Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 57


__ADS_3

Keesokan harinya Kirana dan Dokter Perdi sudah siap-siap akan kembali ke tempat kerja Kirana karena besok Kirana sudah harus bekerja lagi, Kirana dan Dokter Perdi menyalami kedua orang tuanya Kirana dan adik-adiknya Kirana juga ikut menyalami Kirana dan Dokter Perdi.


Kini Kirana sudah naik di atas sepeda motor Dokter Perdi, setelah pamit dan melambaikan tangan dengan kedua orang tuanya Kirana. Dokter Perdi segera melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang.


Dokter Perdi sudah merasa lega setelah kemarin berbicara dengan kedua orang tuanya Kirana soal  keinginannya yang ingin menikahi Kirana, meski belum resmi karena belum ada kedua orang tuanya Dokter Perdi namun setidaknya dirinya sudah melamar Kirana secara pribadi.


Kirana juga merasa senang akhirnya hubungan dirinya dengan Dokter Perdi sudah ketahap ini setidaknya tinggal menunggu lamaran resmi bersama kedua orang tuanya Dokter Perdi.


"Kak boleh saya bertanya sesuatu tidak" tanya Kirana


"Boleh, mau ofnanya apa?" jawab Dokter Perdi


"Kakak mengapa tidak jujur soal pangkat kakak dengan kedua orang tua saya" ujar Kirana


"Pangkat? Maksudnya" jawab Dokter Perdi pura-pura tidak tau


"Kakak gak bisa bohong lagi, saya sudah tau" kata Kirana


"Apa yang kamu tau?" tanya Dokter Perdi


"Kakak seorang Dokter, bahkan hingga sekarang kakak masih mau berbohong dengan saya" kata Kirana


"Kamu sudah tau, ada alasan yang membuat saya menyembunyikan pangkat saya" jawab Dokter Perdi


Kirana pun diam tak ingin bertanya alasan Dokter Perdi menyembunyikan pangkatnya, Dokter Perdi memperhatikan raut mata Kirana lewat kaca spion sepeda motornya. Dokter Perdi tau kalo Kirana sebenarnya ingin tau apa alasan dirinya menyembunyikan pangkatnya, Dokter Perdi terus melajukan sepeda motornya ke tempat yang ingin dirinya kunjungi.


Cukup lama akhirnya Dokter Perdi tiba dilokasi yang ingin dirinya kunjungi, karena tak bisa memasukan sepeda motornya Dokter Perdi terpaksa memarkirkan sepeda motornya jauh dari tempat yang ingin dirinya kunjungi.

__ADS_1


"Kok berhenti disini kak, memangnya kita mau kemana" tanya Kirana


"Ayo turun, ikut saya" ujar Dokter Perdi


Kirana turun dari sepeda motor lalu mengikuti Dokter Perdi dari belakang, Kirana terus membuntuti Dokter Perdi. Dokter Perdi yang tau Kirana masih di belakangnya akhirnya berhenti dan membalikan tubuhnya, Kirana yang tau Dokter Perdi berhenti ikut berhenti juga sebelum mereka berdua bertabrakan.


"Mengapa kamu dibelakang saya nanti ketinggalan, sini berjalan di samping saya atau kalo gak mau berjalan di depan saya saja" kata Dokter Perdi


"Disamping saja, saya gak tau kakak mau kemana" kata Kirana segera mensejajarkan posisinya dengan Dokter Perdi


Dokter Perdi kembali melangkahkan kakinya di ikuti oleh Kirana yang di sampingnya, hingga Dokter Perdi menghentikan langkahnya di depan sebuah toko emas. Melihat Dokter Perdi berhenti Kirana ikut berhenti juga, Dokter Perdi segera masuk ke dalam toko emas itu sedangkan Kirana hanya bisa mengikuti Dokter Perdi.


"Selamat datang mas, mbak, mau cari apa?" sapa mbak pemilik toko emas itu


"Kamu mau kalung apa cincin?" tanya Dokter Perdi


"Saya ingin mengikat kamu, kita kan sudah lamaran meski belum ada orang tua saya. Jadi kamu pilih mau kalung apa cincin" kata Dokter Perdi


"Apa, benaran kakak. Aku boleh pilih sendiri" kata Kirana kaget bercampur senang


"Iya pilihlah sesukamu, atau mau satu set gak apa-apa" kata Dokter Perdi


"Gak kak, satu set nya pas mahar nanti aja" kata Kirana


Kirana mulai melihat-lihat semua emas yang ada di dalam lemari kaca transparan itu, dilihatnya satu persatu hingga dirinya tertarik dengan sebuah cincin kecil yang bentuknya begitu unik.


"Mbak saya mau lihat yang itu" kata Kirana sembari menunjuk sebuah cincin

__ADS_1


Mbak pemilik toko emas segera mengeluarkan cincin yang ditunjuk Kirana barusan, lalu Kirana segera mencoba cincin tersebut dan tak di sangka cincin itu sangat pas di jari manis tangan kiri Kirana.


"Saya mau yang ini aja" kata Kirana


"Yakin mau yang itu" tanya Dokter Perdi


"Iya" jawab Kirana yakin


"Yang ini mbak" kata Dokter Perdi


Dokter Perdi segera mengeluarkan kartu debit miliknya dan segera membayar cincin tersebut, Kirana terus memandangi cincin itu dengan kagum. Kirana benar-benar tak menyangkah jika dirinya akan mendapatkan sebuah kejutan seperti ini oleh Dokter Perdi, cincin itu pun tak mau dilepas Kirana lagi langsung dipakainya saat itu juga.


Setelah pembayaran Dokter Perdi memberikan surat cincin itu kepada Kirana, kemudian mengajak Kirana ke arah sepeda motornya tadi. Dokter Perdi harus mengejar waktu karena takut kemalaman sampai ke kontrakan Kirana nanti, setelah tiba di parkiran motor Dokter Perdi segera melajukan sepeda motornya setelah memberi uang parkir dengan tukang parkir di situ.


"Terima kasih ya, aku gak menyangkah kalo kakak benar-benar mau serius dengan aku" kata Kirana saat sepeda motor sudah mulai melaju


"Iya sama-sama, dijaga baik-baik cincinnya" kata Dokter Perdi


Dokter Perdi kini senang Kirana sudah gak canggung lagi dengan dirinya bahkan Kirana sudah mulai bilang dirinya dengan sebutan aku, Kirana dan Dokter Perdi terus mengobrol tentang masa depan dan keinginan diri mereka masing-masing.


Pagi menjelang siang, Dokter Perdi terus melajukan sepeda motornya mencari sebuah restoran atau rumah makan karena sudah mulai merasa lapar apalagi memang seharusnya sudah waktunya makan siang. Dokter Perdi menghentikan sepeda motor di depan rumah makan masakan padang, Dokter Perdi mengajak Kirana untuk makan dahulu sembari beristirahat.


Setelah melihat menu dan memesan makanan Dokter Perdi dan Kirana segera duduk di kursi kosong, tak lama pesanan mereka berdua datang kemudian Kirana dan Dokter Perdi mulai menyantap dan menikmati makanan tersebut.


Berapa jam kemudian, Kirana dan Dokter Perdi kini sudah tiba di depan kontrakan Kirana. Setelah mengantar Kirana sampai kontrakannya Dokter Perdi juga segera pamit ingn segera pulang, setelah Dokter Perdi tak terlihat lagi di halaman kontrakan Kirana lalu masuk ke dalam kontrakannya dan setelah masuk dirinya segera berbaring di atas kasur.


Dilihatnya hari sudah menunjukan pukul 5 sore, begitu banyak waktu Kirana untuk beristirahat sebelum sahabat-sahabatnya pulang kerja yang pasti akan siru bertanya ini itu kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2