
Kini restoran tempat sahabat-sahabatnya Kirana bekerja mulai ramai, para pengunjung tak berhenti berdatangan dari pagi hingga detik ini. Membuat semua karyawan restoran sibuk kesana kemari untuk menanyakan makanan yang akan di pesan para pengunjung serta mengantar makanan yang sudah siap untuk di antar ke meja-meja, Novi yang berada di pelayanan depan pun merasa benar-benar lelah kakinya rasa ingin patah.
Dalam minggu ini restoran benar-benar sangat ramai sehingga semua karyawan restoran merasa lelah dan mungkin mereka bisa istirahat hanya ketika sudah pulang ke rumah dan kontrakan mereka, saat ini Lili juga tak bisa membantu para karyawan bagian pelayanan depan karena dirinya masih sibuk dengan semua nota belanjaan bahan dapur yang masih diperiksanya dari tadi.
Bu bos pemilik restoran itu hanya memperhatikan semua karyawannya melalui cctv restoran yang ada di ruangannya, Bu bos sangat senang restorannya kini semakin ramai kadang sampai tak ada tempat duduk lagi untuk para pengunjung yang ingin makan.
Makanya sekarang Bu bos menambah bangunan di sebelah agar restoran miliknya semakin luas, para kuli bangunan baru berapa minggu mengerjakan pembangunan itu jadi besar kemungkinan agak lama bangunan itu selesai.
Namun Bu bos sudah memberi waktu pada para kuli bangunan harus secepat mungkin mengerjakan pembangunan bangunan di sebelah, saat sibuk memperhatikan para karyawan yang kesana kemari Bu bos tak melihat Mita dari tadi.
Bu bos pun segera menelepon Lili melalui telepon restoran, Lili yang mendengar bunyi telepon restoran yang terletak di atas mejanya langsung mengangkat telepon tersebut.
"Li, Mita kemana dari tadi tidak kelihatan?" tanya Bu bos
"Ahh, Mita. Maafkan saya Bu tidak memperhatikan para karyawan, akan saya cari dimana dia sekarang" kata Lili merasa bersalah karena teledor dalam pengawas para karyawan
"Iya sekarang cari dia, ya sudah Ibu matikan teleponnya" kata Bu bos langsung mematikan telepon secara sepihak
Lili berdecak kesal mengapa bisa dirinya teledor tak mengetahui bahwa Mita yang izin ke toilet tadi hingga saat ini belum juga kembali, Lili pun segera beranjak dari tempat duduk dan berjalan ke arah belakang untuk mencari ke beradaan Mita.
"Ada yang lihat Mita gak?" tanya Lili pada karyawan bagian belakang
__ADS_1
Salah satu karyawan bagian gudang membisikkan sesuatu di telinga Lili, darah Lili langsung naik wajahnya yang putih pun jadi merah karena menahan marah. Secepatnya Lili melangkah ke arah gudang beras, ingin mencari seseorang yang dari tadi menghilang.
Brusstt.....
Air yang di dalam mangkok itu yang di pegang Lili dari tadi kini sudah membasahi wajah Mita yang sedang tertidur begitu pulas diantara tumpukan beras, Mita langsung terbangun ketika ada yang menyiram wajahnya.
"Bagaimana sudah puas belum tidurnya" kata Lili dengan nada suara yang begitu tinggi sembari berkacak pinggang
"Kamu ganggu orang tidur saja, aku tu capek bolak balik dari pagi tadi" bukannya ngejawab Mita justru balik memarahi Lili
"Memangnya cuma kamu yang capek disini, semua karyawan juga capek. Enak banget kamu disini tidur sedangkan yang lain sangat sibuk" kata Lili semakin meninggikan nada bicaranya
Lili semakin emosi mendengar Mita mengatainya anak kecil, dirinya yang terbawa emosi segera mendorong tubuh Mita.
"Aaww..." teriak Mita saat dirinya terjatuh dalam keadaan tengkurep karena posisinya tadi membelakangi Lili
Para karyawan bagian belakang dan gudang segera berlari ke gudang beras ingin melihat apa yang terjadi sehingga terdengar seperti ada yang berteriak, Mita segera berdiri dirinya ingin membalas perbuatan Lili barusan namun saat tangannya sudah hampir mendarat di pipi Lili ada yang menahan tangannya.
"Lepaskan aku, aku ingin menghajar anak kecil yang gak tau diri ini" kata Mita ngeberontak dari pegangan para karyawan laki-laki yang bagian gudang
"Ehh nenek lampir jaga ya mulut kamu, dasar perawan tua" kata Lili masih dalam keadaan geram
__ADS_1
Tubuh Lili juga di pegang salah satu karyawan laki-laki, mereka tidak ingin digudang itu terjadi baku hantam apalagi di depan sangat ramai para pengunjung jika mereka baku hantam bisa-bisa Bu bos akan murka kepada semua karyawan.
Fitri yang tau Lili sedang ribut dengan Mita segera didekatinya sahabatnya itu, Fitri menggelengkan kepalanya kepada Lili tanda jangan melakukan itu lagi. Lili pun diam setelah Fitri ada didekatnya segera Fitri membawa Lili pergi dari situ, Lili menurut saja dirinya pun tak habis pikir mengapa bisa dirinya berbuat seperti itu tadi.
Lili kembali ke tempat duduknya, sedangkan Mita karena bajunya juga basah tak bisa kembali ke depan saat ini jadi memutuskan untuk mengganti baju terlebih dahulu. Beruntung Bu bos mereka memang selalu mempersiapkan beberapa baju kaos di lemari yang ada di dekat toilet karena buat jaga-jaga takut baju para karyawan kotor terkena kuah ataupun hal lain, Mita secepatnya mengganti baju karena harus kembali ke depan.
Kini sudah waktunya para karyawan beristirahat untuk makan siang, namun para karyawan masih sibuk dengan para pengunjung jadi belum ada yang beristirahat. Lili saat ini berada di ruang Bu bos mengantarkan uang pemasukan dari pagi hingga siang ini tadi, dan menyerahkan laporan nota belanjaan minggu ini yang harga bahan-bahan dapur semakin naik.
"Alhamdulilah uang pemasukan minggu ini sangat tinggi penaikannya, apalagi hari ini. Jadi kalian Ibu kasih bonus setiap orang 500 ribu dan kalian hari ini makan gratis di restoran ini" kata Bu bos
"Benaran bu, makasih ya bu semoga rezeki ibu berkah dan semakin lancar" kata Lili senang sembari mencium tangan Bu bosnya berapa kali
"Iya ini semua berkat kalian, kamu kembalilah ke atas. Ohh iya, suruh Mita menghadap Ibu sekarang" ujar Bu bos
"Baik bu, saya permisi" kata Lili kemudian beranjak dari situ
Lili sudah ada di restoran, dirinya juga sudah memberitahu semua karyawan bahwa hari ini dapat makan gratis di restoran. Tentu semua karyawan sangat senang, Lili Fitri dan Novi merasa beruntung hari ini disaat mereka tidak membawa bekal makanan malah mereka dapat makan gratis.
Para karyawan sudah ada yang beristirahat untuk makan, Lili juga menyampaikan pada Mita bahwa Mita di minta Bu bos untuk ke ruangan Bu bos. Mita yang sangat ketakutan tetap harus menghadapi apapun yang terjadi, Mita tau bahwa saat ini dirinya memang salah karena sudah tidur diwaktu bekerja.
Mita menuruni anak tangga yang ada di belakang kasir, anak tangga yang seharusnya cuma 10 detik untuk menuruninya namun kini berubah menjadi 1 jam karena Mita berjalan begitu lambat soalnya rasa takutnya saat ini semakin besar.
__ADS_1