Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 134


__ADS_3

Kirana dan Dokter Perdi telah siap untuk berangkat ke bandara pagi ini, mereka berdua sengaja memesan tiket penerbangan pagi ke Singapore karena ingin secepatnya tiba di Singapore negara yang terkenal industri yang sangat maju di seluruh dunia itu.


Kirana dan Dokter Perdi berpamitan dengan wanita paruh baya yang bekerja di rumah mereka itu sekalian menitipkan rumah mereka yang akan di tinggal dalam kurun waktu yang lumayan lama, setelah memasukan koper ke bagasi mobil taxi itu Kirana dan Dokter Perdi segera masuk ke dalam mobil taxi yang telah dipesan oleh Dokter Perdi melalui hp tadi.


Mobil taxi yang Kirana dan Dokter Perdi tumpangi pun mulai melaju meninggalkan halaman rumah mereka, beruntung mereka berangkat dari rumah ke bandara pagi-pagi jadi tak ada kemacetan selama di perjalanan. Mobil taxi yang mereka tumpangi pun sudah masuk di area bandara, setelah mobil taxi berhenti Kirana dan Dokter Perdi turun dari mobil taxi sembari mengambil koper milik mereka yang ada di bagasi mobil taxi.


"Ini Pak ongkosnya" kata Dokter Perdi sembari memberikan dua lembar uang berwarna merah kepada supir taxi itu


"Ini kebanyakan Pak" kata Sopir taxi tersebut


"Ambil saja Pak kembaliannya" ujar Dokter Perdi sembari tersenyum


"Terima kasih Pak" kata Sopie taxi itu senang


"Iya Pak" jawab Dokter Perdi


Kemudian Kirana dan Dokter Perdi berjalan beriringan masuk ke bandara sembari mengeret koper milik mereka, bandara tersebut sudah penuh oleh orang-orang yang mungkin juga ingin melakukan perjalan ke luar kota atau pun ke luar negeri. Kirana dan Dokter Perdi duduk sejenak di tempat tunggu yang tersedia di bandara itu sebelum pesawat yang akan mereka tumpangi berangkat, beruntung pagi-pagi memang sudah sarapan tadi jadi takkan ke laparan selama menunggu waktu ke berangkatan.


Tak lama kemudian terdengar suara pengumuman di bandara dan pemberitahuan pesawat sebentar lagi akan take off, semua penumpang pesawat di minta untuk melakukan pemeriksaan sebelum menaiki pesawat. Setelah siap semua Kirana dan Dokter Perdi kini sudah berada di dalam pesawat, mereka berdua duduk berdampingan.


Kirana agak takut naik pesawat karena ini pertama kali bagi dirinya, berbeda dengan Dokter Perdi yang terlihat santai soalnya Dokter Perdi sudah biasa naik pesawat. Pramugari mulai memberi arahan kepada para penumpang pesawat, setelah itu pesawat pun mulai lepas landas.

__ADS_1


Kirana mengenggam tangan sang suami sembari berdoa dalam hati dan memejamkan kedua matanya, dirinya benar-benar ketakutan saat lepas landas tadi namun setelah berada di atas awan dirinya baru berani membuka kedua matanya. Beruntung Kirana duduk di dekat jendela jadi dirinya bisa melihat pemandangan di bawah meski kelihatan begitu kecil, Kirana menyunggingkan senyumnya di balik niqab nya itu saat melihat burung terbang beriringan dengan pesawat yang mereka tumpangi.


Hingga terasa pesawat yang Kirana dan Dokter Perdi tumpangi pun mulai mendarat memasuki lapangan bandara udara internasional changi Singapore, setelah mendarat sempurna para penumpang pesawat tersebut mulai turun dari anak tangga yang ada di pesawat.


"Itu taxi, ayo kita naik taxi itu saja ke hotel yang telah aku pesan" kata Dokter Perdi sembari mengandeng tangan sang istri dan tangan satunya mengeret koper.


Dokter Perdi melambaikan tangan kepada supir taxi sedang bersantai di area pakiran bandara yang mungkin sedang mencari penumpang, Sopir taxi yang mengerti dengan lambaian tangan Dokter Perdi segera masuk ke dalam mobil taxi nya dan mendekati pasangan suami istri itu.


"Where do you want to go? (Mau di antar ke mana?)" tanya Supir itu sembari tersenyum


"To the York Hotel (Ke York Hotel)" jawab Dokter Perdi setelah duduk di kursi penumpang bersama sang istri


Supir taxi pun mulai melaju kan mobik taxi nya meninggalkan area pakiran badara udara internasional changi tersebut, hanya memakan waktu 30 menit Kirana dan Dokter Perdi telah sampai ke York Hotel tempat penginapan mereka selama berada di singapore.


Kini Kirana dan Dokter Perdi telah berada di dalam kamar yang akan mereka tempati selama berada di Singapore ini, Kirana berdiri di dekat jendela kamar hotel mereka yang ada di lantai 15 itu karena ini baru pertama kalinya Kirana menginjakkan kaki di negera Singapore dirinya begitu kagum melihat pemandangan yang ada di luar.


Dokter Perdi mendekati sang istri sembari memeluk sang istri dari belakang dan dagunya di sandarkan di bahu sang istri.


"Selain ingin berobat, anggap kita sedang bulan madu. Bukankah selama kita menikah satu tahun ini kita belum bulan madu kan" kata Dokter Perdi sembari mencium pipi sang istri


Kirana tersenyum memandang wajah sang suami, kemudian menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Terima kasih sayang" kata Kirana sembari mengelus wajah mulus milik sang suami


"Terima kasih buat apa?" tanya Dokter Perdi bingung


"Buat semuanya" jawab Kirana mencium pipi sang suami


"Sudah kewajiban aku membuat kamu bahagia" jawab Dokter Perdi kemudian ******* bib*r sang istri


Dokter Perdi menuntun sang istri ke tempat tidur tanpa melepaskan tautan bib*r mereka, hingga permainan ranjang yang panas pun terjadi permainan yang sangat dirindukan Dokter Perdi selama dua bulan dirinya puasa menahan hasrat.


.


.


Di tempat lain yaitu restoran


"Kenapa ya Kirana sudah lama sekali gak ada kabar, padahal aku kan mau mengabari soal pernikahan Fitri yang sebentar lagi" gumam Lili dalam hati sembari melihat beberapa lembar nota belanja yang ada di atas mejanya


Lili begitu bingung karena Kirana sudah lama tak ada kabar, di hubungi pun nomor Kirana tak aktif. Terakhir dirinya berkabaran dengan Kirana mungkin berapa bulan yang lalu, entah mengapa Kirana seperti menghindar dari dirinya itulah yang ada di pikiran Lili sekarang.


Bahkan pernah ke rumah Kirana dan Dokter Perdi, rumah itu tertutup rapat serta seluruh lampu di rumah itu semuanya padam seperti rumah tinggal. Lili sudah bingung mau mencari kemana lagi keberadaan sahabatnya itu, sayang dirinya tak mempunyai nomor suami sahabatnya itu jadi tak bisa bertanya tentang keberadaan mereka sekarang.

__ADS_1


Lili yang sedang bingung memilih kembali fokus dengan pekerjaan, dirinya tak ingin terulang lagi soal pekerjaannya terbengkalai gara-gara dirinya terlalu banyak pikiran. Sebelum membuat laporan Lili ingin pergi ke belakang mengambil minum putih agar dirinya bisa konsentrasi.


__ADS_2