Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 112


__ADS_3

Keesokan harinya


Kirana menemani ibu mertuanya dan adik perempuan sang suami untuk membeli sayur serta bahan-bahan untuk di masak dengan tukang sayur keliling yang mengunakan sepeda motor, mereka ikut bergabung dengan para ibu-ibu yang sudah berkerumun di dekat sepeda motor tukang sayur tersebut.


Kirana yang tidak tau menau ibu mertuanya ingin membeli apa saja, memilih untuk diam sembari memperhatikan para ibu-ibu itu dan sayuran yang ada dihadapannya. Ibu mertuanya mulai memilih-milih sayuran serta bahan-bahan yang diperlukan mereka, tak lupa juga membeli ikan segar.


"Ini istrinya Perdi ya Bu?" tanya salah satu ibu-ibu disitu


"Iya, ini istrinya Perdi" jawab Ibu mertuanya Kirana


Kirana menganggukkan kepala dengan sopan menyapa para ibu-ibu itu.


"Buka donk cadarnya, kita mau lihat wajah kamu. Cantik gak" sahut yang lain


"Buat apa buka cadar tempat umum, tidak boleh. Nanti suaminya marah" ujar Ibu mertuanya Kirana ketus


"Iya ampun Bu, kita semuakan hanya mau lihat wajah menantu ibu, cantik gak atau jangan-jangan mulutnya sumbing makanya pakai cadar segala. Hahaha" kata yang lain lagi kemudian terdengar tawa mereka semua seperti sengaja mengejek Kirana


Kirana kembali diam tak menanggapi omongan para ibu-ibu itu yang menghina dirinya lagi, buat apa juga dirinya menjelaskan apapun karena belum tentu juga ibu-ibu itu tidak menghinanya lagi jika sudah dijelaskannya.


"Ehh ibu-ibu kalopun kakak ipar saya sumbing gak ngerugiin kalian kan, tapi kalo kalian burik ngerugiin suami kalian. Hahaha burik" kata Adik perempuannya Dokter Perdi seraya ketawa


Para ibu-ibu itu terdiam saat mendengar Adik perempuan Dokter Perdi berani menghina mereka semua, apalagi sampai menertawakan mereka. Para ibu-ibu itu geram, ada yang hampir mau menarik jilbab Adik perempuan Dokter Perdi tapi tak berani ketika ada Dokter Perdi sedang berjalan menghampiri sang istri dan ibunya serta adik perempuannya itu.


Para ibu-ibu itu memilih pergi dari situ setelah membayar belanjaan mereka, sedangkan tukang sayur itu dari tadi diam menyaksikan para ibu-ibu yang ribut karena baginya hal seperti ini sudah biasa terjadi makanya dirinya tak mau ikut campur selagi tidak menghilangkan pelanggan dan menghancurkan jualannya.

__ADS_1


"Kok lama sih Bu, aku jadi khawatir. Aku kira kalian kenapa-napa sampai belum pulang dari tadi" kata Dokter Perdi saat sudah didekat sang istri dan ibunya serta adik perempuannya


"Tadi..." jawab Adik perempuan Dokter Perdi terhenti ketika dapat isyarat dari Kirana dengan gelengan kepala menandakan artinya jangan menceritakan apa yang terjadi sebenarnya


"Ohh kami habis bercerita dan bercanda dengan para ibu-ibu yang tadi, jadi lupa waktu deh. Iyakan bu" jelas Kirana sembari mengenggam tangan ibu mertuanya itu agar mengikuti perkataannya barusan


Dan akhirnya ibu mertuanya Kirana mengangguk, pikirnya entah mengapa menantunya itu tak mau menceritakan yang terjadi tadi kepada anaknya untuk kesekian kalinya karena dirinya sudah mendengar dari anak perempuannya bahwa kemarin juga salah satu ibu-ibu tadi juga menghina menantunya waktu acara kemarin padahal bisa saja anaknya menegur para ibu-ibu tadi agar mulut mereka semua tak menghina menantunya lagi.


Namun biarlah mungkin menantunya tidak mau masalah ini sampai panjang, dan bisa-bisa sampai ke pihak kepolisian. Dokter Perdi Ibunya Adik perempuannya dan Kirana segera pulang setelah membayar semua belanjaan mereka.


Setelah kepergian mereka semua tukang sayur itu sangat kagum dengan perlakuan Kirana barusan karena ternyata masih ada wanita muda yang mempunyai hati yang sangat baik karena sedikitpun Kirana tidak mau membalas kejahatan para ibu-ibu yang menghina tadi.


.


.


Mita yang semalam gagal lagi bertemu Agam, memilih berangkat kerja lebih pagi dari biasanya. Dirinya ingin sekali bertemu dan berbicara dengan Agam, karena hanya Agam yang bisa membantunya untuk mengapai apa yang dirinya inginkan.


Sepeda motor Mita berhenti tepat didepan kontrakan Agam dan Danu, dilihatnya dari atas sepeda motor bahwa pintu kontrakan Agam dan Danu terbuka. Segera dirinya turun dari sepeda motornya, kemudian melangkahkan kaki mendekat ke teras kontrakan tersebut.


"Permisi..." ucap Mita saat sudah berada di depan pintu kontrakan Agam dan Danu


Danu yang baru selesai mandi mendengar ada suara dari depan pintu segera memakai pakaiannya, kemudian dirinya berjalan menuju pintu depan.


"Cari siapa?" tanya Danu saat melihat ada wanita yang sedang membelakanginya dan bertepatan Mita menoleh

__ADS_1


"Astaga..." ucap Mita kaget sembari memeganginya dadanya akibat terkejut


"Kamu ini, bisa bikin jantungku copot. Tiba-tiba muncul kayak hantu saja" kata Mita


"Mbak mau cari siapa?" tanya Danu kesal karena dibilang hantu oleh Mita


"Ohh ya aku jadi hampir lupa, Agam nya ada?" ujar Mita sembari menepuk jidatnya


Danu yang melihat wanita di depannya ini bertingkah aneh hanya menautkan kedua alisnya, yang membuatnya tambah menautkan kedua alisnya lagi jam 06.35 seperti ini wanita tersebut pagi-pagi datang bertamu dikontrakkan laki-laki dan mencari temannya itu.


Seingatnya temannya itu tidak ada dekat dengan wanita lain disini selain Kirana, selebihnya paling hanya kenal saja karena mereka sahabat-sahabatnya Kirana tapi wanita ini siapanya Agam dirinya saja belum pernah bertemu dengan wanita ini sebelumnya.


"Ehh, ditanya kok malah bengong" kata Mita dengan suara agak ketus sembari melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Danu


"Agam nya tidak ada, tadi keluar" jawab Danu to the poin


"Bilang donk dari tadi kalo Agam nya gak ada, buang-buang waktu aku saja" kata Mita judes kemudian berlalu dari hadapan Danu


Mita memilih untuk segera ke restoran karena takut para karyawan melihatnya ada di kontrakan Agam dan Danu, apalagi jika sahabat-sahabatnya Kirana yang tau bisa gagal jika mereka mengadukan perihal ini kepada Kirana.


Mita segera melajukan sepeda motornya dan dirinya berpapasan dengan Agam dijalan, ingin kembali ke kontrakan Agam tapi waktu tak memungkinkan untuk berbicara karena sebentar lagi sahabat-sahabatnya Kirana datang soalnya mereka selalu datang lebih pagi dari para karyawan lain.


Saat sepeda motor Mita sudah terparkir di parkiran khusus tempat parkir karyawan, dirinya baru ingat tadi tidak meminta temannya Agam untuk menyampaikan bahwa ada yang mencarinya. Tapi pasti tetap akan disampaikan oleh temannya Agam itu pikir Mita, dirinya kembali kesal karena hingga detik ini belum bisa berbicara empat mata dengan Agam.


"Ini, sarapannya" kata Agam saat sudah masuk ke dalam kontrakan sembari duduk didekat Danu

__ADS_1


Danu melihat bungkusan yang ada di dalam kresek, segera dikeluarkannya bungkusan itu dari kresek dan membuka bungkusan tersebut. Mereka berdua mulai menyantap nasi uduk yang dibeli Agam diluar tadi, Danu tidak memberi tahu perihal wanita yang mencari Agam tadi karena baginya buat apa tidak penting juga.


Soalnya Danu tau semua tentang temannya itu, jadi mungkin wanita itu hanya sekedar ingin bertemu dan jika memang benar-benar penting pasti wanita itu datang lagi. Selesai sarapan Danu dan Agam bersiap-siap akan ke lapangan kerja mereka, Danu dan Agam pun keluar dari kontrakan mereka serta tak lupa ditutup dan dikunci lagi pintu kontrakan.


__ADS_2