Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 76


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang membuat jantung Kirana rasanya ingin copot dari tubuhnya, Kirana benar-benaran gemetaran dari bangun tidur hingga saat ini. Kirana berjalan kesana kemari di depan pintu kamarnya sembari menunggu ibunya memanggil dirinya untuk keluar kamar menemui kedua orang tua Dokter Perdi serta keluarga besar Dokter Perdi.


Acara dirumah Kirana sudah dimulai dari sejenak keluarga Dokter Perdi datang membawa keluarga besarnya, Kirana yang belum pernah bertemu dengan kedua orang tua Dokter Perdi serta keluarga besar Dokter Perdi makanya sekarang membuat mentalnya saat ini jadi ciut.


Perasaan yang Kirana rasakan saat ini campur aduk seperti es campur yang es batunya sudah cair tak bisa dijelaskan lagi, Kirana yang masih tegang pun tak mendengar ibunya yang memanggil dirinya dari tadi hingga Kirana tersadar ketika ibunya mengetuk pintu kamarnya berapa kali.


Kirana segera membuka pintu kamarnya padahal pintu kamarnya sebenarnya tak dikunci sama sekali tapi dirinya berpikir mengapa ibunya tak langsung masuk.


"Ayo kedepan, kenapa jadi bengong aja dari tadi" kata ibunya Kirana membuyarkan lamunan Kirana


"Ohh iya bu" jawab Kirana


Kirana berjalan diiringi dengan ibunya yang memegang tangannya, ibunya Kirana bisa merasakan bahwa tangan putrinya terasa sangat dingin saat ini. Ibunya Kirana tau anaknya sekarang lagi tegang seperti yang dirasakan ibunya dulu saat lamaran dengan ayahnya Kirana, Kirana duduk di samping ibunya dengan masih berpegangan tangan.


"Ini dia calon wanitanya, ayo maju. Duduk disamping calon pria" kata pembawa acara

__ADS_1


Kirana pun melepaskan tangan ibunya lalu berjalan sembari membungkukkan tubuhnya karena melewati orang-orang yang lebih tua dari dirinya, Kirana mendekati posisi duduk Dokter Perdi kemudian duduk disebelah Dokter Perdi.


"Bagaimana Kirana, emas kawin nanti mau minta apa?" Tanya pembawa acara


"Emas kawin sudah pernah saya ungkapkan dengan Kak Perdi mau apa" kata Kirana


"Iya saya sudah mempersiapkan emas kawin untuk Kirana" kata Dokter Perdi


Setelah panjang lebar acara hantaran ini, ibunya Dokter Perdi memberikan sejumlah uang puluhan juta kepada ibunya Kirana serta menyerahkan hantaran barang dan makanan yang mereka bawa tadi.


Tak terasa hari sudah mulai siang kini acara makan-makan bersama, Kirana duduk agak jauh dari calon mertuanya karena saat ini calon mertuanya sudah berada ditengah disebelah kanan ada menantunya istri dari Jhon adiknya Dokter Perdi dan sebelah kirinya lagi adik bungsu Dokter Perdi yang perempuan. 


Keluarga besar Dokter Perdi mengendarai tiga mobil datang kerumah Kirana, keluarga Kirana sampai kagum dengan keluarga Dokter Perdi yang ternyata orang kaya. Bahkan semua adik beradik Dokter Perdi semuanya sarjana dibidang mereka masing-masing, Kakak pertama Dokter Perdi seorang polisi saat ini tak bisa ikut karena sedang bertugas diluar kota.


Adik Dokter Perdi yang bernama Jhon seorang guru matematika dan sudah PNS sedangkan adik bungsu Dokter Perdi seorang perawat, bukan hanya itu bahkan kedua orang tua Dokter Perdi sudah menunaikan ibadah haji tiga tahun yang lalu. Bahkan tujuh bulan lalu kedua orang tua Dokter Perdi baru pulang dari ibadah umroh, saking mereka begitu kaya setiap bulan mereka selalu santunan kepada anak yatim piatu.

__ADS_1


Kini Kirana sudah kembali masuk kamarnya, Kirana melihat satu persatu hantaran yang dibawa oleh keluarga Dokter Perdi tadi. Hantaran itu memang separuh dibeli Kirana bareng dengan Dokter Perdi kemarin, sisanya murni pemberian keluarga Dokter Perdi.


Kirana kini merasa lebih tenang akhirnya hari yang ditunggunya sudah selesai, tinggal menunggu hari H yang akan digelar satu bulan lagi. Ibunya Kirana masuk kamar Kirana melihat anaknya yang sedang membongkar hantaran itu satu persatu, dilihat ibunya Kirana barang-barang yang dari orang tua Dokter Perdi semua barang brand ternama yang ada di Jakarta.


Di tempat lain Keluarga Dokter Perdi sudah tiba di rumah Jhon adiknya Dokter Perdi, kedua orang tua Dokter Perdi serta Dokter Perdi dan adik bungsunya menginap dirumah Jhon malam ini karena jika pulang sekarang akan begitu lelah karena dari rumah Jhon ke rumah kedua orang tua Dokter Perdi bisa memakan waktu perjalanan sehari semalam.


Sedangkan keluarga besar Dokter Perdi yang lain pulang kerumah anak mereka masing-masing, karena kebetulan banyak juga keluarga Dokter Perdi di kota ini jadi tak susah jika ada acara tak harus mencari penginapan.


"Ibu senang akhirnya kamu menemukan jodohmu juga sekarang" kata Ibunya Dokter Perdi memulai percakapan


"Iya bu, aku juga tak menyangkah akhirnya bertemu dengan orang yang benar-benar mencintaiku bukan karena harta" jelas Dokter Perdi


"Iya nanti setelah nikah kamu harus bahagiain anak gadis orang, nafkahi dengan layak, sayangi juga keluarganya seperti kamu sayang dengan keluargamu sendiri" nasehat Ayahnya Dokter Perdi


Dokter Perdi mendengarkan panjang lebar nasehat dari kedua orang tuanya, mereka juga banyak mengobrol sekalian melepas rindu karena sudah tiga bulan tak bertemu meski baru tapi mereka merasa seperti sudah tiga tahun tak bertemu.

__ADS_1


Dari mereka berempat saudara hanya Dokter Perdi yang sangat dekat dengan kedua orang tuanya, Dokter Perdi bahkan paling disegani oleh saudara-saudaranya meski kakaknya seorang polisi.


Lama mereka mengobrol namun mereka akhiri saat mendengar suara adzan dzuhur, setelah adzan selesai mereka segera mengambil air wudhu lalu mulai mengerjakan sholat dzuhur berjamaah dengan begitu khusyuk yang diimami oleh Dokter Perdi.


__ADS_2