Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 130


__ADS_3

Kirana tersenyum melihat para ibu-ibu yang perut mereka sudah pada buncit dan tak lupa disamping para ibu-ibu itu ada suami mereka, bahkan ada juga yang mengajak balita usia sekitar 3 tahun tapi ibu dari balita itu sudah hamil lagi terlihat dari perutnya yang sedikit menjul.


Kirana tiba-tiba mengelus perutnya yang rata, dirinya sangat berharap bisa merasakan bagaiman nikmatnya mengandung anak namun harapan itu sepertinya sangat jauh untuk di gapai. Kirana segera menghapus air matanya yang mampir jatuh, dirinya tak boleh menangis di tempat umum seperti ini.


Dokter Perdi tau yang dirasakan sang istri hanya bisa mengengam tangan sang istri dan tangan satunya untuk mengelus pundak sang istri, Kirana pun kembali menyunggingkan senyumnya dan menatap mata sang suami sembari menganggukkan kepala memberi tanda "Aku kuat".


Tempat duduk untuk menunggu mulai berkurang, padahal Kirana dan Dokter Perdi sudah merasa berangkat pagi-pagi tapi ternyata masih juga mereka ke duluan oleh orang lain bahkan nama Kirana belum di panggil juga oleh perawat apalagi waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi.


"Ibu Kirana" panggil seorang perawat wanita menghampiri ruang tunggu


Kirana dan Dokter Perdi segera berdiri setelah mendengar nama Kirana di panggil, jantung Kirana berdegup begitu kencang bahkan tangannya bergemetar hebat keringat dingin terasa di telapak tangannya. Dokter Perdi yang mengandeng tangan sang istri bisa merasakan itu semua, Dokter Perdi pun mempererat tangan sang istri agar bisa lebih rileks.


Kirana dan Dokter Perdi duduk di kursi yang tersedia di hadapan Dokter Kandungan yang terhalang oleh sebuah meja yang lumayan lebar, Dokter Kandungan itu tersenyum melihat kedua sepasang suami istri yang tak mau melepaskan genggaman mereka itu.


"Hemm" Dokter Kandungan itu berdehem begitu keras membuat sepasang suami istri itu salah tingkah.


"Udah dong Per, peganggan terus kayak mau nyeberang aja" kata Dokter Kandungan itu menjahili Dokter Perdi


"Aduh maaf Yun, aku lupa" jawab Dokter Perdi melepaskan genggaman tangannya dari tangan sang istri kemudian mengaruk tengku nya yang tak gatal


Iya Dokter Kandungan itu bernama Yuni teman satu jurusan kuliah juga dengan Dokter Perdi dulu sebelum Dokter Yuni melanjutkan kuliahnya untuk mengambil Spesialis Obstetri dan Ginekologi, kalo Dokter Perdi hanya Dokter Umum karena memang sengaja tak mengambil spesialis apapun dan yang terpenting bisa membantu yang butuh pertolongan.


"Tensi darahnya normal, ada keluhan gak pas lagi datang bulan?" kata Dokter Yuni ramah

__ADS_1


"Sering sakit kalo pas datang bulan bahkan sampai ingin pingsan, datang bulan juga gak beraturan Bu Dokter" jawab Kirana gugup


"Ohh begitu, ya sudah kita coba USG ya" ujar Dokter Yuni


Kirana segera berbaring di bed pasien yang tersedia di ruangan itu, Dokter Perdi duduk di samping sang istri sembari kembali mengenggam tangan sang istri.


Perawat disitu segera mengoleskan sebuah gel di perut rata milik Kirana, jantung Kirana kembali berdegup kencang bahkan telapak tangannya juga kembali berkeringat dingin membuat Dokter Perdi mengenggam erat tangan sang istri agar sang istri tidak gugup.


"Udah selesai" kata Dokter Yuni kemudian kembali duduk di kursinya


Kirana pun turun dari bed pasien tersebut, kemudian duduk lagi di kursi yang ada di hadapan Dokter Yuni dan diikuti oleh Dokter Perdi.


"Maaf sebelumnya, aku harus menyampaikan hal penting ini agar kalian tau" jelas Dokter Yuni sembari memperhatikan foto hasil USG milik Kirana


"Terdapat Endometriosis di rahim istrimu" kata Dokter Yuni


"Endometriosis itu apa Bu Dokter?" tanya Kirana yang akhirnya bersuara juga


Dokter Yuni menarik napas panjang lalu dihembuskannya perlahan, Dokter Yuni rasanya tak sanggup menjelaskan itu apalagi selama dirinya praktek baru ini dirinya mendapatkan pasien yang mempunyai penyakit tersebut.


"Endometriosis adalah kondisi ketika endometrium tumbuh di luar dinding rahim. Pada kondisi imi endometrium dapat tumbuh di indung telur (ovarium), lapisan dalam perut (peritoneum), usus, ******, atau saluran kemih.


Endometrium adalah jaringan yang melapisi dinding rahim. Sebelum menstruasi, endometrium akan menebal untuk menjadi tempat menempelnya sel-sel telur yang telah di buahi. Bila sel telur tidak di buahi, endometrium akan luruh, kemudian keluar dari tubuh sebagai darah menstruasi.

__ADS_1


pada endometriosis, jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim juga ikut menebal tapi tidak bisa luruh dan keluar dari tubuh. Kondisi ini menyebabkan iritasi atau peradangan pada jaringan di sekitar endometrium.


Endometriosis dengan keluhan nyeri, terutama pada siklus menstruasi. Endometriosis juga dapat menyebabkan nyeri panggul dalam jangka panjang hingga kemandulan" kata Dokter Yuni menjelaskan panjang lebar tentang apa itu endometriosis.


Kirana mematung saat mendengar kata kemandulan, saat ini dirinya bagaikan di sambar petir di siang bolong. Bahkan hatinya terasa nyeri seperti di tusuk pisau yang tajam berkali-kali, pertahanannya Kirana tumbang air matanya pun mengalir begitu saja tanpa di minta.


Dokter Perdi segera mengambil tubuh sang istri, dipeluknya tubuh sang istri dengan begitu erat. Tangisan sang istri yang tak mengeluarkan suara membuat tubuh sang istri gemetar, Dokter Perdi bisa merasakan getaran dari tubuh sang istri itu.


Dokter Yuni dan perawat yang ada di situ juga ikut meneteskan air mata, mereka juga begitu sedih mendengar Kirana terkena penyakit tersebut. Apalagi mereka juga wanita tentu bisa merasakan bagaimana sakitnya mendengar perihal ini, semua impian kaum wanita setelah menikah mempunyai keluarga yang lengkap yaitu anak.


"Yun apa bisa di obati?" tanya Dokter Perdi yang masih mendekam tubuh sang istri


"Tentu bisa, cara mengobati Endometriosis adalah dengan pemberian obat-obatan untuk meredakan nyeri, terapi hormon untuk menghambat pertumbuhan jaringan dan operasi untuk mengatasi endometriosis yang tidak membaik dengan metode pengobatan lain" jelas Dokter Yuni lagi


"Apa kemungkinan setelah itu bisa hamil?" tanya Dokter Perdi lagi


"Soal hamil aku tidak bisa menjawab untuk saat ini, karena segala sesuatu itu hanya MAHA KUASA yang bisa membantu. Jadi terus berdoa dan berusaha saja, kasih semangat istrimu" kata Dokter Yuni


"Terima kasih Yun, kita pamit ya" kata Dokter Perdi berdiri sembari membantu sang istri yang sepertinya tak kuat untuk berdiri


Kirana dan Dokter Perdi keluar dari ruang tersebut, mereka berdua segera menuju tempat parkiran mobil dan langsung masuk mobil saat sudah berada di dekat mobil.


Kirana menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, matanya menatap jalanan yang ada di depan. Hidupnya saat ini terasa hambar setelah mengetahui kenyataan soal penyakitnya, dirinya tak tau harus bagaimana sekarang hanya terasa nyeri di hatinya.

__ADS_1


Salah apa dirinya sehingga diberi MAHA KUASA cobaan seperti ini, jika kedua orang tuanya tau pasti mereka juga akan sedih melihat anaknya yang ternyata wanita mandul. Air mata Kirana kembali berjatuhan saat mengingat penjelasan Dokter Yuni tadi, Dokter Perdi yang fokus menyetir masih sempat mengelus pundak sang istri dengan begitu lembut memberi kekuatan.


__ADS_2