
Malam hari di Jakarta
Lili berjalan keluar dari mini market dengan menenteng satu kresek sedang yang berisi berbagai kebutuhan sehari-harinya, dirinya yang terlalu fokus dengan layar hp karena sedang memesan ojek online di aplikasi tak sadar jika ada seorang laki-laki di depannya hingga Lili dan seorang laki-laki itu bertabrakkan.
"Ya jatuh deh belanjaan ku" kata Lili dengan bibir mengerucut sembari memungut belanjaannya yang berserakkan kemana-mana
"Maaf ya" kata Seorang laki-laki itu sembari membantu memungut belanjaan Lili
"Ahh tidak apa-apa, justru aku yang harusnya minta maaf" kata Lili berdiri di hadapan seorang laki-laki itu sembari tersenyum ramah
"Iya sudah aku memaafkanmu dan kamu memaafkan aku" kata Seorang laki-laki itu sembari menyunggingkan senyuman manisnya
Lili tak menanggapi lagi ucapan seorang laki-laki itu dan berlalu begitu saja dari hadapan seorang laki-laki itu, tapi berbeda dengan seorang laki-laki itu dirinya justru terpesona dengan kecantikan Lili yang natural hingga seorang laki-laki itu memilih ingin membuntuti Lili.
Lili berdiri di depan mini market menunggu pesanan ojek online yang di pesannya tadi lewat aplikasi, cukup lama menunggu akhirnya ojek online itu datang dan Lili segera naik ke jok belakang serta memakai helm. Tukang ojek itu mulai melajukan sepeda motornya meninggalkan mini market itu.
"Mbak kayaknya mobil putih itu sedang membuntuti kita" kata Mamang ojek itu ketika memperhatikan mobil putih dari kaca spion
"Masak sih mang?" tanya Lili sembari menoleh ke belakang dan benar mobil putih itu mengikuti mereka
"Biarin aja sih mang, jalan ini kan ramai. Kalo dia macam-macam mati di keroyok masyarakat disini" kata Lili memilih cuek aja
Hingga tak terasa ojek online itu berhenti di depan kontrakan Lili dan Novi, Lili segera membayar ongkos ojek itu dan kemudian masuk ke dalam kontrakan. Lili mengintip mobil putih yang berhenti tak jauh dari kontrakannya dari balik jendela namun seseorang yang ada di dalam mobil putih itu tidak turun, jadi Lili tidak bisa melihat siapa yang ada di dalam mobil putih itu.
__ADS_1
"Ohh dia ngontrak, artinya dia bukan asli orang sini dan pasti dia disini sedang kuliah atau mungkin sedang kerja" kata Seorang laki-laki yang bertabrakan dengan Lili tadi sedang memperhatikan kontrakan Lili dari dalam mobil
Tak lama mobil putih itu pergi dari depan kontrakan Lili, dan kembali ke hotel merah putih tempat penginapannya selama masa turnamennya di daerah sini. Seorang laki-laki itu adalah sahabat Kirana masa SMA siapa lagi kalo bukan Andre, dirinya datang ke sini untuk bertanding main sepak bola dengan pemain sepak bola daerah ini.
Setelah kejadian satu tahun yang lalu ketika Andre meratapi nasibnya karena ditinggal Kirana menikah pada akhirnya dirinya sekarang fokus dengan dunianya yaitu menjadi pemain sepak bola cita-citanya dari kecil, dan beruntungnya hingga sekarang dirinya selalu dapat tawaran untuk ikut turnamen di mana pun.
Hingga Andre bisa melupakan Kirana karena baginya Kirana hanya lah masa lalu yang belum sempat dimilikinya, selama turnamen di setiap daerah dirinya tak terlalu peduli dengan yang namanya kaum wanita namun saat pertama kali melihat wanita yang tidak sengaja bertabrakkan dengannya di mini market tadi.
Tiba-tiba jantungnya bergemetar hebat apalagi melihat senyuman di bibir wanita itu tadi, membuat dirinya ingin sekali mencicipi bibir kecil merah madu itu.
"Astagfirullah, apa-apaan sih kamu ini Andre" kata Andre baru tersadar kalo dirinya dari tadi melamunkan wanita yang tak sengaja bertabrakkan dengan dirinya tadi.
Andre yang baru sadar dirinya telah berada di area pakiran hotel merah putih segera turun dari mobilnya, kemudian berjalan masuk ke dalam hotel dan masuk lift menuju kamar hotel yang telah dipesannya sebelum pergi tadi.
Lili pun pergi dari balik jendela itu dan meletakkan kresek belanjaannya di dalam kamar tidur, lalu mengambil facial foam di dalam kresek itu dan melangkahkan kaki ke kamar mandi. Lili ingin membersihkan wajahnya karena baru habis dari luar, ditambah mandi sore tadi dirinya belum sama sekali mencuci wajahnya dengan facial foam karena kehabisan.
Setelah itu Lili kembali ke kamar tidurnya, lalu segera berbaring di atas kasur tipis yang banyak kenangan itu. Tiba-tiba air mata Lili jatuh karena teringat kembali awal-awal dirinya bersama sahabat-sahabatnya namun sekarang sudah jadi kenangan, kontrakan yang dulu penuh dengan suka duka canda tawa senang sedih kini sepi karena sekarang hanya tinggal dirinya dan Novi yang masih bertahan bekerja dan mengontrak disini.
Sevia Kirana sudah bahagia dengan pasangan mereka masing-masing, sebentar lagi Fitri yang dua minggu lagi akan menikah sedang dirinya boro-boro ingin menikah pacaran pun baru sekali dan sekarang pun mantan pacarnya juga sudah menikah dengan pilihan orang tua mantan pacarnya.
Berapa jam kemudian Novi pulang setelah seharian bekerja, Novi masuk ke dalam kontrakan setelah pintu kontrakan di buka oleh Lili.
"Udah makan belum? tadi aku keluar beli nasi bungkus buat kamu" kata Lili saat melihat Novi duduk di ruang tamu bersandaran dengan dinding mungkin karena begitu kelelahan.
__ADS_1
"Belum, nanti aku makan. Aku mau ke kamar mandi dulu bersih-bersih" kata Novi beranjak dari duduknya kemudian berjalan ke kamar mandi
Sedangkan Lili memilih untuk masuk kamar tidur setelah memastikan pintu kontrakan tertutup dan terkunci, Lili kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur sembari bermain hp. Novi sudah keluar dari kamar mandi dengan piyama tidurnya, Novi mengambil nasi bungkus yang ada di dapur serta mengambil sendok dan membawanya ke ruang depan.
"Kamu udah makan belum Li?" tanya Novi sembari membuka bungkusan nasi tersebut
"Udah makan tadi, mau nunggu kamu keburu laper" sahut Lili dari dalam kamar tidur
"Ohh gitu, aku makan dulu ya" kata Novi mulai memasukan nasi tersebut ke dalam mulutnya
Cukup lama Novi menyantap dan menikmati nasi bungkus itu hingga akhirnya habis tak bersisa, setelah itu Novi membersihkan sisa makannya dan melangkahkan kakinya menuju kamar tidur. Novi melihat Lili yang belum tidur, yang sedang sibuk dengan hp yang ada di tangannya.
"Sepi ya Li, aku jadi kangen dengan yang lain" kata Novi sembari ikut berbaring disamping Lili
"Iya, aku juga kangen dengan yang lain. Kapan kita bisa kumpul bareng lagi ya" kata Lili sembari meletakan hpnya
"Kirana gimana kabarnya?" tanya Novi
"Ohh iya, kayaknya dia gak bisa ikut kita ke pernikahan Fitri. Katanya sekarang lagi bulan madu di Singapore" jelas Lili yang teringat soal siang tadi
"Kamu yakin Kirana di Singapore bulan madu, bukannya Kirana itu pengen ke Sabang ya bulan madunya. Ingat gak omongan Kirana dulu" kata Novi begitu serius
"Akhh iya, ya terus ngapain Kirana ke Singapore" kata Lili yang baru teringat soal candaan mereka dulu
__ADS_1
"Atau jangan-jangan Kirana....." kata Lili dan Novi sembari berpikir