Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 83


__ADS_3

Tibalah hari yang mana ditunggu-tunggu semua sepasang kekasih semua orang inginkan, hari yang bahagia serta hari yang dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang memegang komitmen berumah tangga.


Setelah sholat subuh Kirana langsung duduk di kursi riasnya di depan cermin karena penata rias sudah datang ketika dirinya sholat subuh tadi, kini penata rias itu memulai aksinya.


Membersihkan wajah Kirana dengan pembersih lalu menyapu wajah Kirana dengan blush, kemudian mulai memakaikan foundation dan di lapisi bedak lalu tak lupa memakaikan eyeshadow, bulu mata palsu, dan eyeliner.


Selesai menghias wajah Kirana sekarang memakai gaun berwarna putih yang desainnya agak longgar lalu memakai jilbab instan yang panjang, tak lupa memakai cadar, sarung tangan dan di atas kepala Kirana di beri mahkota yang kecil namun elegan.


Itu semua permintaan Kirana waktu menghubungi jasa make-up dirinya memang meminta untuk tetap mengunakan pakaian syari' serta masih memakai cadar ketika acara pernikahannya nanti, keluarga Kirana tak mempermasalahkan semua itu karena bagi keluarga Kirana yang penting Kirana senang.


Kirana menatap wajahnya di depan pantulan cermin, dirinya merasa semua ini seperti mimpi. Kirana tersenyum di balik cadarnya mengangumi wajahnya yang dihias saat ini, ini pertama kali wajah Kirana dihias bahkan mungkin akan jadi kenangan sekali seumur hidup baginya.


Kini acara sudah di mulai ketika pihak mempelai laki-laki sudah datang, Dokter Perdi sudah duduk di depan penghulu serta ayahnya Kirana. Pembawa acara mempersilakan pengantin wanita untuk keluar, setelah dapat perintah Kirana keluar dari kamarnya yang di gandeng oleh Sundari dan Anggun.


Kirana berjalan mendekati Dokter Perdi, Dokter Perdi pertama melihat Kirana berjalan mendekatinya tak berkedip sama sekali Kirana kelihatan sangat cantik saat ini meski masih memakai cadar.


"Wah, pengantin pria sampai bengong lihat pengantin wanita" ucap pembawa acara menggoda Dokter Perdi


Dokter Perdi tersenyum kemudian memalingkan wajahnya menghadap ke arah Ayahnya Kirana, sedangkan Kirana mendengar itu jadi grogi apalagi saat dirinya duduk di samping Dokter Perdi jantungnya terus tak beraturan degupan jantung itu semakin cepat mungkin Dokter Perdi bisa mendengarkannya.


Bukan hanya Kirana merasakan itu, Dokter Perdi pun merasa jantungnya tiba-tiba berdegup kencang seperti ingin keluar dari tubuhnya, Dokter Perdi terus mengatur detak jantungnya agar ketika ijab kabul tidak salah apalagi semalaman dirinya belajar mengucap ijab kabul itu jangan sampai dirinya lupa hanya karena jantungnya yang tak bisa diajak kompromi.

__ADS_1


Pembawa acara pun kembali melanjutkan acara setelah melihat kedua pengantin sudah duduk di depan penghulu, penghulu memberi nasehat terlebih dahulu untuk kedua pengantin itu lalu meminta kedua pengantin mengucap dua kalimat syahadat.


"Bismillahirrahmanirrahim" ucap penghulu


"Perdiansyah aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan anakku yang bernama Kirana dengan emas kawin satu set perhiasan emas dibayar tunai" ucap Ayahnya Kirana lantang


"Saya terima nikah dan kawinnya Kirana binti Dimas dengan emas kawin tersebut" jawab Dokter Perdi lantang dan jelas


"Bagaiman para saksi" ucap penghulu


"Sah. Sah. Sah" jawab dua saksi serta para tamu yang hadir


"Alhamdulilah" ucap semuanya serentak


Kirana mencium punggung tangan Dokter Perdi dan di sambut Dokter Perdi dengan balasan ciuman di kening serta membacakan doa sunah di atas kepala Kirana, Dokter Perdi memasangkan emas kawin yang satu set itu di Kirana.


Kirana sangat terharu Dokter Perdi mencium keningnya serta membacakan doa sunah itu, entah tanpa di minta air mata Kirana tiba-tiba jatuh bukan karena sedih tetapi bahagia dan benar-benar bahagia.


Para tamu yang hadir kini mulai berkurang mereka ingin segera ke gedung serbaguna yang ada di daerah Kirana, gedung serbaguna itu sudah di sulap menjadi gedung yang indah dengan hiasan bunga-bunga serta dedaunan.


Tak lupa momen ini di abadikan oleh fotografer yang sudah di sewa oleh Kirana, banyak foto yang diambil untuk di jadikan album pernikahan. Setelah itu Kirana sekeluarga serta keluarganya Dokter Perdi ingin mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum melanjutkan acara pernikahan mereka, Kirana dan Dokter Perdi di minta untuk makan saling suap oleh fotografer karena ingin diabadikan.

__ADS_1


Kirana begitu malu saat di minta suapan dengan Dokter Perdi, beberapa fotonya dengan Dokter Perdi pun belum ada yang bersentuhan ataupun berpelukan meski mereka sudah menjadi pasangan halal namun Kirana tetap masih merasa canggung.


Selesai semua kini Kirana menganti pakaiannya dengan pakaian adat Palembang, Kirana sudah minta persetujuan dengan Dokter Perdi waktu itu bahwa nanti akan memakai adat Palembang. Dokter Perdi tak mempermasalahkan hal itu karena setelah memakai adat Palembang sorenya akan memakai adat Sunda mereka.


Tak terbayang oleh Kirana bahwa pemakaian adat Palembang diatas kepalanya sangatlah berat, selama ini dirinya hanya sekedar mendengar dari teman-temannya bahwa hiasan adat Palembang itu sangat berat dan ternyata benar yang dikatakan teman-temannya setelah Kirana merasakannya.


Setengah jam setelah itu, kini kedua pengantin itu di gandeng untuk berjalan menuju gedung serbaguna yang mereka gunakan untuk acara pernikahan mereka. Ketika masuk gedung itu semua mata para tamu yang hadir melihat kedua pengantin itu dengan kagum yang di gandeng serta di giring oleh keluarga mereka masing-masing, Kirana dan Dokter Perdi segera duduk setelah sampai di kursi pelaminan.


Acara kembali di mulai, fotografer yang sudah di sewa tentu tak mau diam saja. Fotografer mulai mengajak kedua pengantin itu untuk berfoto sembari memberi arahan dengan kedua pengantin, harus gaya gini gitu banyak yang diminta fotografer beruntungnya kedua pengantin itu menuruti maunya fotografer.


Keluarga besar Kirana dan keluarga besar Dokter Perdi tak mau kalah mereka berbondong-bondong minta foto bareng kedua pengantin, tentu fotografer menyetujui permintaan para keluarga besar itu.


Selesai acara foto-foto, kini acara pidato yang akan di sampaikan oleh ustad teman Dokter Perdi waktu SMA dulu. Ustad itu menyampaikan tentang nasehat berumah tangga, dan mengajari bahwa sebagai sepasang suami istribitu harus saling menutup aib karena di ibaratkan istri itu pakaian suami atau suami itu pakaian istri harus tetap saling menutup dan menjaga.


Sebesar apapun masalah rumah tangga itu selagi bukan selingkuh atau KDRT jangan pernah pergi dan memutuskan untuk bercerai karena semua masalah itu pasti ada jalan keluarnya, MAHA KUASA itu tidak akan menguji hamba-NYA melebihi batas kemampuan mereka.


Acara pun selesai kini semua para tamu yang hadir, mulai mengantri untuk mengambil serta menikmati hidangan yang sudah tersedia di atas meja. Selesai makan para tamu yang hadir kini mengantri untuk bersalaman pada para keluarga pengantin serta dengan kedua pengantin, saat waktunya salam-salaman gedung itu bukannya semakin sedikit orang di dalamnya melainkan semakin banyak yang berdatangan.


"Kirana" panggil seseorang


Kirana yang mendengar ada yang memanggilnya segera menoleh mencari sumber suara itu, saat tau siapa yang datang Kirana sangat senang. Kirana tak menyangkah kalo Bu bos sekeluarga dan sahabat-sahabatnya akan datang ke acara pernikahannya, sahabat-sahabatnya langsung menghampiri Kirana dan mereka pun berpelukan.

__ADS_1


Kirana benar-benar terharu Bu bos mau mengajak sahabat-sahabatnya untuk datang ke acara pernikahannya, setelah Bu bosnya menceritakan bahwa restoran sama sekali tidak tutup. Bu bosnya hanya mengajak sahabat-sahabatnya dan itu pun tanpa sepengetahuan karyawan lain, mendengar itu semua membuat Kirana semakin bahagia.


__ADS_2