
Keesokan harinya, Kirana yang selesai memantau semua pekerjaan karyawan lain kini sudah mulai berkutik di mejanya, Kirana hari ini ingin menyelesaikan semua pekerjaannya yang ada di hadapannya saat ini, apalagi hari ini terakhir dirinya akan bertemu dengan nota-nota belanjaan restoran, buku pemasukan serta pengeluaran dan buku absen.
Ada rasa bahagia ada juga rasa sedih, bahagia akhirnya penantian yang lama dirinya ingin menikah kini sudah ada di depan matanya. Sedih juga karena sudah berapa tahun bekerja disini susah senang, tawa tangis semuanya pernah dirasakannya bahkan sangat sedih akan berpisah dengan sahabat-sahabatnya.
Kirana yang sempat melamun tersadar ketika mendengar bunyi telepon seluler restoran, Kirana segera menerima telepon tersebut ternyata Bu bosnya yang menelepon barusan meminta dirinya untuk ke bawah ke ruang Bu bosnya dan secepatnya hantar semua berkas yang sudah direkapnya selama dirinya menjadi Manager restoran.
Kirana setelah menerima telepon tadi segera menyelesaikan pekerjaannya yang harus merekap semua nota belanjaan dan buku pemasukan serta pengeluaran.
Sedangkan karyawan lain sangat sibuk masing-masing saat ini, apalagi waktu semakin akan menjelang siang para pengunjung mulai berdatangan.
Kirana yang telah menyelesaikan tugasnya kini segera berjalan kearah belakang kasir ingin ke ruang Bu bosnya yang ada di bawah dan memberikan rekapan yang di buatnya tadi, Kirana menuruni anak tangga satu persatu kemudian berhenti sejenak untuk melihat isi rekapan yang dibuatnya.
Tok...tok...tok
Bunyi ketukan pintu ruangan Bu bosnya Kirana
"Masuk" ujar Bu bosnya Kirana
__ADS_1
Kirana membuka pintu kemudian kembali menutup pintu dan berjalan mendekati meja kerja Bu bosnya, Kirana segera meletakan rekapan tersebut di atas meja Bu bosnya.
"Kirana, duduk dulu" ujar Bu bosnya yang memperhatikan Kirana yang berdiri dari tadi
Kirana pun menuruti perintah Bu bosnya
"Kamu hari ini terakhir bekerja, terima kasih ya atas bantuanmu selama ini. Restoran jadi makin ramai semenjak kamu yang pegang posisi Manager" ucap Bu bosnya Kirana
"Justru Kirana yang ingin berterima kasih dengan Ibu, Ibu sangat baik dan juga mau mempercayai Kirana selama ini" kata Kirana
"Kamu memang pantas untuk dipercaya Kirana" jawab Bu bosnya Kirana
Bu bosnya Kirana langsung menghampiri Kirana kemudian memeluknya, Kirana pun membalas pelukan Bu bosnya. Entah mengapa tiba-tiba air mata mereka berdua sama-sama jatuh, mereka berdua menangis seperti Adik Kakak yang akan berpisah jauh.
Cukup lama mereka berdua menangis Bu bosnya Kirana segera melepaskan pelukannya, Kirana juga ikut melepaskan.
"Semoga lancar ya pernikahanmu sampai hari H, insyaallah Ibu akan pergi ke acara pernikahanmu kalo gak ada halangan" kata Bu bosnya Kirana
__ADS_1
"Iya Bu makasih, semoga Ibu bisa hadir. Keluarga besar Kirana pasti akan menyambut Ibu sekeluarga" kata Kirana
"Ohh iya, ini ada pesangon untukmu. Semoga cukup ya" kata Bu bosnya Kirana sembari memberikan sebuah amplop yang sangat tebal
"Terima kasih Bu" ucap Kirana
Berapa jam setelah itu, kini Kirana sudah kembali ke atas dan membantu karyawan lain yang saat ini sedang sibuk mengantarkan pesanan ke setiap meja yang berisi para pengunjung.
Kirana ingin menikmati hari terakhirnya bekerja makanya saat melihat karyawan sibuk dirinya langsung bersedia membantu, Kirana juga ingin membuat momen yang berkesan karena ini akan diingatnya nanti setelah tidak bekerja lagi.
Mita saat melihat Kirana sibuk membantu orang lain dirinya pun pergi dari hadapan pengunjung setelah menulis pesanan pengunjung, Mita memberikan tulisan tersebut ke karyawan bagian dapur dan dirinya kini berjalan menuju toilet.
"Akhirnya Kirana bakal resign dari sini" kata Mita yang saat ini sedang di dalam toilet sembari menatap dirinya di pantulan cermin yang ada di dalam toilet
"Posisi manager pasti nanti aku yang akan di angkat Bu bosnya karena tak ada yang mengerti tugas Manager itu bagaimana kalo bukan aku" kata Mita yang masih berbicara dengan diri sendiri
Mita tersenyum licik di pantulan cermin, dirinya benar-benar senang akhirnya orang yang sangat di bencinya resign juga. Sekian lama menunggu ini adalah hati yang ditunggunya selama ini, entah mengapa rasa iri dihati Mita tak bisa hilang padahal Kirana tak pernah jahat dengan dirinya.
__ADS_1
Mita pun keluar dari toilet setelah melepaskan rasa senangnya, saat keluar dari toilet Mita sangat terkejut ternyata ada Novi di depan toilet entah berapa lama Novi berdiri di situ dan entah apakah Novi mendengar semua omongan Mita tadi.
Mita yang tak ingin Novi curiga jadi berusaha mengstabilkan keterkejutannya, Mita pun berlalu begitu saja di depan Novi. sedangkan Novi setelah Mita keluar dirinya segera masuk ke dalam toilet. Novi baru datang jadi dirinya tak mendengar apapun yang diucapkan Mita tadi, bahkan Novi cuek saja melihat Mita tadi terkejut pikir Novi mungkin Mita terkejut karena dirinya tiba-tiba di depan pintu toilet.