
Keesokan harinya Kirana yang sudah bangun lebih awal dari sahabat-sahabatnya yang sudah mandi sebelum subuh tadi dan juga sudah mengerjakan sholat subuh kini sibuk di dapur ingin memasak makanan untuk sarapan mereka pagi ini beserta makanan yang akan dibawa mereka saat bekerja nanti.
Sedangkan sahabat-sahabatnya yang sudah selesai mengerjakan sholat subuh kini bergiliran masuk kamar mandi untuk membersihkan diri masing-masing, setelah mereka semua selesai mandi. Mereka berempat mulai sarapan dengan nasi goreng yang di masak Kirana tadi, sahabat-sahabatnya begitu menikmati nasi goreng tersebut hingga tak sadar bahwa nasi goreng yang ada di piring mereka sudah pada habis.
Sahabat-sahabatnya Kirana masih menyuapkan sendok kedalam mulut mereka yang padahal sudah tidak ada apa-apa hingga mereka sadar bahwa piring mereka ternyata telah kosong mereka pun tertawa, Kirana hanya geleng-geleng sembari tersenyum melihat kekonyolan sahabat-sahabatnya itu.
Kirana dan sahabat-sahabatnya kini merapikan pakaian mereka dan jilbab mereka, mereka semua ingin bersiap-siap berangkat kerja. Kirana masih terduduk di dalam kamar sembari terus memperhatikan wajahnya di pantulan cermin yang dipegangnya, sahabat-sahabatnya yang dari tadi menunggu Kirana di depan kontrakan mulai merasa bosan karena dari tadi Kirana belum juga keluar.
Lili segera masuk kontrakan dan ingin menghampiri Kirana yang ada di dalam kamar, ketika Lili masuk kamar dirinya begitu kaget melihat Kirana yang memakai niqab. Lili yang tadinya mau marah pun tidak jadi, dirinya justru kembali keluar dari kontrakan dan menemui Fitri beserta Novi yang masih menunggu di depan.
"Mana Kirana" tanya Novi saat melihat Lili yang keluar sendirian
"Bentar lagi keluar" jawab Lili bersamaan Kirana yang muncul di balik pintu
Fitri dan Novi begitu kaget melihat Kirana yang memakai niqab, bagaimana sahabat-sahabatnya Kirana tidak kaget karena tak ada omongan apapun dari Kirana jika dirinya berniat memakai niqab bahkan sahabat-sahabatnya memang merasa semenjak habis libur lebaran kemarin Kirana memang lebih banyak diam ngomong pun seperlunya saja mereka memang merasa sekarang Kirana orangnya semakin tertutup makanya sulit menebak jalan pikirannya.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat, maaf ya agak lama" kata Kirana mencairkan suasana yang begitu canggung
Kirana dan sahabat-sahabatnya sudah pergi dari kontrakan mereka menuju restoran tempat mereka bekerja, tak lama mereka pun tiba. Kirana segera membuka gembok yang melekat di rolling door restoran dengan kunci yang dipegangnya dan segera masuk restoran setelah pintu dibukanya.
Kirana berjalan menuju mejanya kemudian mengambil buku absen dan meletakan buku absen itu di atas mejanya sembari menunggu para karyawan datang untuk mengabsen nama mereka masing-masing, para karyawan yang mulai berdatang melihat Kirana yang memakai niqab saat ini hanya merasa heran dengan perubahan Kirana.
"Jangan sampe gak istiqomah ya ukhti, jangan sampai nanti buka lagi tu niqab" kata Mita sembari berlalu dari hadapan Kirana
"Insyaallah bisa istiqomah" jawab Kirana sembari menganggukkan kepalanya
"Kirana kenapa sekarang semakin tertutup saja ya dengan kita" kata Novi yang memulai percakapan
"Gak bisa juga kita memaksanya, yang paling dekat dengan Kirana itu Sevia. Dulu Kirana itu lebih suka bercerita dengan Sevia kalo dengan aku ataupun Lili itu sangat jarang" jelas Fitri
"Ohh gitu, pantas semenjak gak ada Sevia. Kirana memang lebih banyak diam ditambah dia putus dengan Agam mungkin itu yang membuatnya semakin tertutup" kata Novi
__ADS_1
"Bisa jadi, kita sebagai sahabat hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. Semoga dia istiqomah dengan pilihannya sekarang" kata Fitri
Kirana yang ingin mengecek bahan-bahan dapur yang di beli pagi tadi, dirinya bentar lagi hampir tiba di gudang bahan-bahan dapur menghentikan langkahnya ketika mendengar semua pembicaraan Fitri dan Novi barusan, dirinya juga merasa bersalah dengan sahabat-sahabatnya mengapa tak memberi tau keinginan dirinya yang ingin memakai niqab sekarang dan seterusnya.
Kirana pun mengurungkan niatnya yang ingin mengecek bahan-bahan dapur, memilih pergi dari gudang tersebut dan kembali ke tempat duduknya. Para pengunjung juga sudah mulai berdatangan untuk makan di restoran itu, ya seperti biasa karyawan mulai sibuk.
"Masyaallah, Kirana ini kamu kan" kata seorang wanita paruh baya
"Oh iya, Ustadzah kok masih bisa mengenali Kirana" tanya Kirana sembari mencium tangan Ustadzah guru di pesantren Kirana
"Iya masak Ustadzah lupa dengan anak didik sendiri meski memakai niqab" kata Ustadzah
"Akkhh iya, ayo Ustadzah mau makan apa" kata Kirana sembari mengiring Ustadzah untuk duduk di kursi
Setelah Kirana mencatat pesanan Ustadzah, dirinya segera memberikan catatan itu dengan karyawan lain untuk diberikan ke bagian belakang. Kirana kembali mengobrol dengan Ustadzahnya panjang lebar hingga makanan yang dipesan Ustadzahnya datang, Kirana pun mempersilakan Ustadzahnya makan dan hendak pergi namun ditahan Ustadzahnya karena Ustadzahnya minta ditemani.
__ADS_1