Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 63


__ADS_3

2 bulan kemudian, Dokter Perdi setelah sholat subuh segera mandi, Dokter Perdi harus pagi-pagi berangkat dari kliniknya ke kontrakan Kirana yang jarak yang akan di tempuh memang lumayan jauh. Semalam Kirana sudah memberitahu Dokter Perdi jika hari ini Kirana sedang libur kerja, makanya Dokter Perdi ingin menemui Kirana.


Dokter Perdi juga berkeinginan untuk mengajak Kirana membeli barang-barang yang di perlukan saat mereka berdua lamaran nanti karena jujur Dokter Perdi bahkan gak tau apa yang harus dipersiapkan nanti, dan beruntungnya Kirana menyetujui saran Dokter Perdi semalam.


Setelah mandi Dokter Perdi sudah siap dengan baju kemeja dan celana dasar yang selalu jadi handalannya jika ingin pergi kemana-kemana, Dokter Perdi memang tipe laki-laki yang agak kurang suka memakai celana jeans.


Selesai semuanya Dokter Perdi berjalan menuju pintu klinik di bukanya kemudian dirinya keluar lalu ditutupnya pintu klinik dan dikunci, Dokter Perdi mengambil mobilnya yang di dalam garasi kali ini dirinya tak perlu lagi pura-pura memakai sepeda motor biar terkesan orang biasa karena Kirana juga sudah tau jati dirinya sekarang.


Dokter Perdi segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ditempat lain Kirana yang sudah mandi juga saat ini masih memperhatikan gamis yang tergantung di dinding. Kirana bingung harus memakai yang mana entah mengapa pergi kali ini Kirana agak mementingkan penampilan biasanya dirinya selalu apa adanya, setelah lama mematung Kirana pun mengambil gamis yang berwarna hitam berpadu dengan pink.


Kirana segera memakai gamis tersebut kemudian memakai jilbab yang paling panjang sampai betis dan dipadukannya dengan niqab yang berbentuk seperti mata elang, dan akhirnya selesai Kirana bersiap-siap.


Kirana yang masih menunggu Dokter Perdi, menyempatkan diri untuk menghubungi orang tuanya yang memang belum di kabarinya masalah kapan dirinya akan berhenti bekerja. Kirana mulai mengeser-geser layar hpnya memilih aplikasi kontak lalu mengetik nama "Nyokap Tersayang" setelah muncul segera Kirana memilih tanda yang berwarna hijau.


"Hallo, assalamualaikum bu" kata Kirana saat telepon tersambung


"Iya hallo, walaikumsalam sayang" jawab Ibunya Kirana

__ADS_1


"Ibu apa kabar?" tanya Kirana


"Alhamdulilah ibu sehat sayang" jawab Ibunya Kirana


"Kirana dua minggu lagi pulang kerumah, Kirana udah bilang dengan bos kalo Kirana mau resign" jelas Kirana


Panjang lebar Kirana dan Ibunya mengobrol hingga tak terasa sudah berjam waktu telah berlalu, Ibunya yang masih ada kerjaan akhirnya memutuskan sambungan telepon. Kirana juga paham Ibunya yang memang masih banyak kerja pagi hari seperti ini, Kirana kini memutuskan ingin menunggu Dokter Perdi di depan teras saja.


Kirana berjalan menuju pintu kontrakan kemudian di tutupnya kembali sembari di kuncinya, Kirana duduk di kursi yang ada di depan teras kontrakan mereka. Selama menunggu Dokter Perdi, Kirana berselancar sebentar di sosial media.


Bunyi klakson mobil mengangetkan Kirana yang sedang fokus dengan hpnya, Kirana segera mengangkat kepalanya di iringi dengan Dokter Perdi membuka pintu mobil. Kirana tak percaya ternyata yang mengendarai mobil ini Dokter Perdi, Dokter Perdi segera berjalan mendekati Kirana yang masih terduduk seperti patung di kursi itu.


"Ayo kita berangkat" ujar Dokter Perdi


"Ohh iya, naik mobil ini?" kata Kirana


"Iya kenapa, apa kamu mabok mobil?" tanya Dokter Perdi

__ADS_1


"Gak kok, iya ayo" kata Kirana masih tak percaya


Dokter Perdi berjalan agak lebih cepat dari Kirana, kemudian membukakan pintu untuk Kirana. Kirana yang diperlakukan seperti tuan putri merasa sangat bahagia, Kirana pun akhirnya naik ke mobil dan duduk di samping pengemudi.


Dokter Perdi menutup pintu mobil kemudian berjalan kearah kursi pengemudi lalu naik dan duduk di kursi pengemudi. Dokter Perdi menutup pintu kemudian menekan tombol kunci pintu, Dokter Perdi membantu memasang sabuk pengaman pada Kirana dan juga memasang sabuk pengaman untuk dirinya sendiri.


Dokter Perdi segera menghidupkan mobil kemudian melajukan mobil dengan kecepatan sedang, selama di perjalanan seperti biasa mereka saling diam karena lumayan lama gak ketemu jadi agak malu lagi. Yang biasanya kalo pasang kekasih jarang ketemu melepas rindu ini malah saling diam, hingga tak terasa tempat yang ingin mereka berdua kunjungi pun sudah ada di depan mereka.


Dokter Perdi menghentikan mobil di tempat parkir yang kosong, kemudian Dokter Perdi mencabut kunci mobil dan keluar sembari berjalan kearah pintu tempat duduk Kirana. Dokter Perdi membukakan pintu mobil, Kirana pun turun setelah pintu terbuka.


Dokter Perdi segera menutup kembali pintu mobil dan menekan tombol terkunci di kunci mobil yang di pegangnya, Dokter Perdi dan Kirana berjalan beriringan masuk ke sebuah toko pernak pernik untuk lamaran ataupun menikah.


"Kamu pilih saja yang mana kamu mau, aku gak ngerti" kata Dokter Perdi


"Iya, beli yang bakal di pakai saja setelah nikah" kata Kirana


Kirana mulai memilih milih barang yang akan di belinya, sedangkan Dokter Perdi hanya mengiringi Kirana saja sembari membantu mendorong troli belanjaan.

__ADS_1


__ADS_2