
Setelah itu Kirana dan sahabat-sahabat segera kembali ke tempat tidur masing-masing, mereka ingin segera tidur apalagi malam semakin larut dan besok harus kembali bekerja.
Suara adzan subuh berkumandang membangunkan mereka berlima dari tidur, Kirana yang sedang berhalangan untuk sholat tetap harus bangun karena harus memasak untuk sarapan pagi dan bekal yang akan dibawa mereka nanti.
Kirana juga ikut bangun setelah mendengar adzan subuh, dirinya segera menuju dapur. Kirana mulai menakar beras yang akan di masaknya dan mencuci beras itu hingga bersih, kemudian di masukannya, mencolokkan rice cooker dan menekan tombol cook.
Kirana mengambil ember yang berisi sayur kangkung yang terletak dikolong meja kompor, dirinya mulai memetik sayur kangkung itu hingga tersisa batang yang keras dan akar. Kirana mulai mencuci sayur kangkung dan bumbu-bumbu yang sudah disiapkannya tadi, dirinya mulai menumis sayur kangkung tersebut setelah itu mengoreng nasi sisa semalam.
Selama dirinya memasak sahabat-sahabatnya yang sudah sholat subuh mulai bergantian masuk kamar mandi untuk membersihkan diri masing-masing, selesai masak saat melihat kamar mandi kosong Kirana segera masuk kamar mandi.
Kirana dan sahabat-sahabat sebelum berangkat sarapan terlebih dahulu kali ini mereka sarapan nasi goreng yang dibuat oleh Kirana, biasanya tak pernah ada nasi sisa makanya jarang mereka membuat nasi goreng namun kemarin pagi ternyata Kirana sudah berpesan dengan Novi kalo masak nasi agak dibanyakin karena Kirana ingin membuat nasi goreng paginya.
Selesai sarapan mereka keluar dari kontrakan mereka ingin segera berangkat kerja, Fitri mengunci pintu kontrakan setelah mereka sudah diluar semua. Mereka mulai berjalan menuju tempat mereka bekerja, dan tak lama kemudian mereka tiba di restoran.
Mereka segera masuk dan mengisi absen nama mereka masing-masing, Kirana kini berdiri disamping kasir menunggui absen setiap karyawan datang. Semuanya sudah datang dan tak ada yang terlambat, Kirana segera menutup absen.
Kirana merasa tidak melihat Mita absen, dirinya segera mendekati kertas yang tertempel didinding samping kasir. Kirana melihat jadwal libur hari ini ternyata nama Mita yang tertulis disitu.
"Pantes gak lihat dia, ternyata libur hari ini. Syukur deh hari pertama menjadi Manager gak ada yang sewot" gumam Kirana
__ADS_1
Kirana mulai berjalan memantau setiap tugas karyawan restoran dari belakang ke depan, semuanya sudah beres Kirana kembali berdiri di samping kasir memantau pemasukan dan pengeluaran uang.
Restoran mulai berdatangan pengunjung hingga restoran menjadi ramai, karyawan mulai kewalahan melayani setiap pengunjung. Kirana yang melihat pengunjung hari ini sangat ramai segera membantu karyawan lain, sebenarnya melayani pembeli bukan tugas Kirana lagi tapi Kirana tak ingin pengunjung kecewa karena karyawan agak lambat melayani mereka.
Bu bos yang melihat Kirana dari CCTV hanya tersenyum, Kirana memang terkenal suka membantu makanya Bu bos mengangkat Kirana menjadi Manager restoran karena Bu bos sudah tau dari CCTV selama ini bagaimana Kirana terhadap karyawan lain dan cara Kirana bekerja ditambah Manager lama juga memberitahu Kirana itu pantas menjadi Manager.
Selesai membantu para karyawan lain Kirana kini duduk disamping kasir melihat buku keuangan, setiap detail buku itu dibacanya dengan teliti dan mempelajari cara menambah margin keuntungan dan hal-hal lainnya.
Tak terasa waktu istirahat makan siang pun tiba, seluruh karyawan sudah mulai bergantian untuk makan siang dan ada juga yang izin untuk menunaikan sholat dzuhur di mushollah restoran. Kirana yang kini menjadi Manager sekarang harus makan di ruang kasir tersebut karena tidak boleh ditinggalkannya kalo pun Kirana akan pergi uang yang di kasir harus dikunci terlebih dahulu, Kirana menuruti peraturan yang dibuat oleh Bu bosnya.
Kirana mulai mengeluarkan bekal yang dibawanya, dirinya mulai makan nasi dan lauk yang sudah dimasaknya pagi tadi. Selesai makan Kirana ingin pergi ke toilet sebelum pergi seperti perintah Bu bos harus mengunci uang yang di kasir terlebih dahulu, kemudian Kirana segera menuju toilet dan langsung masuk saat melihat toilet sekarang lagi tak ada orang.
Kirana keluar dari toilet ingin kembali ke kasir dan mulai melangkah.
"Ada apa Sev" tanya Kirana
"Diluar ada Agam, nyariin kamu dari tadi" kata Sevia agak gugup memberitahu Kirana
"Apa aku gak salah denger" kata Kirana terkejut
__ADS_1
Sevia mengangguk yang mengartikan bahwa Kirana memang tidak salah dengar, mata Kirana mengikuti arah telunjuk Sevia. Dan benar ada Agam yang sedang berdiri diluar entah ada urusan apa dirinya tiba-tiba muncul lagi dihadapan Kirana dan ingin mencari Kirana lagi, Kirana hanya tersenyum kecut berusaha kuat melihat kemunculan Agam saat ini.
Kirana yang diberitahu Sevia bahwa Agam mencarinya, Kirana segera keluar dari restoran berjalan mendekati posisi Agam yang sedang berdiri.
"Hemm" hanya itu yang keluar dari mulut Kirana saat sudah berada dibelakang Agam
"Kirana, ya ampun aku kangen banget dengan kamu" kata Agam ingin memeluk Kirana
Namun ditahan Kirana pakai kedua tangannya lalu segera didorongnya tubuh Agam dengan sekuat tenaga.
"Ohh maaf aku hampir kebablasan, padahal ini tempat umum" kata Agam malu sembari mengaruk tengku nya yang sebenarnya tidak gatal
"Bukan hanya tempat umum, kita juga bukan muhrim" kata Kirana nada suaranya agak lebih tegas
"Ohh iya sekali lagi maaf, aku kesini hanya ingin memberimu ini. Maaf ya cuma bisa ngasih kamu ini dihari ulang tahunmu, tapi kalo aku udah punya uang yang banyak bakal aku ganti cincin emas" kata Agam sembari mengeluarkan cincin perak dari saku celananya
Kirana yang tak tau maksud Agam hanya memandangi cincin tersebut masih dengan diam tak merespon apapun karena dirinya saat ini sedang mengontrol hati dan pikirannya, jujur dirinya sangat merindukan Agam namun di sisi lain dirinya ingat Agam yang menyampakannya begitu saja dan sudah membuatnya hampir depresi.
Agam langsung mengangkat tangan kiri Kirana dan memakaikan cincin itu, Kirana yang melihat perlakuan Agam barusan segera menarik tangannya kembali.
__ADS_1
"Dijaga baik-baik ya tunggu sampai nanti di ganti dengan cincin emas" kata Agam
"Insyaallah, aku mau kembali bekerja permisi" kata Kirana meninggalkan Agam begitu saja