Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 75


__ADS_3

Setelah sholat isya Kirana membaringkan tubuh di tempat tidurnya sembari memegang hp, Kirana membuka layar kunci dihpnya.


Dilihatnya pesan whatsapp yang dikirimnya untuk Dokter Perdi tadi hingga saat ini belum ada balasan sama sekali jangankan balasan pesan whatsapp itu juga belum dibaca oleh Dokter Perdi, Kirana berpikir mungkin Dokter Perdi masih fokus mengemudi mobilnya makanya belum sempat membaca pesan whatsappnya.


Kirana yang bosan menunggu memutuskan untuk tidur saja, Kirana pun menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya kemudian memejamkan mata.


Adzan subuh berkumandang Dokter Perdi beranjak dari tempat tidurnya setelah mendengar adzan, Dokter Perdi keluar dari kamar tidur kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Pintu kamar mandi dirumah adiknya tertutup mungkin ada orang pikir Dokter Perdi jadi dirinya memilih untuk duduk diruang depan sembari menunggu orang di dalam kamar mandi keluar, lumayan lama menunggu akhirnya adiknya Dokter Perdi keluar dari kamar mandi.


Dokter Perdi yang melihat adiknya keluar dan kamar mandi sudah kosong segera beranjak dari duduknya kemudian melangkahkan kaki ke kamar mandi, Dokter Perdi mulai mengambil air wudhu.


Setelah itu Dokter Perdi kembali ke kamar tidur kemudian membentang sajadah dan mulai mengerjakan sholat dengan begitu khusyuk, Dokter Perdi menunaikan sholat sunnah sebelum subuh terlebih dahulu setelah itu baru sholat fardhu subuh.


Selesai sholat Dokter Perdi berdzikir kemudian berdoa meminta kepada MAHA KUASA minta permudah segala urusannya, selesai semua Dokter Perdi duduk bersandar di atas tempat tidur sembari mengambil hpnya yang tergeletak di atas tempat tidur.


Dokter Perdi membuka layar kunci dihpnya, dilihatnya pesan whatsapp dari Kirana semalam belum dibukanya sama sekali. Dokter Perdi memilih aplikasi whatsapp kemudian membaca pesan whatsapp dari Kirana dibacanya dari atas hingga kebawah.


(Assalamualaikum)


(Kak sudah sampai dimana?)


(Hati-hati dijalan ya)

__ADS_1


(Semoga selamat sampai tujuan)


(Ohh ya terima kasih atas semua hadiah yang kakak berikan untuk keluargaku, keluargaku suka dengan semua hadiah itu)


(Selamat malam, semoga mimpi indah)


(Assalamualaikum)


Setelah membaca pesan whatsapp dari Kirana, Dokter Perdi segera mengetik kata demi kata ingin membalas pesan whatsapp tersebut. Dan kebetulan Kirana juga lagi online jadi tak perlu lama untuk menunggu balasannya


(Walaikumsalam)


(Maaf semalam gak sempat baca, soalnya kelelahan jadi langsung tidur)


(Ohh iya semua baju itu pakainya pas acara pernikahan kita nanti ya)


(Dan ada satu baju buat kamu yang berbeda itu buat acara hantaran nanti ya, itu couple dengan bajuku) Kak Perdi


(Ohh iya kak, terima kasih. Insyaallah aku sampaikan dengan keluargaku, dan juga pasti aku pakai baju itu pas acara hantaran nanti) Kirana


Kirana dan Dokter Perdi masih berkirim pesan whatsapp hingga mereka akhiri karena Kirana ingin membantu ibunya masak, setelah dipersilahkan Dokter Perdi. Kirana kini sudah berada di dapur lalu mulai membantu ibunya masak, sudah kebiasaan Kirana setiap habis sholat subuh membantu ibunya masak.


Ditempat lain Dokter Perdi yang sudah berniat ingin mengabari orang tuanya hari ini, segera mencari kontak nama ibunya setelah ketemu langsung memilih tombol bewarna hijau.

__ADS_1


"Assalamualaikum bu, apa kabar?" Kata Dokter Perdi setelah sambungan telepon terhubung


"Walaikumsalam, alhamdulilah ibu baik. Kamu sendiri apa kabar?" Kata ibunya Dokter Perdi


"Alhamdulilah Perdi baik juga bu. Ohh iya bu, Perdi mau ngabari bahwa Perdi sudah melamar Kirana depan kedua orang tuanya. Kalian gimana ada kesibukan tidak jika seminggu lagi kesini" kata Dokter Perdi


"Ohh iya Per, gak ada kok nanti ibu beritahu ayahmu jika seminggu lagi kita akan kerumah Kirana" kata Ibunya Dokter Perdi


Dokter Perdi dan ibunya terus berbincang sembari bercerita bagaimana awal pertemuannya dengan Kirana, bagaimana bibit bobot keluarga Kirana. Maksud bibit bobot itu keluarganya baik, tak pernah tinggal dengan ibadah, dilingkungan mereka juga disegani.


Dokter Perdi setelah selesai menghubungi Ibunya kini ingin segera pulang ke kliniknya, namun sebelum pulang adiknya mengajak Dokter sarapan dulu. Dokter Perdi yang tak enak menolak akhirnya ikut bergabung, mereka pun mulai menyantap makanan yang sudah terhidang di atas meja makanan.


Selesai sarapan Dokter Perdi pun pamit dengan adiknya, kini Dokter Perdi sudah di dalam mobilnya lalu dihidupnya mobilnya kemudian mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.


Ditempat lain Kirana setelah selesai membantu ibunya masak kini siap-siap ingin mandi, Kirana mengambil handuk didalam kamar tidurnya kemudian melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi lalu masuk dan menutup pintu kamar mandi serta menguncinya.


Selesai mandi Kirana kembali ke kamar tidurnya, Kirana membuka lemarinya ingin mencari gamis untuk dipakai. Saat sibuk melihat-lihat Kirana memperhatikan gamis batik yang diberi Dokter Perdi kemarin yang dibilang Dokter Perdi couple dengan dirinya, Kirana ingin mecoba gamis batik itu.


Diambilnya gamis batik itu lalu dicoba Kirana, tak menyangkah kalo gamis batik pemberian Dokter Perdi itu pas ditubuh Kirana yang mungil. Kirana memutar-mutar tubuhnya di depan pantulan cermin, bahkan gamis batik itu begitu indah saat di pakainya.


Kirana benar-benar terharu dengan hal kecil seperti ini, inilah bukti MAHA KUASA sayangan menyayangi dirinya. Dirinya yang dulu berharap bahwa Agam adalah jodohnya namun kenyataan MAHA KUASA jauhkan dan didatangkan MAHA KUASA laki-laki yang begitu sempurna dimata Kirana, Kirana meneteskan air mata sedih campur bahagia yang dirasakannya saat ini.


Setelah mencoba gamis batik itu, Kirana mengembalikan gamis batik itu ketempat semula. Dirinya segera memakai gamis polos yang bewarna hitam, dipadukannya dengan jilbab mocca yang kemarin dipakainya karena menurut Kirana masih bersih jadi sebaiknya dipakai lagi.

__ADS_1


__ADS_2