
Seminggu telah berlalu Kirana saat ini masih sibuk dengan berkas-berkas yang tertumpuk di atas mejanya, nota belanjaan mingguan harus diperiksanya satu persatu apakah setiap minggu ada penaikan harga bahan-bahan dapur dan Kirana juga memeriksa pemasukan setiap bulan dalam tahun ini apakah ada peningkatan.
Sedangkan para karyawan yang lain sedang sibuk kesana kemari melayani para pengunjung yang semakin ramai berdatangan, Kirana yang sudah memeriksa berkas-berkas itu kini sekarang menulis laporan yang akan di berikan dengan Bu bosnya agar Bu bosnya mengetahui bahwa selalu ada peningkatan pemasukan namun harga bahan-bahan dapur juga sekarang semakin tinggi.
Setelah selesai membuat laporan Kirana segera beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke belakang kasir dan menuruni anak tangga hingga sampai depan ruangan Bu bosnya.
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu dari luar
"Masuk" ujar Bu bosnya Kirana dari dalam ruangan
Kirana segera membuka pintu dan masuk kemudian duduk di kursi yang ada di depan meja Bu bosnya, Kirana segera memberi laporan yang dibuatnya tadi serta menjelaskan segala yang tertulis di laporan itu dan setelah itu Kirana pun pamit ingin kembali ke restoran.
"Oh ya Kirana bisa tolong Ibu tidak" tanya Bu bosnya saat Kirana ingin beranjak dari duduknya
__ADS_1
"Tolong apa bu" Kirana balik bertanya
"Tolong tebus obat yang di tulis ini, tebusnya di apotek sehati ya karena disana paling lengkap" jelas Bu bosnya sembari memberikan kertas resep obat
"Baiklah bu, saya permisi" kata Kirana sembari menerima kertas resep obat itu
Kirana pun keluar dari ruangan Bu bosnya kemudian menaiki anak tangga hingga tiba di belakang kasir, Kirana mengambil beberapa lembar uang berwarna merah dan mengambil kunci motor yang tergantung di gantungan yang tertempel di dinding. Kirana berjalan keluar menuju pintu restoran dan mendekati sepeda motor punya Bu bosnya yang terparkir di depan restoran, Kirana segera menghidupkan sepeda motor dan mulai melajukan sepeda motor dengan kecepatan sedang.
Butuh waktu setengah jam kurang untuk sampai di apotek sehati yang diberitahu Bu bosnya tadi, tak lama Kirana pun tiba. Dirinya segera memarkir motor di depan ruko yang bertulisan apotek sehati kemudian Kirana mengunci setang motor dan mencabut kunci motor lalu turun, Kirana melangkahkan kakinya masuk ke apotek tersebut.
Tiba di depan pelayanan Kirana segera memberikan kertas resep obat itu dengan karyawan apotek itu selama karyawan itu mencarikan obat untuk Kirana, Kirana kembali keluar dari apotek itu kemudian duduk di sebuah kursi tunggu yang tersedia di depan. Cukup lama Kirana menunggu hingga akhirnya namanya di panggil oleh karyawan apotek itu, Kirana pun beranjak dari duduknya dan ingin kembali masuk ke dalam untuk mengambil obat pesanan Bu bosnya.
"Aduh maaf ya kak, saya tidak sengaja" kata Kirana yang tak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki yang sama-sama ingin masuk ke dalam apotek
"Justru saya yang minta maaf, kamu tidak apa-apakan" kata Laki-laki yang bertabrakan dengan Kirana itu
__ADS_1
"Saya tidak apa-apa kak, sekali lagi saya minta maaf" kata Kirana sembari mengatupkan kedua tangannya sambil menunduk
"Iya sudah, silahkan duluan kalo mau masuk" kata Laki-laki itu
Kirana pun meninggalkan laki-laki itu kemudian masuk kedalam dan segera membayar obat tersebut sembari mengambil obat yang ada dalam plastik di atas etalase kaca tersebut, setelah itu Kirana melangkahkan kakinya keluar dari apotek itu dan menuju sepeda motor yang dikendarainya tadi yang terparkir di depan apotek.
Sedangkan Laki-laki yang bertabrakan dengan Kirana tadi terus memperhatikan Kirana hingga tak terlihat lagi, Laki-laki itu tersenyum kagum melihat Kirana karena zaman sekarang jarang sekali ada seorang wanita yang mau menutup aurat dengan sempurna hingga memakai niqab seperti Kirana itu.
"Eh Dokter Perdi, sudah lama ya gak main semenjak keluar dari sini" kata karyawan apotek itu saat melihat Dokter Perdi masuk
"Iya baru sempat main kesini, soalnya saya lagi sibuk banget" kata Dokter Perdi
"Iyalah seorang Dokter kan sangat sibuk" canda karyawan itu yang memang sangat akrab dengan Dokter Perdi
"Oh iya, kamu tau perempuan yang pakai niqab tadi gak" tanya Dokter Perdi
__ADS_1
"Yang tadi, itukan Kirana Dok masa Dokter lupa. Karyawan restoran itu loh kitakan sering makan disana kalo bareng Dokter Ading" jelas karyawan itu
Namun Dokter Perdi masih lupa meski sudah berusaha mengingat karyawan restoran yang bernama Kirana itu, Dokter Perdi pun yang tadi berniat ingin menemui Dokter Ading mengurungkan niatnya justru Dokter Perdi ingin segera kembali ke kliniknya karena dirinya lebih baik mencari tau karyawan restoran yang bernama Kirana itu melalui sosial media.