
Dua bulan setelah kejadian dimana Dokter Perdi mengungkapkan keinginannya yang mengajak Kirana menikah, Kini hubungan antara Kirana dan Dokter Perdi sudah ke arah yang lebih serius. Hari ini juga Kirana mengajak Dokter Perdi untuk menemui kedua orang tuanya.
Selama diperjalanan Kirana tak banyak bicara hanya diam saja, kecuali Dokter Perdi bertanya baru akan di jawabnya. Kirana memang sangat pemalu jika baru kenal dengan orang namun kalo udah lama kenal, Kirana akan sangat banyak bicara bahkan lebih cerewet.
Perjalanan yang Kirana dan Dokter Perdi tempuh untuk tiba dirumah Kirana masih lumayan jauh, jadi Dokter Perdi memutuskan untuk beristirahat dahulu dan Dokter Perdi menghentikan sepeda motornya di depan Restoran Sunda. Dokter Perdi mengajak Kirana untuk makan siang dahulu karena hari memang sudah menunjukan waktunya makan siang, Kirana dan Dokter Perdi sudah masuk ke Restoran Sunda itu dan memilih kursi yang kosong.
"Apa masih jauh dari sini kerumahmu" tanya Dokter Perdi memulai pembicaraan setelah pelayan pergi
"Sekitar setengah jam lagi" jawab Kirana sambil menunduk malu
"Biasanya dirumah ada siapa saja" tanya Dokter Perdi lagi
"Kedua orang tua dan adik-adik" jawab Kirana singkat
Saat sibuk mengobrol makanan yang mereka berdua pesanpun tiba, Kirana dan Dokter Perdi segera menyantap dan menikmati makanan yang ada dihadapan mereka. Setelah makan Dokter Perdi izin ke toilet sekalian ingin sholat dzuhur dan kebetulan Kirana yang berhalangan jadi tidak sholat saat ini, namun sebelum pergi Dokter Perdi memberikan uang berwarna merah sebanyak tiga lembar dengan Kirana untuk membayar makanan yang mereka makan tadi.
Setelah itu Dokter Perdi pergi meninggalkan Kirana dan berjalan menuju toilet, pelayan datang memberikan nota makan yang Kirana dan Dokter Perdi makan tadi. Kirana beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kasir, kemudian Kirana memberikan uang yang diberi Dokter Perdi tadi dengan kasir.
"Terima kasih mbak" ucap bagian kasir Restoran Sunda itu
"Iya terimakasih kembali" jawab Kirana lalu pergi dari kasir itu dan kembali duduk di kursi mereka tadi
__ADS_1
Selama menunggu Dokter Perdi sholat Kirana sibuk berselancar di sosial media, Kirana masih sering melihat foto-foto Dokter Perdi di facebook. Ketika sibuk melihat-lihat Kirana menemukan foto Dokter Perdi zaman kuliahnya dulu, betapa terkejutnya Kirana ternyata laki-laki yang ingin menikahinya ini seorang Dokter.
"Ayo, biar kita segera tiba dirumahmu" kata Dokter Perdi tiba-tiba muncul
"Ohh iya, ayo" kata Kirana sembari mematikan layar hpnya sembari memasukan ke dalam tas
Dokter Perdi kembali melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang, masih sama seperti sebelumnya Kirana hanya diam ditambah dirinya sudah tau kebenaran tentang Dokter Perdi membuatnya begitu banyak pikiran.
"Apa keluarganya mau menerima aku yang hanya lulusan SMA sedangkan Kak Perdi seorang Dokter" gumam Kirana dalam hati
"Aku kok jadi minder ya, aku sangat takut berada di kalangan orang yang memiliki pangkat" Kirana terus bergumam dalam hati
"Kirana" panggil Dokter Perdi
"Kirana" panggil Dokter Perdi lagi
"Kirana" panggil Dokter Perdi sembari meminggirkan sepeda motornya.
"Akh iya ada apa kak" jawab Kirana linglung
"Kamu dipanggil dari tadi kok gak jawab-jawab, kamu kenapa saya lihat dari kaca spion kamu melamun semenjak keluar dari restoran tadi" kata Dokter Perdi
__ADS_1
"Tidak apa-apa kak" jawab Kirana berbohong
"Sudah dari sini belok kanan apa kiri" tanya Dokter Perdi
"Belok kiri kak" jawab Kirana
Dokter Perdi kembali melajukan sepeda motor, cukup lama perjalanan Kirana dan Dokter Perdi tempuh akhirnya mereka berdua tiba di depan rumah Kirana.
Dokter Perdi segera memarkirkan sepeda motornya di depan rumah Kirana kemudian turun, Kirana segera mengajak Dokter Perdi untuk masuk. Kedua orang tua Kirana ternyata sudah menunggu kedatangan mereka berdua karena sebelum pulang Kirana memang sudah mengabari ibunya tadi pagi.
Setelah mereka berdua salaman dengan kedua orang tua Kirana, mereka semua duduk di kursi tamu sambil mengobrol. Selagi Dokter Perdi mengobrol dengan kedua orang tua Kirana, Kirana meninggalkannya ke belakang.
Kirana ingin membuatkan teh hangat untuk ayahnya dan Dokter Perdi, setelah selesai Kirana membawa teh hangat itu ke ruang tamu dan meletakan di atas meja tamu.
"Diminum dulu kak" tawar Kirana
"Ohh iya, terima kasih" jawab Dokter Perdi sembari menyeruput teh hangat buatan Kirana
"Ini juga ada sedikit cemilan yang dibikin ibu saya" kata Kirana sembari membuka toples dan memberikan ke Dokter Perdi
Kirana kini ikut duduk di kursi tamu bersama kedua orang tuanya dan Dokter Perdi, Kirana hanya diam sembari mendengarkan setiap obrolan kedua orang tuanya dengan Dokter Perdi. Kirana sedikit terharu karena ternyata kedua orang tuanya dengan Dokter Perdi bisa menyambung ketika mengobrol, padahal kedua orang tuanya dan Dokter Perdi baru bertemu hari ini tapi seperti sudah lama saling kenalnya.
__ADS_1