
Kini siang telah berganti malam Kirana dan sahabat-sahabatnya setelah makan dan membersihkan sisa makanan mereka beserta piring-piring kotor bekas makanan mereka kini sahabat-sahabatnya sudah sibuk dengan hp masing-masing, sedangkan Kirana saat ini berniat ingin mencuci pakaiannya dirinya pun memeriksa setiap saku gamisnya karena takut ada barang yang berharga tercuci olehnya namun ternyata di salah satu saku gamisnya ada sebuah kertas.
Kirana yang penasaran dengan kertas itu segera membukanya, dirinya kembali membaca tulisan yang ada di kertas itu. Kirana pun ingat kertas itu di berikan oleh karyawan bagian kasir yang dibilangnya dari seorang laki-laki, Kirana juga membaca nama yang tertulis di kertas itu. Kirana merasa seperti pernah melihat nama itu namun dirinya lupa dimana pernah melihat nama itu, Kirana pun menyelipkan kertas itu di saku baju tidurnya dan segera mencuci pakaian-pakaiannya.
Setelah itu Kirana kini ikut berbaring dekat sahabat-sahabatnya yang sudah pada tidur, Kirana mulai berselancar di sosial medianya.
(Assalamualaikum Ukhty) Perdiansyah
Lagi-lagi ada pesan mesengger masuk, Kirana pun melihat pesan mesengger itu dari atas layar hpnya.
"Perdiansyah" Kirana membaca nama pengirim pesan mesengger itu
Kirana merasa seperti pernah membaca nama itu namun dirinya lupa dimana membacanya, saat terus mencoba mengingat nama itu kini dirinya baru ingat nama itu ada di sebuah kertas yang diberikan karyawan bagian kasir kepadanya tadi siang. Kirana pun mengambil kertas yang ada di dalam saku baju tidurnya sekarang kemudian di lihatnya dan benar saja nama pengirim pesan mesengger dengan yang tertulis di kertas itu sama, Kirana berpikir apa ini orang yang sama atau kebetulan.
__ADS_1
Kirana pun mengetik nama Perdiansyah di kolom pencarian, saat ketemu Kirana segera membuka facebook laki-laki itu dan melihat foto-foto laki-laki itu Kirana merasa tidak mengenal laki-laki itu tetapi mengapa laki-laki itu mengirimi dirinya pesan berapa kali. Kirana pun kembali mengabaikan lagi pesan mesengger itu, dirinya memilih menonton youtube tentang kajian ustad Abdul Somad saja.
Sedangkan ditempat lain Dokter Perdi masih menunggu balasan dari Kirana namun sudah hampir setengah jam belum ada juga balasan dari Kirana, Dokter Perdi pun kembali mengetik pesan mesengger lagi untuk di kirimkan ke Kirana kemudian memilih tanda kirim.
(Ternyata sulit ya ingin mengenalmu lebih dekat) Perdiansyah
Pesan mesengger masuk lagi muncul di atas layar hp Kirana, kali ini Kirana menjadi merasa tidak enak terus mengabaikan pesan mesengger dari laki-laki itu. Kirana akhirnya memutuskan untuk membuka pesan mesengger itu, setelah membacanya Kirana pun mulai mengetik untuk membalas pesan itu dan memilih tanda kirim.
Ketika Dokter Perdi mulai memejamkan matanya terdengar hpnya berbunyi tanda pesan mesengger masuk, Dokter Perdi mengabaikan saja karena dirinya pikir pasti bukan Kirana tapi lagi-lagi hpnya berbunyi dan akhirnya Dokter Perdipun memutuskan untuk membaca pesan itu karena takut ada sesuatu yang penting mungkin dari temannya.
Saat Dokter Perdi mengambil hpnya lalu dinyalakannya ternyata pengirim pesan itu Kirana, Dokter Perdi langsung gugup seperti tak percaya akan dapat balasan dari Kirana. Dokter Perdi segera membuka pesan mesengger itu dan membacanya.
(Walaikumsalam) Kirana
__ADS_1
(Maaf ya tak ada maksud untuk mengabaikan hanya saja saya tidak ingin terlalu dekat dengan lawan jenis karena antum taukan kita bukan mahrom) Kirana
Dokter Perdi senang bukan main membaca pesan dari Kirana meski itu sebuah penolakan setidaknya Kirana masih mau membalasnya, Dokter Perdi kembali mengetik pesan mesengger untuk membalas pesan dari Kirana barusan.
(Saya tau, namun apa salahnya hanya sekedar berteman atau berkirim pesan) Perdiansyah
Kirana membaca pesan itu lagi dari atas layar hpnya, dirinya menjadi bingung harus bagaimana menanggapi laki-laki itu jika terus membalas pesannya sama saja dirinya berkhalwat dengan laki-laki itu. Kirana pun memilih mengabaikan laki-laki itu kemudian mematikan data selulernya lalu meletakan hpnya di samping tempat tidurnya dan segera memejamkan matanya untuk menyusul sahabat-sahabatnya yang sudah pada tidur dari tadi.
Dokter Perdi yang masih menunggu balasan Kirana terus membuka aplikasi mesengger berharapan ada balasan lagi namun di lihatnya facebook Kirana tidak online lagi, Dokter Perdi pun merasa kecewa karena pasti Kirana tak akan membalas pesannya lagi saat ini apalagi Kirana sudah tidak online.
Dokter Perdi yang belum mengantuk memilih untuk melihat-lihat facebook Kirana, dilihatnya satu persatu isi facebook Kirana tak ada status apapun yang di buat Kirana kecuali hal-hal tentang kajian yang dibagikannya. Dokter Perdi memilih melihat foto yang ada di facebook Kirana lagi-lagi tak ada foto apapun kecuali gambar animasi wanita bercadar dengan kata-kata mutiara, namun hanya ada foto Kirana dengan keluarganya yang di upload Kirana itupun hanya satu sebagai foto sampulnya.
Dokter Perdi semakin kagum dengan Kirana wanita yang sulit di dekati dan sulit di tebak, Dokter Perdi berniat akan terus berusaha mendekati Kirana sampai hati Kirana luluh dengan dirinya.
__ADS_1