
Dari kemarin Kirana dan adiknya yang dibawah Kirana sibuk kesana kemari mempersiapkan segalanya untuk acara pernikahannya dengan Dokter Perdi nanti dari undangan yang harus segera dicetak, mencari jasa make-up pengantin serta dekorasi penikahannya.
Ayah dan ibunya Kirana sudah melarang Kirana untuk turun tangan mempersiapkan segalanya, namun tak bisa dipungkiri jauh dari sanak saudaranya membuat dirinya kesulitan mau tak mau harus turun tangan juga.
Kirana tak mempermasalahkan hal ini karena dulu waktu kakak pertamanya menikah juga Kirana yang mengurus semuanya, ini kembali lagi dirinya harus mengurus sendiri meski ada adiknya tapi Kirana tetap ingin mengurus sendiri dirinya takut jika orang lain yang mengurus acara penikahannya dengan Dokter Perdi jadi tak sesuai dengan apa yang dirinya inginkan.
Setelah selesai dari percetakan undangan, kini Kirana duduk bersandar di kursi ruang keluarga sembari mata dan tangannya masih sibuk dengan hp yang dari tadi dimainkannya. Kirana terus menggeser layar hpnya mencari jasa make-up yang sudah sering dipakai orang lain jasanya, dirinya mencoba mengirim pesan messenger dengan salah satu jasa make-up yang dipilih Kirana.
(Assalamualaikum) Kirana
Beruntungnya facebook jasa make-up itu sedang online jadi tak perlu lama Kirana menunggu balasnya.
(Walaikumsalam, apa ada yang bisa dibantu?) Sanggar Putri
(Iya kakak, nau tanya tanggal 01 januari 2020, apakah ada yang memakai jasa kakak) Kirana
(Iya mbak, maaf sebelumnya tanggal tersebut sudah ada yang memakai jasa kita) Sanggar Putri
(Oke terima kasih infonya kak) Kirana
(Iya sama-sama kak) Sanggar Putri
Kirana kecewa padahal dirinya udah jauh-jauh hari mengkhayal memakai jasa make-up dan dekorasi dari Sanggar Ayu, Kirana dapat facebook Sanggar Ayu dari teman SMP nya yang menikah memposting foto sembari menandai jasa make-up Sanggar Ayu semenjak itulah Kirana sering melihat-lihat postingan Sanggar Ayu yang memposting foto-foto pengantin yang cantik serta anggun.
Kirana yang kecewa akhirnya keluar dari facebook beralih memilih aplikasi instagram miliknya, Kirana melihat-lihat foto pengantin yang memakai cadar meski wajahnya tertutup tetap kelihatan cantik sembari membayangkan dirinya yang ada difoto tersebut.
Ditempat lain Dokter Perdi saat ini justru pergi liburan bersama sahabatnya, kemarin Dokter Perdi sempat menolak karena dirinya tak mau berpergian jauh-jauh takut kelelahan apalagi menuju hari H pernikahannya dengan Kirana tinggal menghitung dengan jari.
__ADS_1
Tapi karena sahabatnya terus memaksa akhirnya disetujui Dokter Perdi, Dokter Perdi dan sahabatnya sibuk mengabadikan foto mereka ketika dipantai ditambah lagi saat gelombang air pantai naik itu menjadi background yang sangat indah menurut mereka.
Sekian lama Dokter Perdi dan sahabatnya berada dipantai matahari juga sudah semakin naik menunjukan bahwa sudah siang dan sudah waktunya makan siang ditambah bentar lagi juga adzan dzuhur berkumandang, mereka memutuskan untuk mencari makanan terlebih dahulu selagi adzan dzuhur belum berkumandang.
Dokter Perdi dan sahabatnya sudah menemukan restoran yang dekat dengan pantai, mereka juga berniat akan kembali kepantai lagi setelah sholat dzuhur karena mereka berdua masih belum puas bermain dipantai tadi.
Setelah mereka berdua masuk restoran itu, mereka langsung memesan makanan dengan pelayan restoran. Tak butuh waktu lama makanan yang mereka pesan sudah datang, Dokter Perdi dan sahabatnya mulai menyantap serta menikmati makanan yang ada dihadapan mereka.
Selesai makan dan setelah membayar makanan yang mereka makan, Dokter Perdi dan sahabatnya segera pergi dari restoran tersebut dan berjalan menuju masjid yang tak jauh dari restoran itu.
Adzan dzuhur berkumandang tepat ketika mereka sedang duduk yang ingin melepas sepatu, Dokter Perdi dan sahabatnya melangkahkan kaki ke arah tempat wudhu laki-laki. Begitu banyak yang mengambil air wudhu sehingga mereka berdua harus mengantri, hari ini tepatnya hari libur makanya banyak orang liburan dipantai ini makanya masjid tersebut sampai penuh orang mau menunaikan ibadah.
Setelah iqamah dikumandangkan tanda sholat ingin dimulai semua jamaah merapikan sop sholat kemudian mulai mengerjakan sholat setelah imam memulai terlebih dahulu, semua jamaah mengerjakan sholat dengan begitu khusyuk.
Setelah selesai mengerjakan sholat semua yang ada di dalam masjid satu persatu mulai keluar meninggalkan masjid itu, Dokter Perdi dan sahabatnya yang kekenyangan ketika makan tadi memutuskan untuk istirahat sejenak di masjid tersebut.
(Sahabat seperjuangan)
Entah mengapa bisa kebetulan Kirana sedang online sehingga bisa melihat postingan Dokter Perdi itu dan tanpa menunggu lama Kirana pun langsung mengomentari postingan Dokter Perdi.
(Kakak dimana?) Kirana
Dokter Perdi yang masih online langsung membaca pesan whatsapp dari Kirana, tak butuh waktu lama Dokter Perdi segera membalas pesan whatsapp dari Kirana.
(Dipantai) Kak Perdi
(Kenapa pergi jauh-jauh, nanti capek loh) Kirana
__ADS_1
(Tenang aja, aman kok. Gak bakal kecapean) Kak Perdi
(Ya udah, titip salam buat Kak Al) Kirana
(Oke, nanti aku sampaikan dengan Al. Ni orangnya ada disampingku) Kak Perdi.
Mereka berdua masih terus chattingan melalui pesan whatsapp hingga tak tau lagi sudah berapa lama mereka berdua chattingan hingga sahabatnya Dokter Perdi menegur Dokter Perdi yang sibuk dengan hpnya tanpa menghiraukan dirinya yang dari tadi memanggil.
Setelah mengakhiri chattingan dengan Kirana, Dokter Perdi dan sahabatnya melanjutkan jalan-jalan di tepi pantai sembari menunggu matahari terbenam.
Kini Dokter Perdi dan sahabatnya sudah kembali ke hotel tempat penginapan mereka malam ini, Dokter Perdi yang sudah sangat gerah langsung melangkahkan kaki ke kamar mandi yang ada di dalam kamar hotel tersebut.
Selesai mandi kini giliran sahabatnya Dokter Perdi masuk kamar mandi, selama menunggu makan malam mereka belum diantara oleh pelayan hotel. Dokter Perdi berbaring sejenak di atas sembari bermain hp dan berselancar di sosial media.
Drrt...drrt...drrt
Bunyi hp Dokter Perdi, Kirana menelepon Dokter Perdi memastikan bahwa calon suaminya itu sudah tak berkeliaran lagi di jalan. Dokter Perdi yang melihat Kirana menelepon melalui aplikasi whatsapp segera di terimanya dan langsung diubah mencari panggilan video.
Kirana yang sedang dalam kamar tidurnya tanpa memakai cadar segera mengambil cadarnya yang tergantung di gantungan pintu kamar, lalu dipakainya cadar tersebut dan menerima panggilan video dari Dokter Perdi.
"Assalamualaikum" kata Dokter Perdi setelah sambungan terhubung
"Walaikumsalam, dimana kakak sekarang" kata Kirana sembari memperhatikan tempat yang dikunjungi Dokter Perdi
"Udah dikamar hotel, kamu lagi apa?" kata Dokter Perdi
"Lagi santai aja" jawab Kirana
__ADS_1
Kirana dan Dokter Perdi terus berbincang sampai sahabatnya Dokter Perdi keluar dari kamar mandi dan bertepatan pintu kamar hotel mereka di ketuk oleh pelayan hotel yang mengantarkan makanan buat mereka berdua, Dokter Perdi mengakhiri panggilan videonya dengan Kirana setelah meminta izin untuk makan malam terlebih dahulu.