
Setelah menunjukan waktu pulang kerja Mita mengaktifkan hpnya, yang pertama kali dirinya lihat sebuah video Agam yang memeluk Kirana dari belakang sampai kejadian Agam dan Dokter Perdi bertengkar. Mita menyunggingkan senyum liciknya tanpa dirinya bekerja sama dengan Agam, justru Agam sendiri datang mengatakan pada Kirana bahwa masih mencintai.
"Dasar laki-laki bodoh" umpat Mita setelah selesai menonton video tersebut dari awal sampai akhir
Mita merasa dirinya tak salah memberi tugas dengan seorang mata-mata itu meski separoh gajinya harus dirinya kasihkan dengan seorang mata-mata itu, setelah semua karyawan benar-benar sudah pulang semua Mita melajukan sepeda motornya ke tempat tujuannya saat ini.
Tiba di sebuah kontrakan Mita segera turun dari sepeda motornya, kemudian melangkahkan kaki ke arah teras kontrakan. Dilihatnya pintu kontrakan tergembok dari luar mungkin Agam sedang keluar, mau tak mau demi menuntaskan rencananya Mita harus menunggu sebentar
Waktu terus berjalan sudah 1 jam Mita masih setia menunggu di depan kontrakan tersebut, dirinya tak sabar untuk bertemu dan kembali mengajak Agam bekerja sama menghancurkan rumah tangga Kirana. Mita yang sudah lama menunggu agak kesal, ditambah kulitnya digigit nyamuk terus menerus meski dirinya berpakaian tertutup tetap saja nyamuk masih bisa mengapai kulitnya.
Mita yang kehilangan kesabaran memutuskan untuk pulang saja karena ditunggunya dari tadi sepertinya Agam belum juga pulang, Mita kembali naik ke sepeda motornya dan segera melajukan sepeda motornya meninggalkan kontrakan tersebut. Namun belum jauh dirinya meninggalkan kontrakan itu, dirinya berpapasan dengan Agam yang sepertinya diantar oleh seorang Laki-laki.
Mita menghentikan sepeda motornya, menoleh sejenak saat dipastikannya Agam sudah turun dan seorang Laki-laki yang mengantar Agam tadi sudah pergi. Mita memutar kembali sepeda motornya dan menghentikan di depan kontrakan itu lagi, Mita memperhatikan Agam yang sedang sempoyongan berjalan mendekati pintu kontrakan, entah ada perasaan iba atau apa Mita akhirnya menghampiri Agam dan membantu Agam berjalan.
"Kirana..." ucap Agam menatap Mita yang setengah sadar
"Ck.. Begini saja kamu masih memikirkan Kirana" gerutu Mita sembari mengambil ahli anak kunci gembok tersebut
__ADS_1
Mita segera mencolokkan anak kunci itu ke lobang gembok, kemudian terus memutarnya hingga terbuka. Mita membuka pintu kontrakan dan membantu Agam untuk masuk kedalam kontrakan, di ruang depan tak ada apapun terpaksa dirinya membawa Agam masuk ke kamar tidur Agam meski dirinya begitu kesusahan membawa tubuh Agam yang begitu berat tapi tetap dirinya membantu Agam.
Tiba di dalam kamar tidur
Mita berusaha membaringkan tubuh Agam ke atas kasur yang lumayan lebar, karena dulu Agam pernah ngontrak bersama Danu. Saat Agam sudah hampir berhasil Mita baringkan di atas kasur tiba-tiba Mita tersandung hingga akhirnya tubuhnya menindih tubuh Agam, Mita terkejut kemudian kembali berusaha berdiri lagi.
"Kirana jangan pergi lagi" gumam Agam menarik lengan Mita lagi membuat Mita kembali terjatuh dan menindih tubuh Agam
"Ehh, apa-apaan kamu ini. Aku bukan Kirana tapi Mita" bentak Mita kemudian mendorong tubuh Agam dan berusaha berdiri kembali.
Tapi sepertinya Agam tak membiarkan Mita beranjak, Agam justru terus menahan tubuh Mita membuat Mita memberontak. Agam yang merasakan perlawanan Mita justru semakin menahan tubuh Mita, entah setan apa yang merasuki Agam tiba-tiba Agam m3l*m*t b*b1r Mita dengan paksa.
Agam melepaskan tautannya kemudian menc1um tengku Mita, membuat Mita yang menangis sedikit berdes@h tentu des@han itu semakin menantang Agam. Agam semakin kesetanan kemudian merobek baju kemeja Mita, sampai seluruh kancing baju kemeja Mita berserakan kemana-mana.
"Agam ja..." ucap Mita namun terpotong saat Agam kembali m3l*m*t b*b1r
Mita menagis meratapi tubuhnya yang sudah di kotori Agam, laki-laki yang dulu sangat tidak di sukainya hingga sekarang menjadi semakin benci. Mita tak bisa melawan lagi karena Agam seperti di kuasai setan di tambah tenaga Agam bukan tandingnya, Mita hanya bisa menangis terus menangis.
__ADS_1
Agam yang sudah bergairah akhirnya memaksa melepas celana jeans milik Mita, Mita melihat Agam di arah kakinya sembari memaksa melepas celana jeans miliknya akhirnya memberontak menendang tubuh Agam dan membuat Agam terdorong ke belakang yang lumayan jauh.
Mita beranjak dari kasur saat melihat Agam meringis kesakitan, Mita berlari ke arah pintu kamar tidur agar dirinya bisa pergi dari situ namun belum dirinya sampai Agam sudah menarik kembali tubuhnya.
Plakk
Agam menampar wajah Mita, membuat Mita memegang wajahnya yang terasa kebas dan panas akibat tamparan dari Agam. Mita kembali menangis dan mengelengkan kepalanya memberi tanda agar jangan melakukan, namun Agam menghiraukan itu semuanya tak ada rasa kasihan yang ditunjukan Agam.
Kini Agam pun berhasil melepas semua pakaian yang ada di tubuh Mita, kemudian Agam melepas celana jeans miliknya hingga terjadi sesuatu di luar nalarnya. Padahal Agam dari dulu begitu menghargai kaum wanita karena dirinya selalu berprinsip tak ingin menodai kaum wanita sebelum ada ikatan pernikahan di tambah dirinya memiliki Adik perempuan yang begitu manja dan sangat di sayangi Agam, Agam tak ingin Adik perempuan jadi korban jika dirinya melakukan hal itu namun sekarang justru tanpa sadar Agam telah menodai seorang wanita.
"Kirana, ternyata kamu masih perawan" racau Agam yang benar-benar tak sadar padahal yang ada di depannya adalah Mita
Mita semakin menangis ternyata dirinya jadi budak nafsu Agam saat ini karena Agam pikir dirinya adalah Kirana, Mita sudah pasrah dengan kehidupannya. Memori kehidupan Mita yang begitu menyedihkan terus berputar, dari kedua orang tuanya harus bercerai karena sang ayah memiliki wanita lain selain ibunya.
Kehidupannya yang serba kekurangan hingga akhirnya dirinya lulus SMA dan langsung bekerja di restoran tersebut, saat ini usianya sudah menginjak 30 tahunan dan belum menikah justru sekarang dirinya akan mendapat kenyataan sudah tak perawan lagi. Siapa yang akan menerima dirinya, air mata Mita terus mengalir semakin deras.
Agam menuntaskan hasratnya yang sudah sampai puncak, entah sudah yang ke berapa Agam menuntaskan hasrat sampai Agam kelelahan dan tertidur di samping Mita. Mita yang melihat Agam sudah tidur akhirnya beranjak dari situ, dan memungut pakaiannya dan memakai kembali.
__ADS_1
Mita melihat jam di layar hpnya menunjukan pukul 2 malam yang artinya sebentar lagi fajar, Mita yakin sang ibu mengkhawatirkannya saat ini karena hilang kabar bahkan di depan layarnya terlihat 50 panggilan tak terjawab dari sang adik. Mita kembali menangis membayangkan wajah sang ibu yang padahal saat ini sedang kurang sehat, Mita keluar dari kontrakan Agam dan menuju sepeda motornya yang ternyata masih ada di depan padahal dirinya sudah berpikir sepeda motornya mungkin sudah hilang.