Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 126


__ADS_3

Berapa hari kemudian


"Sayang malam ini kita makan diluar aja ya" kata Dokter Perdi saat baru pulang dari masjid habis sholat magrib menghampiri sang istri yang ada di dapur


"Kenapa gak bilang dari sore tadi sih, jadi gak perlu repot-repot aku masak" jawab Kirana ketus karena menurutnya sang suami seperti tak menghargai masakannya.


"Udah akhh bawel, kalo kamu mau makan sendiri dirumah silahkan. Aku mau makan diluar" ujar Dokter Perdi dengan nada suara agak kasar sembari membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kaki ke arah pintu depan


"Iya sudah aku ikut" kata Kirana mengalah yang sebenarnya hatinya begitu kesal


Dokter Perdi sudah duluan masuk mobil, Kirana segera menyusul sang suami dirinya agak lambat karena baru selesai mengunci pintu rumah mereka. Tiba di dekat mobil Kirana langsung membuka pintu mobil, tanpa aba-aba Kirana menutup pintu mobil dengan begitu keras.


Dokter Perdi yang tadi tersenyum melihat sang istri ngambek jadi terkejut ketika mendengar pintu mobil dibanting oleh sang istri, seketika senyumnya hilang dan Dokter Perdi kembali menampakkan wajah yang datar namun sebenarnya dihatinya ingin sekali tertawa.


Mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah megah yang bercat warna abu-abu itu, tak ada obrolan apapun yang keluar dari mulut kedua manusia yang ada di dalam mobil itu. Hanya terdengar bunyi mobil dari luar yang berlalu-lalang serta bunyi klakson mobil orang-orang, mobil yang dikendarai Kirana dan Dokter Perdi masuk ke area parkiran restoran dimana sahabat-sahabatnya Kirana bekerja.


Raut wajah Kirana yang tadinya begitu kesal kini berubah jadi ceria saat tau sang suami mengajaknya makan di restoran tempat sahabat-sahabatnya Kirana bekerja, tanpa mempedulikan sang suami yang masih berdiri di dekat mobil, Kirana sudah nyelonong masuk ke dalam restoran.


Dokter Perdi pun melangkahkan kakinya setelah mengunci mobilnya, dirinya segera menyusul sang istri yang sudah meninggalkannya begitu saja. Dokter Perdi menoleh kesana kemari mencari sosok sang istri, saat dilihatnya di salah satu kursi ada sang istri yang sudah duduk dan dihampirinya sang istri yang sibuk dengan buku menu.


Dokter Perdi ikut duduk di samping sang istri, mereka berdua segera memesan makanan. Kirana yang kebelet pun pamit dengan sang suami ingin ke toilet sebentar, belum tiba di area toilet Kirana bertemu salah satu sahabatnya.


"Novi" panggil Kirana


Novi seketika menoleh, saat dilihatnya Kirana yang memanggilnya Novi berlalu begitu saja. Kirana yang melihat Novi tak mendekatinya segera kembali melangkahkan kakinya yang sempat terhenti dirinya ingin segera menyelesaikan hajatnya, setelah itu Kirana keluar dari toilet dan tanpa di minta salah satu sahabatnya muncul lagi.

__ADS_1


"Fitri, aku kangen loh dengan kalian" kata Kirana memeluk sahabatnya itu tapi tak dapat balasan apapun dari Fitri


"Maaf ya, badanku kotor" kata Fitri yang melepaskan pelukan Kirana


"Ohh begitu, kalian kok gak pernah muncul lagi sih di grup. Aku kan kangen" kata Kirana


"Aku pergi dulu ya, aku sedang sibuk" kata Fitri berlalu begitu saja dari hadapan Kirana


Lagi-lagi Kirana dapat perlakuaan seperti itu kepada kedua sahabatnya, hati Kirana rasanya sakit dicuekin kedua sahabatnya ditambah tadi sang suami berkata agak kasar dengan dirinya.


Air mata Kirana sudah mengenang di pelupuk matanya, secepatnya Kirana menghapus air matanya. Dirinya tak mau kelihatan sedih di depan orang-orang, apalagi saat ini dirinya sedang di tempat umum. Kirana segera pergi dari toilet dan ingin kembali ke tempat duduknya, perutnya juga mulai meronta minta diisi.


Tiba di kursi yang mereka tempati, Kirana kembali dibuat terkejut oleh sang suami.


"Sayang, kok kamu makan duluan gak nunggu-nunggu aku" kata Kirana sembari duduk dikursi


Kirana pun segera makan dengan sangat cepat, dirinya merasa heran mengapa sang suami duluan makan bahkan makanan yang dipesan sang suami sudah habis tak bersisa sedikitpun padahal dirinya ke toilet tadi hanya 15 menit tidak sampai berjam-jam.


"Huukk...huukk..." Kirana tersendak gara-gara makan terlalu cepat dan pikiran kemana-mana


"Ini minum, makanya makan itu pikiran jangan keman-mana. Fokus makan saja" kata Dokter Perdi sembari memberikan gelas yang berisi air minum


Kirana menerima gelas tersebut, kemudian langsung di minumnya air itu hingga tak bersisa.


"Haus apa rakus" ceplos Dokter Perdi tanpa dosa

__ADS_1


Sontak semua mata para pengunjung menoleh kedua pasangan suami istri itu, mereka mulai berbisik-bisik entah apa yang di bisikkan. Kirana yang mendengar ucapan sang suami serta mata para pengunjung memandang dirinya seperti begitu hina, Kirana pun segera beranjak dan keluar dari restoran.


Kirana tak tau harus kemana, air matanya juga akhirnya jatuh tanpa diminta. Kirana tidak tau apapun yang salah dari dirinya, sehingga sahabat-sahabatnya dan sang suami seperti begitu membencinya. Kirana terus berjalan entah sudah sejauh mana dirinya berjalan, tak ada rasa lelah yang terasa yang ada rasa sakit dihatinya begitu dalam.


Dokter Perdi sebenarnya hanya bercanda berkata seperti itu tadi, tapi dirinya tak tau kalo sang istri ternyata tersinggung. Dokter Perdi terus melajukan mobilnya menyusuri jalan-jalan yang semakin ramai oleh mobil-mobil yang lalu-lalang, dirinya melihat sosok sang istri sedang duduk di halte bus segera dirinya mendekati sang istri.


"Sayang maaf, tadi aku bukan maksud menghina tapi mau bercanda" kata Dokter Perdi berdiri dihadapan sang istri


Kirana menonggakan kepalanya, dilihatnya sang suami yang ada dihadapannya. Kirana segera berdiri kemudian memeluk sang suami, dirinya menangis dipelukan sang suami menumpahkan semua sesak yang ada di dadanya dari tadi. Dokter Perdi mengelus punggung sang istri, memberikan kekuatan pada sang istri dirinya benar-benar tidak tau kalo sang istri akan seperti ini.


Beberapa jam kemudian kini mereka berdua sudah kembali kerumah mereka, Kirana dan Dokter Perdi segera turun dari mobil dan ingin segera masuk ke rumah mereka.


"Kok rumah kita gelap sayang?" tanya Kirana


"Gak tau, mungkin ada yang konslet" jawab Dokter Perdi


Mereka berdua pun sudah tiba di depan pintu masuk, Kirana segera mengeluarkan kunci rumah mereka lalu membuka handle pintu. Keadaan dalam rumah yang begitu gelap membuat Kirana tak bisa melihat apapun, dirinya yang terus berjalan memilih untuk meraba-raba yang ada didekatnya.


Kirana tak berpikir mengapa tidak memakai senter yang ada di hpnya, Dokter Perdi masih ada di pintu depan membiarkan sang istri masuk sendirian.


"Happy Birth Day, KIRANA" ucap Lili Fitri dan Novi berbarengan dengan lampu di rumah Kirana dan Dokter Perdi menyala


"Lili Fitri Novi, kalian. Akkh aku lupa kalo sedang berulang tahun" kata Kirana menepuk jidatnya


"Maafin kita semua ya sayang, udah buat kamu sedih hari ini" kata Dokter Perdi dari ruang depan

__ADS_1


"Sayang, jadi ini semua rencana kalian" kata Kirana


Dokter Perdi menganggukkan kepalanya, Kirana kembali menangis bukan sedih tapi terharu dengan kejutan yang diberikan oleh orang-orang yang disayangnya itu


__ADS_2