Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 58


__ADS_3

Kirana setelah melihat jam kini ingin membersihkan diri dahulu apalagi hari juga sudah semakin sore, Kirana pun beranjak dari kasur dan mengambil handuknya yang tergantung kemudian berjalan menuju kamar mandi. Cukup lama Kirana di dalam kamar mandi hingga akhirnya keluar, Kirana kini kembali ke kamar tidur dan segera memakai pakaian santai.


Setelah itu Kirana duduk di atas kasur sembari bermain hp, dirinya mulai berselancar di sosial media. Ketika sibuk dengan hp Kirana teringat kembali momen dirinya memilih cincin tadi, Kirana pun segera melihat cincin yang terlingkar di jari manisnya.


Entah kebetulan apa gimana satu bulan sebelum dirinya diberi Dokter Perdi cincin ini, cincin dulu yang diberi Agam tiba-tiba jatuh masuk dalam kloset ketika dirinya sedang buang air kecil. Diambil pun tak bisa lagi karena cincin itu sudah terbawa oleh air kloset, dan bersyukurnya malah dapat pengganti yang lebih indah bahkan bukan hanya sekedar cincin tapi sebuah ikatan pertunangan.


Sore Kini berganti malam...


Dret dret dret


Getaran hp Kirana yang tadi diletakannya di atas kasur, Kirana yang melamun tersadar ketika merasakan getaran hp miliknya. Kirana segera mengambil hpnya dilihat dari atas layar hp ternyata Dokter Perdi yang mengirim pesan whatsapp, kini Kirana dan Dokter Perdi tak pernah lagi berkirim pesan melalui aplikasi messenger karena mereka satu bulan terakhir ini sudah bertukar nomor hp jadi bisa berhubungan melalui whatsapp.


Kirana segera membuka aplikasi whatsapp dan mulai membaca isi pesan tersebut.


(Aku baru nyampe, setelah ini mau langsung istirahat karena perjalanan berapa hari ini sangat melelahkan. Tidak apa-apakan) Kak Perdi


Setelah membaca pesan whatsapp dari Dokter Perdi Kirana segera mengetik kata demi kata setelah itu pilih tanda kirim, Dokter Perdi yang sudah masuk ke dalam kliniknya dan saat ini dalam kamar mandi belum tau bahwa Kirana sudah membalas pesan whatsapp nya tadi.


Cukup lama Dokter Perdi di dalam kamar mandi akhirnya keluar lalu berjalan menuju kamar tidurnya dan segera memakai pakaian yang lengkap dirinya ingin sholat isya terlebih dahulu, selesai sholat Dokter Perdi kini mulai berbaring di atas kasurnya sembari mengambil hp yang terletak di atas meja di samping kasurnya. Dokter Perdi mulai membaca pesan whatsapp dari Kirana tadi.


(Iya kak, aku ngerti. Aku juga udah istirahat dari tadi hanya saja masih menunggu sahabat-sahabatku pulang kerja kalo tidur sekarang takutnya gak kebangun sampe subuh nanti mereka jadi gak bisa masuk) Kirana


Setelah membaca pesan whatsapp dari Kirana, Dokter Perdi kembali mengetik pesan untuk dikirimke Kirana.

__ADS_1


(Terimakasih, ya udah aku duluan tidur. Selamat malam, Assalamualaikum) Kak Perdi


(Sama-sama, Iya kak. Selamat malam juga Walaikumsalam) Kirana


Kirana kembali melihat cincin yang terlingkar di jari manisnya kemudian cincin tersebut diabadikan Kirana di hpnya lalu diposting Kirana ke facebook.


(Terima kasih atas keseriusan ini) Caption yang di tulis Kirana ketika memposting cincin tersebut.


Setelah itu Kirana mulai berselancar lagi di sosial medianya, Kirana begitu sibuk dengan hpnya. Dari postingannya barusan banyak yang menyukai dan mulai ada beberapa yang berkomentar masuk di pemberitahuan dari hp Kirana, Kirana segera membuka komentar-komentar tersebut.


(Wah selamat ya Kirana) Bella


(Masyaallah, rencananya kapan) Sundari


Banyak lagi komentar yang masuk, namun tak bisa Kirana balas satu persatu hingga akhirnya ada komentar baru yang membuat Kirana penasaran dan segera Kirana buka komentar itu.


(Wah selamat ya, tak menyangkah akhirnya ada laki-laki yang bisa meluluhkan hatimu. Sekian banyak laki-laki yang mau melamarmu tak pernah ada yang kamu terima hingga akhirnya kini sudah lamaran dan tunangan tinggal menunggu hari H, aku jadi senang kamu udah mau menikah. Sekali lagi selamat ya) Andre


Kirana hanya tersenyum samar melihat komentar dari Andre, semenjak kejadian Kirana menolaknya lagi, Andre tak pernah lagi menghubunginya sebagai seorang sahabat bahkan postingan-postingan Kirana selama ini juga tak pernah lagi di sukainya kini Andre muncul lagi. Ada rasa senang dan ada juga rasa kecewa dengan Andre, mengapa dulu dirinya pas putus dengan Agam tak ada dirinya muncul sama sekali sebagai seorang sahabat padahal Andre tau dirinya habis patah hati waktu itu tapi senang juga akhirnya Andre mau mengomentari lagi postingannya meski dengan ada sindiran dan ucapan selamat.


Tok tok tok


Bunyi ketukan pintu dari luar, Kirana yang dari tadi melamun kini tersadar setelah mendengar ketukan pintu. Kirana segera beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu depan kemudian dibukanya pintu ternyata sahabat-sahabatnya sudah pulang dari kerja, dilihatnya jam yang ada di hpnya ternyata sudah menunjukan pukul 9 malam lebih.

__ADS_1


Setelah sahabat-sahabatnya masuk, Kirana kembali menutup pintu dan mengunci pintu. Kirana melihat sahabat-sahabatnya sudah mulai bergiliran masuk kamar mandi, sedangkan dirinya kini memilih kedapur untuk mengambil makanan yang sudah di hangatnya tadi sebelum sahabat-sahabatnya pulang.


Kirana kini menata semua makanan yang di belikan oleh Dokter Perdi waktu di perjalanan tadi, setelah selesai menata makanan Kirana melihat sahabat-sahabatnya di dalam kamar. Dilihatnya sahabat-sahabatnya begitu menekuk wajah mereka, Kirana bertanya-tanya ada apa dengan sahabat-sahabatnya namun sebelum bertanya Kirana ingin mengajak mereka makan terlebih dahulu.


"Ayo kita makan dulu, biar bad moodnya hilang. Udah aku siapin" kata Kirana mendekati sahabat-sahabatnya


"Iya ayo" jawab sahabat-sahabatnya serentak


Mereka berempat mulai berjalan keluar dari kamar, sahabat-sahabatnya Kirana sangat takjub begitu banyak makanan yang terhidang saat ini.


"Banyak banget makanannya apa ini semua dari Kak Perdi" kata Lili bertanya sembari duduk


"Iya ini semua dia yang beliin" jawab Kirana


"Wah, ada nasi ayam geprek, pizza, brownies amanda, spaghetti" kata Novi terus membuka semua makanan di hadapannya


"Kirana setiap dapat pacar selalu royal, tapi kayaknya yang ini lebih royal" kata Lili


"Bukan pacar tapi tunangan" kata Kirana sembari memperlihatkan cincin yang melingkar dijari manisnya


"Serius kamu udah tunangan" kata Fitri sembari memegang tangan Kirana


Kirana mengangguk, sahabat-sahabatnya Kirana sangat senang mendapat kabar bahagia ini mereka pun segera memeluk Kirana sembari mengucapkan selamat dan setelah itu mereka berempat mulai makan-makanan yang ada dihadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2