
Siang seperti ini membuat seluruh karyawan restoran semakin sibuk melayani para pengunjung serta mengantarkan pesanan para pengunjung, waktu untuk istirahat makan bagi karyawan restoran pun sudah saatnya namun karena mereka masih sibuk kesana kesini jadi belum ada yang memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
Kirana yang melihat jam dinding sudah waktunya istirahat mempersilahkan karyawan bergantian untuk makan, seluruh karyawan restoran yang mendengar instruksi dari Kirana segera mulai mengambil waktu istirahat.
Selang berapa menit semuanya sudah selesai makan kini giliran Kirana yang ingin makan siang, Kirana memang lebih memilih terakhiran mengambil waktu istirahat karena dirinya mementingkan yang lain dahulu walau kenyataan Kirana mempunyai penyakit tipes.
Kirana segera meninggalkan bagian kasir dan berjalan ke belakang area dapur restoran, Kirana mengambil kotak makanan yang di bekalinya pagi tadi di tempat penyimpanan bekal makanan para karyawan. Kirana mulai menyuapkan makanan yang ada di hadapannya dengan perlahan sembari menikmati setiap makanan yang masuk kedalam mulutnya, tak diragukan lagi masakan sahabatnya yang bernama Fitri memang sangat lezat dari dulu.
Kirana tiba-tiba meneteskan air mata, Kirana baru ingat jika hari ini terakhir dirinya bisa menikmati makanan yang dimasak Fitri. Tak menyangkah sekian lama persahabatan mereka kini akan terpisah, Kirana ingat betul dirinya bersahabat dengan Fitri awal pertama bekerja disini karena mereka berdua sama-sama hari itu masuk kerja.
Hingga mereka mulai akrab jika ngobrol pasti sangat menyambung namun memang agak renggang ketika Fitri lebih sering bersama Lili karena mereka satu kontrakan, disitu juga Kirana lebih sering cemburu akan keakraban Fitri dengan Lili tapi ternyata nasib baik masih berpihak dengan Kirana saat di pertemukan dengan Sevia dan akhirnya Kirana kembali merasakan ada sosok sahabat.
Namun meski Kirana sering cemburu dengan Lili hingga kini justru mereka semua bersahabatan, susah senang juga sudah mereka lalui bersama-sama.
"Kirana, kamu kenapa?" tanya Fitri yang habis dari toilet
"Fitri, ohh gak apa-apa kok" jawab Kirana segera menghapus air mata
__ADS_1
"Udahlah, jujur saja. Aku ini bukannya baru kenal dengan kamu" kata Fitri tak percaya
Kirana langsung memeluk Fitri dan kembali menangis, Fitri tau apa yang dirasakan Kirana saat ini. Sama seperti dirinya merasa sangat sedih akan berpisah dengan Kirana, Fitri membalas pelukan Kirana sembari mengelus punggung Kirana dan dirinya juga berusaha kuat.
Sekian lama Kirana menangis kini melepaskan pelukannya, Kirana menatap Fitri yang menahan tangis. Kirana tau Fitri tak ingin menangis disini karena dari dulu Fitri memang selalu kelihatan kuat dan tak pernah menangis dihadapan orang, jika Fitri sedih dirinya lebih suka menangis tanpa sepengetahuan orang-orang termasuk sahabat-sahabatnya.
Siang kini telah berganti malam, para karyawan telah menutup rolling door depan dan kini mereka semua sibuk merapikan restoran sebelum pulang. Sedangkan Kirana kini sudah berada di ruangan Bu bosnya memberikan buku pemasukan serta uang pendapatan hari ini, Kirana juga membantu Bu bosnya menulis nama-nama seluruh karyawan restoran di atas amplop yang berisi gaji mereka semua.
Setelah itu Kirana sudah kembali ke atas sembari membawa amplop yang berisi gaji mereka, Kirana mulai menyebutkan setiap nama yang ada di atas amplop itu. Kirana juga mengucapkan permintaan maaf jika mempunyai salah dan mengucapkan salam perpisahan, kemudian memeluk para karyawan yang setiap mengambil amplop itu sembari memberi motivasi.
Mita tak menjawab lalu pergi begitu saja, Kirana yang melihat kelakuan Mita barusan hanya geleng-geleng kepala. Kirana juga tak ingin ambil pusing yang terpenting dirinya sudah berusaha minta maaf, dimaafkan atau tidak itu bukan urusan dirinya lagi.
Kirana kini keluar dari restoran kemudian menutup dan mengunci pintu restoran, Kirana mendekati sahabat-sahabatnya yang sudah menunggunya dari tadi. Mereka berempat mulai meninggalkan restoran dan berjalan menuju kontrakan mereka, selama di perjalanan tak ada obrolan dari mereka karena mereka berempat ingin menyiapkan kondisi yang akan merasakan kesedihan soal perpisahan ini.
Tiba di kontrakan mereka berempat seperti biasa bergantian masuk kamar mandi, Kirana setelah masuk kontrakan langsung menuju kamar tidur. Kirana segera mengambil hpnya yang ada didalam tas kecil kemudian mulai menghidupkan hpnya yang seharian mati, Kirana melihat ada beberapa pesan whatsapp dari Dokter Perdi dan segera di bacanya.
(Assalamualaikum) Kak Perdi
__ADS_1
(Kalo udah pulang, kabari ya) Kak Perdi
(Walaikumsalam) Kirana
(Ada apa kak) Kirana
(Besok mau pulang jam berapa?) Kak Perdi
(Mungkin sekitar jam 8 lah biar tiba dirumah gak sore) Kirana
(Kakak jadi mau ngantar aku) Kirana
(Insyaallah, jadi) Kak Perdi
Kirana dan Dokter Perdi pun terus berkirim pesan whatsapp hingga tak terasa sahabat-sahabatnya Kirana sudah selesai semua dari kamar mandi, Kirana yang melihat sahabat-sahabatnya sudah selesai kini dirinya izin pamit dengan Dokter Perdi ingin membersihkan diri dahulu.
Kirana sudah masuk dalam kamar mandi, lagi-lagi ketika dalam kamar mandi Kirana tiba-tiba meneteskan air mata. Dirinya merasa seperti sedang bermimpi akan meninggalkan semua ini, 4 tahun lebih berada disini kini akan menjadi kenangan semua.
__ADS_1