Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 54


__ADS_3

Alarm hp Kirana berbunyi membuat dirinya harus membuka mata, dimatikannya alarm hpnya kemudian melihat jam di hp menunjukan pukul 3 pagi. Kirana beranjak dari tempat tidur lalu keluar dari kamar tidur adik sepupunya menuju kamar mandi, tiba di dalam kamar mandi Kirana segera mengambil air wudhu.


Setelah itu Kirana kembali ke kamar tidur adik sepupunya kemudian mengambil mukenah yang ada di dalam tas ranselnya, Kirana segera memakai mukenah kemudian membentang sajadah dan mulai menunaikan sholat tahajud.


Selesai sholat Kirana melanjutkan dzikir dan membaca al-qur'an sembari menunggu adzan subuh berkumandang, begitu lama menunggu adzan subuh Kirana memutuskan untuk kembali berbaring di samping adik sepupunya lalu mengambil hpnya dan mulai berselancar di sosial media.


Akhirnya adzan subuh pun berkumandang, Kirana segera menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu Kirana kembali ke kamar tidur dan segera menunaikan sholat sunah sebelum subuh dan sholat subuh.


Pagi telah menjelang siang Kirana yang sudah selesai sholat dzuhur kini berbaring di atas tempat tidur sembari bermain hp, Kirana terus memperhatikan pesan messenger Dokter Perdi tak ada tanda Dokter Perdi ingin mengabari Kirana apakah hari ini jadi bertemu atau tidak. Kirana melihat Dokter Perdi juga online terakhir kemarin malam, ada rasa kecewa yang dirasakan Kirana saat ini dirinya merasa seperti dipermainkan.


Kirana pun memutuskan untuk mendengarkan musik saja dari pada dirinya merasa galau, Kirana mengambil headset kemudian mencolokkannya di hp dan memasangkan headset itu di kedua lobang telinganya. Kirana mulai hanyut dengan lantunan musik yang di putarnya hingga dirinya pun tak sadar tertidur dengan headset yang masih terpasang di lobang telinganya.


Suara adzan ashar berkumandang membuat Kirana yang mendengar suara adzan reflek duduk sembari mengucek matanya, Kirana tersadar bahwa dari tadi dirinya tertidur. Kirana melihat headset terlilit di lehernya lalu mengambilnya sembari mencabut dari hp, masih terdengar musik berputar dihp segera dimatinya.


Kirana meletakan hpnya di atas meja samping tempat tidur adik sepupunya lalu mengambil jilbabnya yang ada di atas tempat tidur dan memakainya, Kirana segera menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah itu Kirana kembali ke kamar adik sepupunya lalu membentang sajadah dan memakai mukenah dirinya segera menunaikan sholat ashar dengan khusyuk, cukup lama akhirnya selesai dirinya sholat Kirana masih duduk di atas sajadah untuk berdzikir dan berdoa. Selesai semua Kirana mengambil tas miliknya lalu mengeluarkan al-qur'an kecil dan kembali duduk di atas sajadah kemudian mulai membaca ayat demi ayat dalam al-qur'an.


"Kirana" panggil tantenya Kirana di depan pintu yang terbuka sedikit


"Iya tante" jawab Kirana yang kebetulan selesai mengaji


"Ada tamu di depan nyariin kamu" jelas tantenya Kirana

__ADS_1


"Siapa tante? Cowok apa cewek tante" tanya Kirana sembari merapikan sajadah


"Katanya teman kamu, cowok" jawab tantenya


"Ohh iya tante nanti Kirana keluar" kata Kirana


Tantenya segera kebelakang ingin membuatkan teh hangat untuk temannya Kirana, sedangkan Kirana yang sudah memakai jilbab dan niqabnya masih berdiri di depan cermin dirinya begitu grogi karena tamu yang dihadapinya ini laki-laki dirinya sangat yakin itu pasti Dokter Perdi karena tak ada satupun orang tau dengan rumah tantenya ini kecuali Dokter Perdi yang diberinya alamat kemarin dan juga Agam yang tau namun tak mungkin Agam tau kalo dirinya saat ini sedang libur mana juga Agam ada di Papua sana mana mungkin tiba-tiba kesini lagi.


Kirana melangkahkan kakinya keluar dari kamar sembari dalam hati terus mengucapkan bismillah, tiba di ruang tamu dia tak mengenal siapa laki-laki yang sedang duduk dan lagi mengobrol dengan tantenya itu. Kirana mengambil posisi di samping tantenya dan berhadapan dengan laki-laki itu, tantenya Kirana yang melihat sudah ada Kirana segera beranjak dari duduk.


"Tante mau kemana" tanya Kirana yang memegangi tangan tantenya


"Mau kebelakang, kalian ngobrol aja dulu. Gak akan jadi fitnah ada tante dirumah ini" kata tantenya Kirana


"Benarkan ini Kirana" tanya Laki-laki itu basa basi


"Iya" jawab Kirana sembari mengangguk


"Jangan malu biasa aja, oh ya ini bakso. Tadi mampir di warung bakso 99, ini bakso paling terkenal lezat di daerah sini" kata Laki-laki itu meletakan sebuah plastik besar di atas meja


"Ohh iya terimakasih, ini Perdiansyah itu ya" tanya Kirana


"Iya ini saya" jawab Dokter Perdi

__ADS_1


"Maskernya kok gak di buka dari tadi" tanya Kirana


"Ohh iya saya lupa" kata Dokter Perdi sembari membuka masker


Kirana melihat sekilas lalu kembali menundukan kepalanya


"Masyaallah ciptaan ALLAH begitu sempurna, tampan putih bersih lagi" gumam Kirana dalam hati


"Astagfirullah Kirana zina mata dan hati" gumam Kirana lagi


Mereka berdua masih saling diam tak banyak bicara karena sama-sama malu dan grogi.


"Ohh ya saya mau pamit pulang soalnya dari sini ketempat kerja saya lumayan jauh, hari juga sudah semakin sore" kata Dokter Perdi sembari beranjak dari tempat duduknya


"Ohh iya" jawab Kirana ikut beranjak


Tantenya Kirana yang mendengar Dokter Perdi akan pergi segera menghampiri mereka berdua


"Udah mau pulang ya, cepat banget" kata tantenya Kirana


"Iya te soalnya jauh dari sini ke tempat kerjaku takutnya sampe sana kemalaman" jelas Dokter Perdi


Dokter Perdi pun keluar dari rumah tantenya Kiran setelah pamit dan segera mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sedang, setelah sepeda motor Dokter Perdi tak kelihatan lagi Kirana segera masuk kedalam dan menutup pintu rumah tantenya.

__ADS_1


__ADS_2