekerja lagi" kata Lili
.
.
Di tempat lain
Kirana sebenarnya sudah kembali dua minggu yang lalu ke Jakarta, dirinya hanya saja belum mengabari Lili dan Novi yang selalu berusaha mencari tahu kabar dirinya. Kirana sengaja belum memberitahu karena dirinya tak ingin kedua sahabatnya berkunjung ke rumahnya, serta tau apa yang terjadi sebenarnya kepada dirinya sekarang dirinya tak ingin kedua sahanatnya jadi khawatir.
Hanya sang suami dan wanita paruh baya yang bekerja di rumah mereka yang tau dirinya sebenarnya ke Singapore berobat bukan habis bulan madu, meski di Singapore Kirana dan sang suami juga sempat menghabiskan jalan-jalan kemarin sebelum dirinya melakukan operasi namun tetap saja rasanya berbeda.
__ADS_1
Bahkan keluarganya maupun keluarga sang suami tidak tau apa-apa perihal ini, apalagi sahabat-sahabatnya ya karena itu Kirana tak ingin orang-orang mengkhawatirkannya. Saat ini Kirana juga sudah mulai lebih baik meski belum sembuh seperti sedia kala, namun Kirana bersyukur akhirnya operasi itu berhasil dan kini mereka berdua tinggal berdoa kepada MAHA KUASA agar segera diberi momongan.
"Sayang, kok belum tidur?" tanya Dokter Perdi yang baru pulang dari rumah tetangga yang sedang yasinan
"Belum ngantuk, sekalian nunggui kamu" jawab Kirana sembari tersenyum menatap sang suami
Dokter Perdi segera mengganti baju koko yang di pakainya sholat isya di masjid dan pergi acara yasinan tadi dengan baju santai yaitu kaos oblong yang di padukan dengan boxer hadalan ketika hendak tidur, Dokter Perdi memghampiri sang istri yang sedang duduk bersandaran dengan sandaran ranjang.
Kirana mencium punggung tangan sang suami dan di balas Dokter Perdi dengan ciuman di pucuk kepala sang istri sembari mengelus rambut sang istri dengan pelan, Kirana membenamkan kepalanya di dada bidang sang suami. Dirinya merasa itu tempat ternyaman ketika dirinya bersama sang suami, Dokter Perdi masih fokus mengelus rambut sang istri meski sesekali mengelus wajah halus milik sang istri.
"Semoga kita secepatnya di beri momongan ya sayang, setelah kita sudah berusaha" kata Kirana sembari mendongakkan kepalanya menatap sang suami dengan penuh cinta
"Aaamiiin, semoga saja" jawab Dokter Perdi yang juga menatap sang istri dengan penuh cinta
"Kalo seandainya aku hamil, kamu mau anak perempuan atau laki-laki?" tanya Kirana yang masih menatap sang suami
"Hemm,, gimana ya. Menurutku perempuan laki-laki sama aja asalkan dari cinta kita berdua" jawab Dokter Perdi
"Iya juga, tapi aku pengen anak perempuan" kata Kirana
"Kenapa ingin anak perempuan?" tanya Dokter Perdi
"Biar bisa bantu aku masak, hehehe" jawab Kirana sembari nyengir
"Iya terserah, jadi sekarang kita istirahat biar kamu cepat sembuh dan bisa secepatnya bikin dedek bayi" kata Dokter Perdi sembari mengubah posisinya yang tadi nya duduk sekarang berbaring
__ADS_1
"Ihh pikiran kamu itu selalu mesum" kata Kirana ketus dan ikut berbaring dekat sang suami
Dokter Perdi hanya menyunggingkan senyuman mendengar perkataan sang istri barusan, kemudian Dokter Perdi segera memeluk sang istri lalu mulai memejamkan kedua matanya dan Kirana pun ikutan dengan sang suami memejamkan kedua matanya.