Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 149


__ADS_3

Tak terasa kini kehamilan Kirama memasuki trimester 3, beruntung janin dalam kandungannya tidak begitu menyusahkan dirinya. Bahkan selama mengandung Kirana tak pernah merasakan namanya mual maupun muntah, makanya sekarang tubuhnya sedikit gemuk dari biasanya.


Dikandungannya yang ke 7 bulan ini Kirana tidak ada mengadahkan acara seperti Adik ipar sang suami waktu dulu, Kirana justru sekarang berniat ingin mengunjungi panti asuhan ingin berbagi makanan dan pakaian serta mainan untuk anak-anak panti karena baginya lebih bermanfaat dan berkah.


Kirana dan Dokter Perdi sudah siap untuk pergi ke panti asuhan yang tak jauh dari rumah mereka, mereka berdua pun segera masuk ke dalam mobil. Mobil pun mulai melaju meninggalkan halaman rumah mereka dan menuju panti asuhan yang ingin mereka kunjungi, lumayan jauh dan memakan waktu satu jam mereka berdua pun tiba di sebuah bangunan berwarna putih.


"Ayo sayang" ujar Dokter Perdi yang membukakan pintu mobil sang istri dan menuntun sang istri untuk turun


Kirana dan Dokter Perdi segera berjalan di koridor panti asuhan menuju ruangan tempat pengurus panti asuhan tersebut, tiba disitu Dokter Perdi mengetuk daun pintu ruangan tempat pengurus panti asuhan.


"Silahkan masuk dan duduk disini" ujar Seorang wanita yang berusia sekitar 40 tahun sembari menunjuk sebuah kursi panjang yang kemungkinan tempat menunggu


Kirana dan Dokter Perdi segera masuk dan duduk di kursi tersebut.


"Permisi, Bapak dan Ibu ada perlu apa kesini?" tanya Pengurus panti asuhan tersebut


"Kita ingin berbagi makanan dan pakaian untuk anak-anak panti" jawab Dokter Perdi sembari tersenyum


"Ohh begitu, terima kasih sebelumnya untuk Bapak dan Ibu sudah mau berbagi dengan anak-anak panti" ujar Pengurus panti asuhan tersebut


"Makanan dan Pakaiannya ada di mobil kita" kata Dokter Perdi beranjak dari duduknya ingin ke mobilnya yang terparkir di halaman panti asuhan


Kirana dan Dokter Perdi segera kembali ke mobil mereka yang terparkir di halaman panti asuhan, sedangkan Pengurus panti tadi meminta yang lain mengumpulkan anak-anak panti di aula tempat biasa jika mereka mendapat hadiah dari orang-orang peduli dengan keadaan mereka.


Beruntung Kirana dan Dokter Perdi sebelum ke panti asuhan tadi menyempatkan diri untuk membeli makanan, kalo pakaian dan mainan yang sudah dibeli mereka jauh-jauh hari karena mereka berdua memang sudah lama memiliki niat tersebut.

__ADS_1


Kini Kirana dan Dokter Perdi sudah berada di aula tempat anak-anak panti yang sudah berkumpul, Kirana begitu senang melihat wajah anak-anak panti yang begitu lahap makan makanan yang di bawakannya tadi begitu juga dengan Dokter Perdi bahkan Dokter Perdi begitu senang menyuapi salah satu anak panti tersebut yang kemungkinan paling kecil diantara yang lain.


Selesai anak panti makanan, Kirana dan Dokter Perdi segera membagikan pakaian dan mainan kepada anak-anak panti yang mengantri untuk mengambil pakaian beserta mainan yang mereka sukai.


"Bu kita pamit ya, mau pulang. Kasian istri saya yang lagi hamil besar ini pasti sudah kelelahan" kata Dokter Perdi yang ingin pamit kepada Pengurus panti


"Ohh iya terima kasih ya Ibu dan Bapak mau berbagi dengan anak-anak panti, semoga rezeki Ibu dan Bapak berkah dan berlimpah, semoga juga lahiran nanti lancar dan sehat untuk Ibu dan bayinya" kata Pengurus panti itu sembari tersenyum


"Iya aaamiiin, kalo begitu kita permisi. Dan ini ada sedikit uang mungkin bisa membantu Ibu dan anak-anak panti" kata Dokter Perdi


Kirana dan Dokter Perdi pun pergi dari panti asuhan dan ingin segera kembali ke rumah mereka.


.


.


Kandungan Mita kini sudah menginjak 9 bulan yang artinya sebentar lagi dirinya melahirkan, Mita ingin keluar rumah sejenak dirinya berniat menjual emas-emas yang dibelinya waktu masih bekerja dulu. Dirinya memerlukan uang untuk biaya lahiran nanti, Mita segera memakai masker dan kaca mata hitam sebelum pergi karena biar gak dikenalin teman-teman SMA nya maupun karyawan restoran teman dirinya bekerja dulu.


Beruntung sang ibu sekarang tinggal dengan Adiknya jadi dirinya tak terlalu repot belum mengurus dirinya sendiri yang bahkan sekarang agak susah membawa kemana-man perutnya yang sudah besar ini, bukan dirinya tak mau mengurus sang ibu namun hanya saja dirinya tak tak terurus apalagi semenjak penyakit sang ibu kambuh kemaren tentu membuatnya sangat khawatir dan untung Adiknya bersedia mengurus sang ibu.


Mita segera mengeluar sepeda motornya dari rumah, kemudian melajukan sepeda motornya meninggalkan halaman rumah dan menuju toko emas langganannya dulu. Hanya 15 menit dirinya pun sudah tiba di toko emas tersebut, Mita segera turun dari sepeda motornya dan berjalan masuk ke dalam toko emas itu.


"Ko, berapa harga emas 1 suku sekarang?" tanya Mita ingin berbasa basi


"Ohh harga emas 1 suku ysekarang lagi naik, 5.700.000" jawab Pemilik toko emas itu

__ADS_1


"Jadi kalo mau jual harga itu donk, ini saya mau jual" kata Mita sembari mengeluarkan dompet kecil dari tas


"Saya lihat dan timbang dulu ya" jawab Pemilik toko emas tersebut sembari memperhatikan emas milik Mita itu


Mita menyimpan 1 set emas yang terdiri dari kalung yang 2 suku, gelang 1 suku dan cincin 1 suku. Dirinya dulu memang sangat suka membeli emas tersebut makanya lumayan banyak simpanannya.


"Mau di jual semua ya?" tanya Pemilik toko perhiasan itu


"Iya Ko, berapa jadinya?" tanya Mita lagi


"Semuanya 22.500.000 sudah di potong upah" jawab Pemilik toko perhiasan itu


"Ohh iya Ko gak apa-apa, sekalian saya mau memesan kalung dengan liotin nama bisa gak?" kata Mita, dirinya berniat memberikan kepada sang anak


"Untuk dewasa apa anak-anak?" tanya Pemilik toko emas itu


"Sepertinya untuk dewasa saja Ko, biar kalu udah besar anak saya bisa memakainya" kata Mita


"Baiklah siapa namanya?" tanya Pemilik toko emas itu lagi


"ELISA" jawab Mita membayangkan wajah anaknya yang akan lahir sebentar lagi


Mita pun melakukan transaksi jual beli emas miliknya tadi, dan juga membayar separuh kalung emas yang ingin dipesannya tadi. Kalung itu kemungkinan jadi satu minggu paling cepat, dan bertepatan kemungkinan Mita melahirkan.


Setelah itu Mita kembali ke bank dulu ingin menabung uang hasil dirinya jual emas tadi, uang itu pasti aman di dalam tabungannya apalagi uang itu lumayan banyak. Mita segera melajukan sepeda motornya menuju bank tempat biasa dirinya menabung.

__ADS_1


Kini Mita duduk di kursi antri setelah mengambil nomor antri untuk menabung uang, selama menunggu Mita membuka sosial media dirinya selalu berharap ada kabar dari Agam agar Agam mengetahui tentang dirinya namun sepertinya hingga detik ini masih nihil.


__ADS_2