Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 140


__ADS_3

Agam kembali ke kontrakannya dalam keadaan wajah bonyok lebam dan sudut bibirnya menyisakan darah yang sudah kering, Agam terpaksa tidak masuk kerja hari ini karena keadaannya saat ini tidak memungkingkan tubuhnya juga terasa lemas dan sakit semua.


Agam yang sudah tiba di kontrakan membersihkan luka-lukanya sendiri di kamar mandi, tak ada es batu serta obat apapun di kontrakan jadi hanya mengunakan air bak mandi.


Setelah itu Agam ke kamar tidurnya untuk mengistirahatkan tubuhnya, Agam berbaring di atas kasur sembari menatap langit-langit kontrakannya. Dirinya sudah rela kena pukul oleh suaminya Kirana, agar Kirana simpati dan mau menolongnya namun ternyata Kirana justru melihatnya dengan tatapan penuh kebencian.


Rasanya tak sanggup melihat mantan kekasih yang masih kita cintai harus membenci kita sekarang, Agam yang makin kalut dengan pemikirannya memilih untuk segera tidur agar tubuhnya sudah tak sakit lagi.


Tinggal sendirian di kontrakan tak ada yang tau dengan keadaan Agam sekarang, mandor kuli bangunan pasti bertanya-tanya kemana Agam mengapa tak masuk kerja. Teman Agam si Danu sekarang mungkin sudah bahagia dengan istrinya karena Danu memang sudah tak bekerja lagi di tempat Agam bekerja sekarang, makanya Agam hanya tinggal sendirian.


Tak terasa pagi telah berganti siang telah berganti malam, Agam pun tak sadar kalo dirinya tertidur seharian ini. Saat perutnya terasa lapar Agam baru bangun, dilihatnya jam di layar hp menunjukan pukul 7 malam yang artinya dirinya tidur selama 12 jam tadi pantas saja sekarang dirinya benar-benar merasakan lapar karena telah melewatkan waktu makan siang.


Agam segera beranjak dari tidurnya meski masih terasa sakit di seluruh tubuhnya apalagi bagian wajahnya, Agam ingin keluar kontrakan mencari makanan agar bisa mengisi perutnya yang benar-benar lapar. Agam berjalan kaki mencari kendaraan umum yang masih ada di sekitar sini, saat bertemu dengan beberapa tukang ojek yang sedang nongkrong Agam mendekati rombongan tukang ojek itu.


"Bang, ngojek" kata Agam saat sudah berada di dekat rombongan tukang ojek


"Ayo bang naik mau minta antar kemana?" tanya tukang ojek itu sembari memberikan helm

__ADS_1


"Antar ke rumah makan serba 10 ribu ya" kata Agam setelah duduk di jok belakang


Tukang ojek pun segera melajukan sepeda motornya menuju tempat yang Agam minta, tak butuh waktu lama sepeda motor yang di tumpangi Agam berhenti di tempat tujuannya. Agam turun dari sepeda motor sembari membayar ongkos dan memberikan helm, Agam segera melangkah masuk ke dalam rumah makan tersebut.


"Bu, nasi rendang satu ya dengan kopi hitam hangat satu" kata Agam kemudian duduk di salah satu kursi yang kosong


"Di tunggu ya mas" kata Wanita paruh baya pemilik rumah makan tersebut


Tak lama kemudian pesanan Agam datang, Wanita paruh baya tersebut segera menata semua makanan itu di atas meja di hadapan Agam. Setelah itu Agam mulai menyantap dan menikmati makanan tersebut, Agam yang begitu kelaparan meminta tambahan lagi hingga dirinya sudah menghabiskan 3 porsi nasi rendang.


Selesai makan Agam duduk santai dulu di rumah makan tersebut sembari menikmati kopi hitam yang bisa menenangkan pikirannya, saat Agam sedang menikmati kopi hitamnya Agam melihat keributan di pakiran rumah makan tersebut.


"Kenapa memangnya, aku memang masih mencintai dia" jawab Seorang laki-laki lain


"Cukup kita sudah putus, bukankah kamu sendiri yang memutuskan hubungan kita jadi jangan pernah lagi muncul dan menampakkan batang hidung di hadapanku" kata Seorang wanita yang mungkin jadi rebutan dua laki-laki itu


Agam hanya tersenyum kecut mengingatkan kejadiannya yang bertengkar dengan suaminya Kirana pagi tadi, Agam kembali ingin mendengar keributan di luar sana namun sepertinya mereka sudah di bubarkan oleh orang-orang di sekitar sini.

__ADS_1


"Akkhh, satu-satunya menghilangkan stres pergi ke club dan minum-minuman" teriak Seorang laki-laki yang Agam yakini mantan wanita yang ribut tadi


Agam menyunggingkan senyumannya, kemudian keluar dari rumah makan tersebut setelah meletakan uang berwarna biru satu lembar di bawah piring sisa dirinya makan tadi. Agam mencari seorang laki-laki yang habis bertengkar tadi, dilihatnya laki-laki yang duduk di sepeda motor sembari memperhatikan wajah di kaca spion motor.


"Hyy bro" kata Agam menyapa laki-laki itu sembari menepuk pundak laki-laki itu


"Ada apa bang, maaf kalo saya bikin kesalahan jangan pukul saya bang. Wajah ganteng saya sudah babak belur habis berantem tadi" kata Laki-laki itu mengatupkan kedua telapak tangannya sembari terus menunduk


"Hahaha, siapa juga yang mau mukul kamu. Saya tadi tidak sengaja mendengar keributan antara kamu dengan orang lain, dan kamu tadi bilang ingin pergi ke club jadi saya sama dengan kamu pengen ke club juga. Gimana kalo kita kesana barengan, aku yang traktir" kata Agam sembari memegang dagu laki-laki itu agar mata mereka berhadapan


"Serius bang, kalo gitu ayo bang naik ke motor saya" kata Laki-laki itu senang karena dapat traktiran minum-minuman


Laki-laki itu segera melajukan sepeda motornya meninggalkan rumah makan serba 10 ribu itu dan menuju ke club yang tak jauh dari situ, 5 menit mereka pun tiba di club yang dari luar kelihatan sepi dan gelap gulita namun kalo sudah di dalam sangat ramai bunyi musik DJ lampu berkelap kelip.


Agam dan Laki-laki yang mungkin masih berusia 20 tahunan itu segera melangkahkan kaki masuk ke dalam club, dan benar saja di sana sudah sangat ramai serta bising dengan musik DJ. Agam dan Laki-laki itu duduk di kursi yang ada di hadapan bar penjual minuman, Agam segera mengeluarkan uang berwarna merah beberapa lembar dan memberikan kepada pelayan minuman itu.


Agam dan Laki-laki itu mulai menegakkan minuman yang sudah di sediakan pelayan itu, Laki-laki itu baru kali ini mencoba minuman alkohok itu jadi tak ingin melanjutkan lagi acara minum sedangkan Agam terus menegakkan minuman itu. Bahkan Agam belum puas jadi tetap minta tambah terus, baginya inilah cara dirinya menghilangkan rasa stres yang terjadi dengan dirinya barusan.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, uang yang Agam bawa tadi juga sudah habis jadi terpaksa Agam berhenti melanjutkan minumnya karena tak memiliki uang lagi. Agam mengajak Laki-laki itu pulang, Laki-laki itu setuju beruntung Laki-laki itu tidak begitu banyak minum jadi tidak terlalu mabuk.


__ADS_2