Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 106


__ADS_3

"Gila banget tu Agam" ceplos Lili setelah mendengar cerita Kirana tentang Agam yang menemui Kirana pagi tadi saat suaminya Kirana sedang tidak ada dirumah.


"Udahlah yang penting Agam juga udah janji gak akan ganggu kamu lagi" kata Fitri


"Semoga rumah tanggamu selalu baik-baik saja, tidak ada orang ketiga" kata Novi sembari mengelus pundak Kirana


Kirana terdiam mendengar perkataan Novi, rumah tangganya memang baik-baik saja saat ini namun dirinya sedang waspada dengan Mita karena wanita itu sedang berniat akan menganggu rumah tangganya.


Kirana memang tak menceritakan soal masalah Mita kepada sahabat-sahabatnya, dirinya tak ingin membuat sahabat-sahabatnya khawatir. Apalagi saat ini belum ada tanda-tanda Mita membuat masalah, makanya dirinya biasa saja sekarang.


Waktu terus berjalan, Fitri dan Novi pun mulai merasakan kantuk. Kirana menyuruh kedua sahabatnya itu untuk beristirahat karena besok pagi harus kembali bekerja, Fitri dan Novi pun mengangguk kemudian masuk kamar tidur. Mereka berdua segera berbaring diatas tempat tidur yang begitu empuk berbeda dengan kasur mereka yang ada dikontrakan, lalu mereka berdua mulai memejamkan mata untuk tidur.


Diluar kamar masih tersisa Kirana dan Lili, Lili yang kebetulan besok mendapat jadwal libur jadi masih mau melanjutkan acara nonton drama korea di tv. Mereka berdua begitu fokus sama film yang ada dihadapan mereka, saat adegan menangis tiba-tiba Lili ikut menangis sontak Kirana menoleh melihat sahabatnya itu.


"Ada-ada aja kamu ni Li, itukan cuma film. Hahaha" kata Kirana sambil menepuk-nepuk kursi kosong yang disampingnya saking lucu melihat ekspresi Lili yang menangis


"Hahaha. Lihat tu ingusmu udah hampir masuk mulut" kata Kirana kembali tertawa terbahak-bahak ketika melihat ada cairan benih keluar dari lobang hidung Lili


Lili beranjak dari duduknya ingin mengambil tisu yang ada diatas meja makan, saat tangannya hendak mengambil, Kirana terlebih dahulu mengambil tisu itu dan berlari sembari membawa tisu itu.


"Ambil sini, wehh..." kata Kirana sembari menjellerkan lidahnya


"Ck.. Kirana aku cuma mau minta selembar" kata Lili berdecak kesal sembari menghentakkan kakinya


"Kayaknya bagus kalo diabadikan, foto kamu sedang menangis sambil ingusnya meler" kata Kirana sembari mengeluarkan hp dan memotret wajah Lili dari kejauhan


"Ihh, kamu tu ngeselin banget sih. Kirana" kata Lili pergi dari hadapan Kirana dan memilih masuk kamar mandi

__ADS_1


Lili membersihkan ingus dan sisa air matanya dengan tisu kamar mandi, kemudian membasuh wajahnya dengan air. Sedangkan Kirana meletakan kembali tisu itu ditempat semula, kemudian duduk dikursi makan sembari melihat beberapa foto Lili yang sedang menangis sambil ingusan.


Kirana kembali tertawa ternyata ada satu foto itu yang sangat jelas gambarnya, foto tersebut akan disimpannya dan akan ditunjukkan dengan Lili suatu saat nanti. Lili keluar dari kamar mandi dengan wajah masih kesal karena Kirana sudah begitu jahil dengan dirinya, Kirana mendekati sahabatnya itu.


"Maaf Li, kan cuma bercanda" kata Kirana sembari memegang tangan Lili


"Iya, aku mau ke kamar ngantuk mau tidur" kata Lili agak ketus karena masih kesal


"Tidur dengar aku saja, dikamar kami" ujar Kirana menarik tangan Lili


"Gak akhh, gak enak masak aku tidur dikamar yang menjadi saksi percintaan kalian" kata Lili sedikit mengejek


"Ya udah kalo gak mau, aku tidur sendirian aja" jawab Kirana pergi meninggalkan Lili dan berjalan menuju kamarnya.


Sebelum Kirana semakin jauh, Lili segera berlari menyusul Kirana kemudian mengandeng tangan Kirana dan ikut masuk kamar utama yang ditempati Kirana dan Dokter Perdi.


Saat sudah didalam kamar, mereka berdua segera berbaring diatas ranjang. Lalu mulai memejamkan mata, hingga Kirana dan Lili pun terlelap seperti kedua sahabatnya yang sudah tertidur dari tadi.


.


.


Kirana membuka kedua matanya saat mendengar suara adzan, kemudian beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Dirinya segera mengambil air wudhu, lalu keluar dari kamar mandi. Sebelum menunaikan sholat dirinya membangunkan Lili terlebih dahulu, Lili pun membuka kedua matanya saat mendengar Kirana memanggil namanya.


Kirana mulai mengerjakan sholat sunah sebelum subuh, setelah itu mengerjakan sholat fardhu. Selesai sholat seperti biasa Kirana menyempatkan diri untuk membaca al-quran surah al-waqi'ah karena sangat besar manfaatnya jika dibaca setelah sholat subuh, sedangkan Lili baru mengerjakan sholat subuh.


Setelah itu Kirana keluar dari kamar menuju dapur, dirinya mulai mengeluarkan bahan-bahan dari dalam kulkas ingin segera masak untuk sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


"Aku mau bantu boleh?" tanya Fitri saat sudah ada didekat Kirana


"Tentu saja boleh" jawab Kirana sembari menyerahkan wadah yang berisi sayur kepada Fitri yang akan dibersihkan


Fitri menerima wadah yang berisi sayur tersebut, kemudian mulai membersihkan sayuran itu dan dicucinya diwastafel. Selang berapa menit Lili dan Novi juga menghampiri Kirana dan Fitri yang sudah sibuk didapur dari tadi, mereka berdua tak bisa membantu karena semuanya sudah hampir selesai.


Kini Fitri dan Novi kembali ke kamar untuk membersihkan diri, selesai semua mereka berdua bersiap-siap akan berangkat kerja. Namun sebelum berangkat kerja Kirana meminta Fitri dan Novi untuk sarapan terlebih dahulu, dan Kirana serta ketiga sahabatnya pun mulai sarapan.


Waktu telah menunjukan hampir pukul 7 pagi, Fitri dan Novi yang sudah dijalan akan kerestoran tempat mereka bekerja, namun mereka berdua memutuskan untuk kekontrakkan mereka dahulu karena ingin mengganti baju mereka. Apalagi saat ini mereka masih memakai baju kerja mereka kemarin, soalnya menginap dirumah Kirana semalam mereka tak membawa persiapan apapun.


Setelah dari kontrakan mereka, kini Fitri dan Novi sudah tiba direstoran tempat mereka bekerja. Setelah memarkirkan sepeda motor yang mereka kendarai, mereka berdua berjalan masuk restoran dan tak lupa menulis nama mereka dibuka absen.


Kemudian Mita juga baru datang, Mita memarkirkan sepeda motornya juga ditempat parkir khusus parkiran karyawan restoran.


"Sepertinya sepeda motor ini baru" kata Mita memperhatikan dan mengelilingi sepeda motor keluaran terbaru ditahun ini yang ada disamping sepeda motornya


"Kirana" kata Mita saat melihat tulisan nama Kirana di body sepeda motor itu


Mita yang takut terlambat segera masuk restoran dan tak lupa juga menulis namanya dibuku absen, lalu dirinya menuju tempat kerjanya dan mulai mengerjakan tugasnya seperti yang lain.


"Ehh, Mita kamu tau gak semalam Kirana kesini" kata Yeyen saat melihat Mita yang baru datang


"Ngapain tu anak kesini?" tanya Mita


"Dengar-dengar dari karyawan lain, Kirana ngajak semua sahabatnya nginep dirumah barunya" jelas Yeyen


Mita hanya mengangguk kemudian berlalu dari hadapan Yeyen, dirinya berpikir pantas saja didepan ada sepeda motor milik Kirana ternyata sahabat-sahabatnya yang memakainya sekarang.

__ADS_1


Kemarin Mita pulang duluan karena ibunya masuk rumah sakit makanya izin pulang cepat, itulah mengapa dirinya tak tau menau kalo Kirana kesini. Mita kembali mengerjakan tugasnya, saat ini dirinya memang belum bereaksi untuk menghancurkan rumah tangga Kirana.


"Tunggu saja tanggal mainnya, Kirana" kata Mita tersenyum licik


__ADS_2