
Kirana pagi ini masih berkutik dengan undangan pernikahannya dengan Dokter Perdi, Kirana masih menulis satu persatu nama-nama yang akan diundang oleh keluarganya di cover undangan.
Masih lumayan banyak undangan yang belum di sebarkan oleh keluarga Kirana namun ada juga beberapa yang sudah di sebarkan, target Kirana hari ini semua undangan selesai ditulisnya agar secepatnya bisa di sebarkan ke semua orang yang sudah tertulis namanya di cover undangan.
Meski mereka baru tinggal di daerah tersebut tapi orang-orang sudah banyak mengenal kedua orang tua Kirana apalagi kedua orang tua Kirana terkenal ramah jika ada acara pernikahan atau syukuran kedua orang tua Kirana pasti datang karena ingin menjalin silahturahmi.
Ditempat lain Yeyen yang baru datang berteriak-teriak ketika memasuki restoran membuat seluruh karyawan restoran menoleh kepadanya, mereka semua tidak tau apa yang membuat Yeyen sampai heboh seperti itu. Yeyen segera mendekati rombongan karyawan yang sedang menatapnya dengan tatapan tanda tanya, sembari masih teriak-teriak tak jelas.
"Gue punya berita baru, kalian semua pasti kaget. Terutama kamu Mita, siapin mental nanti kamu pingsan" kata Yeyen
Seluruh karyawan restoran masih belum menanggapi Yeyen karena Yeyen terlalu berbelit ngomongnya, apalagi mereka semua harusnya sudah mengerjakan tugas masing-masing pagi itu.
"Kalian pasti ingat Kirana donk" kata Yeyen saat melihat para karyawan ingin pergi
"Terus kenapa?" tanya Lili tak terima sahabatnya digosipin pagi-pagi
"Lihat ini, gue aja sampe tak percaya hingga detik ini kalo calon suaminya Kirana seorang DOKTER" jelas Yeyen menekan kata DOKTER sembari memperlihatkan postingan Kirana lima menit yang lalu
KIRANA
Putri kedua dari bapak Dimas dan ibu Kinanti
dengan
dr.Perdiansyah
Putra kedua dari bapak Feri dan ibu Diana
Seluruh karyawan langsung melihat postingan Kirana itu yang ditunjukan oleh Yeyen pada mereka, mereka sontak kaget dan tak percaya bahwa ternyata nasib Kirana begitu beruntung mendapatkan calon suami seorang Dokter.
__ADS_1
Apalagi Mita semakin benci setelah mengetahui Kirana mendapatkan calon suami seorang Dokter, dirinya menggerutu mengapa Kirana selalu dapat kebahagian bukan dirinya padahal dari penampilan Mita tidak merasa jelek-jelek amat sama kayak Kirana standar.
"Ahh dapat calon suami Dokter, belum tentu dapat mertua baik" kata Mita sembari berlalu dari para karyawan itu
Sontak seluruh karyawan menoleh ketika Mita berbicara seperti itu dan mulai berbisik-bisik kalau Mita sepertinya sangat iri dengan kehidupan Kirana, sahabat-sahabatnya Kirana juga kaget. Mereka baru mengetahui kebenaran ini apalagi selama ini Kirana tidak ada sedikitpun memberitahu mereka tentang calon suaminya seorang dokter, sahabat-sahabatnya Kirana senang melihat Kirana mendapatkan sebuah keberuntungan sembari dalam hati mereka berdoa semoga Kirana selalu bahagia.
Setelah itu seluruh karyawan pun bubar, mereka mulai mengerjakan tugas masing-masing. Kini yang menduduki jabatan manager restoran adalah Lili sahabatnya Kirana, awalnya Lili sempat menolak karena dirinya merasa belum pantas dan tidak bisa seperti Kirana yang begitu tegas namun sahabat-sahabatnya terus mendukung dan akhirnya Lili menerima jabatan itu.
Dan sama seperti dulu, lagi-lagi Mita benci dengan keadaan yang tak pernah berpihak dengannya mengapa selalu orang-orang disekitar Kirana yang selalu menggeser posisi dirinya yang begitu berharap menjadi manager.
Bahkan meski Kirana sudah tak bekerja di restoran itu lagi, Mita tetap masih menyimpan rasa bencinya terhadap Kirana tak ada sedikitpun berkurang bahkan makin bertambah setelah tau calon suaminya Kirana seorang dokter.
"Hhuuu....akhirnya selesai juga" kata Kirana merenggangkan otot tangannya setelah lama berkutik dengan undangan pernikahannya dengan Dokter Perdi
Kirana pun berbaring di kursi ruang keluarga ingin beristirahat dari rasa lelahnya, kemudian memejamkan matanya.
Ibunya Kirana tau kalo Kirana pagi ini belum sarapan karena sibuk dengan undangan pernikahannya dengan Dokter Perdi, ibunya Kirana mendekati Kirana yang sedang berbaring di kursi sembari membawa semangkok sup ayam.
Kirana yang baru memejamkan mata mendengar ibunya yang membangunkannya dengan lembut, Kirana pun langsung membuka kedua matanya lalu beranjak dari tidurnya dan segera duduk.
"Makasih bu, Kirana hampir lupa" kata Kirana sembari mengambil mangkok sup ayam yang ada dihadapannya
"Jangan telat makan sayang, kamu nanti akan jadi pengantin harus banyak makan dan harus jaga kesehatan" nasehat Ibunya Kirana sembari mengelus kepala Kirana
Kirana mengangguk saja karena sedang menikmati sup ayam tersebut.
Ibunya Kirana pergi dari hadapan Kirana membiarkan putrinya menikmati makanan yang sedang dimakannya, Ibunya Kirana juga ingin keluar sebentar berniat mengundang para tetangga secara pribadi sebagai tuan rumah yang ingin mengadakan acara tentu harus turun tangan sendiri agar para tetangga mau datang serta mau membantu ibunya Kirana nanti.
Kirana yang telah menghabiskan sarapan, segera beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki kearah dapur. Kirana mencuci mangkok bekas dirinya makan tadi, setelah disusunnya di rak piring kini Kirana masuk kamarnya.
Kirana duduk bersandar di tempat tidurnya sembari bermain hp, Kirana berselancar di sosial media sembari membuka satu persatu komentar yang mengomentari postingan undangan pernikahannya dengan Dokter Perdi yang dipostingnya tadi.
__ADS_1
(Wah, selamat ya semoga lancar sampai hari H) Bella
(Masyaallah, sahabatku akhirnya mau nikah. Aku ikut senang, semoga lancar sampai hari H tak ada halangan apapun) Sundari
(Selamat ya) Ayu
(Semoga lancar sampai hari H) Dinda
Begitu banyak yang mengomentari postingan Kirana itu dan juga banyak yang mendoakan pernikahan Kirana dengan Dokter Perdi agar lancar sampai hari H, Kirana tersenyum dan senang membaca semua komentar itu.
Drrt...drrt...drrt
Bunyi hp Kirana tanda ada telepon masuk, Kirana yang masih memegang hpnya melihat nama penelepon dihpnya itu. Tanpa menunggu lama Kirana langsung menerima telepon tersebut.
"Hallo, Assalamualaikum" kata seseorang diseberang sana
"Iya, Walaikumsalam, bagaimana liburnya kak. Seru gak?" jawab Kirana sembari bertanya
"Ada senang, ada juga kesal. Kamu lagi apa?" jelas Dokter Perdi
"Lagi santai aja dikamar, baru selesai nulis nama-nama para undangan tadi" jelas Kirana
"Ohh gitu, kalo lelah istirahat. Jangan sampai kelelahan tetap jaga kesehatan" nasehat Dokter Perdi
"Iya" jawab Kirana
Entah sudah berapa puluh kali Dokter Perdi mengingatkan Kirana untuk menjaga kesehatan, mungkin Kirana bosan mendengar nasehat itu terus menerus di ucapkan oleh Dokter Perdi.
Tapi mau bagaimana lagi Dokter Perdi memang tak mau Kirana jatuh sakit karena terlalu sibuk mengurus dan mempersiapkan acara pernikahan mereka, bukan hanya Dokter Perdi yang selalu mengingatkan Kirana untuk menjaga kesehatan tetapi kedua orang tuanya juga.
Kirana sangat senang diperhatikan seperti itu, namun jika sudah berulang kali bisa bosan juga. Kirana dan Dokter Perdi sudah mengakhiri telepon mereka karena Dokter Perdi kedatangan pasien yang ingin berobat, setelah sambungan telepon berakhir Kirana kembali berselancar di sosial media. Sedangkan Dokter Perdi mulai memeriksa pasien yang mau berobat tadi.
__ADS_1