
"Gak nyangkah ya kak, kita dapat baju couple. Ini baju bagus juga, pasti mahal" kata salah satu adik ya Kirana sembari memasukan lagi gamis batik itu kedalam paper bag
"Iya, beruntung banget kak Kirana dapat kak Perdi seorang dokter yang baik dan juga ganteng" kata adik bungsu Kirana
"Alhamdulilah, semoga nak Perdi bisa buat kamu bahagia Kirana" kata Ibunya Kirana
"Iya bu, aamiin" jawab Kirana
Ayahnya dan Ibunya Kirana segera memberi nasehat kepada Kirana bagaimana harus menjadi istri yang baik, bagaimana bersikap dengan mertua dan banyak lagi perihal yang di sampaikan oleh kedua orang tua Kirana. Kirana mendengarkan semua nasehat kedua orang tuanya bahkan dirinya senang orang tuanya mau memberikan nasehat untuk dirinya.
Selesai di nasehati kedua orang tuanya, kini Kirana pamit masuk kamar. Kirana pun beranjak dari duduknya kemudian melangkahkan kaki ke arah kamar tidurnya sembari membawa paper bag yang berisi gamis batik miliknya, Kirana masuk kamar kemudian menutup lagi pintunya tapi tidak dikuncinya.
Kirana mengeluarkan gamis batik itu dari paper bag, kemudian mengambil gantungan baju di dalam lemari dan memasangkan ke kedua gamis batik yang diberi Dokter Perdi itu. Lalu di gantungannya lagi gamis itu ke dalam lemari pakaiannya, setelah selesai Kirana berbaring di tempat tidurnya sembari mengetik pesan whatsapp yang akan dikirimnya ke Dokter Perdi.
__ADS_1
Di tempat lain, Dokter Perdi yang tadinya berniat ingin langsung pulang ke kliniknya membatalkan niatnya, Dokter Perdi memilih untuk menginap saja dirumah adiknya karena Dokter Perdi sepertinya tak sanggup untuk mengemudikan mobil di tengah malam apalagi masuk daerah kliniknya lewat pukul 10 malam sangat rawan begal.
Dan beruntungnya hari ini hari minggu jadi adiknya pasti ada dirumah karena sedang libur bekerja, Dokter Perdi segera melajukan mobilnya ke jalan menuju rumah adiknya. Dokter Perdi dengan adiknya tinggal satu kota namun lumayan jauh jarak rumah mereka, karena tempat tinggal Dokter Perdi sekarang agak masuk perkampungan bukan kota sedangkan adiknya berada di tengah kota.
Berapa jam telah berlalu kini Dokter Perdi sudah memasuki jalan perumahan minimalis, Dokter Perdi mengemudikan mobilnya dengan pelan karena sembari mengingat rumah adiknya. Dokter Perdi lupa di mana rumah adiknya soalnya memang jarang dirinya main kerumah adiknya karena mereka sama-sama sibuk jadi jarang bertemu bahkan seingat Dokter Perdi dirinya kesini waktu wisuda adik bungsunya dulu, dua tahun yang lalu.
Dokter Perdi meminggirkan mobilnya di tepi jalan, kemudian mengeluarkan hpnya yang ada di dalam tas. Dokter Perdi melihat dilayar hp ada pesan whatsapp dari Kirana namun di abaikannya dulu, dirinya harus menelepon adiknya terlebih dahulu. Setelah mendapatkan nomor adiknya dikontak telepon langsung Dokter Perdi memilih tanda bewarna hijau.
"Hallo Jhon dimana rumahmu, aku sudah lupa" kata Dokter Perdi saat sambungan telepon terhubung
"Iya oke bentar lagi aku sampai" jawab Dokter Perdi kemudian mematikan telepon
Dokter Perdi kembali menyalahkan mesin mobilnya kemudian dilajukannya lagi kerumah yang sudah dijelaskan adiknya tadi, hingga Dokter Perdi pun tiba di depan rumah adiknya. Dokter Perdi kemudian turun dari mobilnya dan menutup serta mengunci lagi pintu mobilnya, Dokter Perdi langsung masuk ke dalam rumah karena rumah adiknya sudah terbuka pintunya.
__ADS_1
"Tumben kesini, biasanya kalo disuruh kesini alasan banyak pasien yang berobat" kata Jhon saat melihat Dokter Perdi duduk dikursi
"Habis dari rumah Kirana, jadi sekalian mampir. Aku numpang nginep ya malam ini" kata Dokter Perdi to the point
"Iya, gimana jadi kapan mau bawah ayah ibu dan keluarga kita kesana?" tanya Jhon
"Seminggu lagi, besok aku bakal kabari ayah dan ibu" jelas Dokter Perdi
Adik ipar Dokter Perdi membawakan teh hangat untuk Dokter Perdi dan suaminya, dirumah itu hanya ada Jhon dan istrinya mereka baru menikah tiga bulan yang lalu namun rumah tersebut sudah lama dibeli Jhon sebelum menikah dengan istrinya.
Dokter Perdi adalah kakaknya Jhon jarak umur mereka hanya berbeda satu tahun, jadi Dokter Perdi dan Jhon memang sangat akrab kadang orang banyak mengira kalo mereka kembar padahal tidak sama sekali.
Jhon menikah mendahului Dokter Perdi karena Jhon sudah lama pacaran dengan istrinya sekarang mungkin hampir 15 tahun mereka pacaran makanya setelah Jhon sukses akhirnya memutuskan menikah, dulu Jhon tak mau mendahului Dokter Perdi menikah karena sebagai adik, Jhon pengen Dokter Perdi menikah terlebih dahulu tapi karena bertahun-tahun Dokter Perdi tak pernah sama sekali mengenalkan pacarnya ataupun calonnya kepada keluarga mereka akhirnya Jhon memutuskan untuk menikah duluan.
__ADS_1
Awalnya Dokter Perdi keberatan tapi lama kelamaan dirinya kasian juga dengan adiknya itu sudah mapan sudah punya calon istri, masak belum menikah juga dan akhirnya Dokter Perdi setuju jika Jhon akan menikah duluan dari Dokter Perdi, namun siapa sangka setelah Jhon menikah justru Dokter Perdi dipertemukan dengan jodohnya yaitu Kirana meski belum menikah tapi Dokter Perdi sudah melamarnya.
Setelah berbincang begitu banyak akhirnya Dokter Perdi bisa istirahat, Dokter Perdi masuk kamar tamu setelah membersihkan diri. Dokter Perdi yang sangat mengantuk lagi-lagi lupa dengan pesan whatsapp Kirana, Dokter Perdi pun sudah tak sadarkan lagi karena sudah terlelap.