
Setelah selesai makan dan beres-beres, kini Kirana dan sahabat-sahabatnya sudah masuk kamar tidur dan mengambil posisi tempat tidur masing-masing.
"Akhirnya kamu bakal nyusul Sevia" kata Lili yang memulai obrolan
"Iya, alhamdulilah. Aku juga gak nyangkah kalo dia langsung serius dengan aku" kata Kirana
"Kamu yakin dengan dia, bukannya kalian baru kenal 2 bulan ini" tanya Novi
"Insyaallah, karena aku udah sholat istikharah sebelumnya" jawab Kirana
"Allah itu tau yang terbaik untuk kita, jika dia bukan yang terbaik untuk kita pasti sudah allah tunjukan kejelekan" jelas Fitri
"Benar banget, kayak si ehhh maaf" kata Lili buru-buru menutup mulutnya yang hampir keceplosan menyebut nama Agam
"Iya gak apa-apa, mungkin ini cara Allah dulu membuat aku kehilangan disaat lagi sayang-sayang dan diganti dengan yang insyaallah lebih baik" jelas Kirana
Mereka berempat masih mengobrol sembari bercanda dan Kirana juga sudah mempertanyakan perihal mengapa sahabat-sahabatnya setelah pulang dari bekerja begitu menekuk wajah, rupanya mereka begitu kesel dengan Mita karena selama dua hari Kirana gak masuk Mita seperti menguasai restoran menganggap dirinya seperti manager padahal nyatanya Mita dan sahabat-sahabat Kirana sama dengannya hanya seorang pelayan.
__ADS_1
Kemudian mereka berempat selesai mengobrol memutuskan untuk segera tidur karena besok harus bekerja lagi, mereka berempat pun mulai memejamkan mata dan akhirnya tertidur.
Suara adzan subuh berkumandang membangunkan sahabat-sahabatnya Kirana, mereka bertiga pun segera mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat subuh. Mereka bertiga sengaja belum membangunkan Kirana karena mereka bertiga tau Kirana lagi berhalang untuk sholat, ditambah Kirana mungkin sangat lelah diperjalanan kemarin.
Selesai sholat sahabat-sahabat Kirana mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing ada yang bergiliran masuk kamar mandi, ada juga yang sibuk didapur sedang memasak. Selesai semuanya mandi kini Fitri baru membangunkan Kirana, Kirana yang sudah bangun akhirnya langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah itu mereka berempat mulai keluar dari kontrakan dan ingin berangkat kerja, Fitri sudah menutup dan mengunci kontrakan mereka setelah semuanya ada diluar. Kirana dan sahabat-sahabatnya berjalan sembari bercanda selama menuju tempat kerja mereka hingga tak terasa mereka berempat pun tiba, Kirana segera membuka rolling door restoran dan kemudian masuk.
Seperti biasa Kirana menyiapkan buku absen di atas meja kerjanya, setelah itu Kirana segera duduk di kursinya. Selama menunggu seluruh karyawan datang Kirana ingin mengecek semua nota dan buku pengeluaran serta buku pemasukan restoran yang, semua karyawan pun mulai berdatangan dan menulis nama mereka masing-masing.
Selesai semua pekerjaan Kirana di meja kerjanya kini dirinya mulai berjalan keluar dari ruang kasir, Kirana ingin mengecek bagian belakang dahulu karena itu yang lebih utama dari bagian lainnya.
"Ehh, Mita kamu tau gak. Kirana mau nikah lo, dia udah tunangan kemarin" kata Yeyen saat melihat Kirana masuk ke ruang bagian belakang
"Ai mana mungkin ada laki-laki yang suka dengan dia. Dia pake niqab gitu memang laki-laki bisa gitu lihat wajahnya" kata Mita sewot
"Aku serius, kamu memang gak berteman gitu di facebook. Dia upload foto tangannya yang ada cincin telingkar di jari manisnya" jelas Yeyen
__ADS_1
"Masak iya, akh mungkin dia beli sendiri" kata Mita
"Mana mungkin ke beli, orang cincin itu cincin emas yang langkah bahkan bentuknya aja unik gitu. Nanti kalo dia kesini lihat aja di jari manisnya" kata Yeyen
Mita yang mulai kesel dengan omongan Yeyen tentang Kirana segera pergi dari hadapan Yeyen dan kembali segera mengerjakan tugasnya lagi, sedangkan Yeyen memilih untuk melayani para pengunjung yang mulai berdatangan.
Kirana setelah mengecek bagian belakang kini ingin mengecek bagian pelayanan, Kirana mulai mendekati karyawan yang sibuk dengan tugas mereka. Sedangkan Mita yang tau Kirana mulai kearahnya segera memperhatikan Kirana dari atas ke bawah dan benar Mita menemukan sebuah cincin yang indah telingkar di jari manis Kirana, Mita yang melihat itu segera memasang tatapan tajam ke Kirana seperti ingin menelan Kirana hidup-hidup.
"Wah mbak Kirana, seperti udah tunangan ya" kata Sasti karyawan baru kemarin
"Akhh kamu kepoin facebook mbak ya" kata Kirana malu sembari bercanda
Kirana semenjak di ajak Sasti waktu itu sudah mulai akrab hingga saat ini, mereka berdua layaknya seperti kakak adik. Sasti tau kalo Kirana sudah tunangan pagi tadi, membaca isi komentar postingan foto yang di upload Kirana semalam.
Mita yang mendengar percakapan Kirana dan Sasti semakin kesal, Mita benar-benar tak terima mengapa Kirana harus secepatnya menemukan kebahagian. Bahkan Mita terus mengumpat Kirana dan berpikir laki-laki seperti apa yang menyukai Kirana tanpa melihat wajahnya, Mita terus berbicara sendiri bahkan dirinya sangat yakin pasti laki-laki yang akan menikahi Kirana tak beda jauh seperti Agam.
Kirana yang sudah tau dengan tatapan Mita tadi, mengurungkan niat mendekati Mita karena Kirana sangat malas untuk berdebat dengan orang yang tak mau kalah. Kirana memilih untuk kembali ke tempat duduknya, dirinya juga masih harus mengecek ulang pemasukan dua hari kemarin selama dirinya tidak masuk kerja.
__ADS_1