
Kirana sudah kembali ke samping kasir, dirinya juga sudah berdiri disamping kasir sembari memperhatikan para karyawan bagian pelayanan depan. Para pengunjung mulai berdatang untuk makan, restoran juga mulai ramai. Seluruh karyawan mulai sibuk melayani para pengunjung untuk menanyakan ingin memesan makanan apa dan memberikan catatan pesanan dengan chef lalu mengantarkan pesanan ke setiap meja.
Kirana tau restoran sangat ramai tapi dirinya tak ingin membantu para karyawan bagian pelayanan depan karena dirinya masih merasa masih sakit hati dengan mereka yang tadi pagi menghinanya, dirinya masih berdiri disamping kasir sambil tersenyum dan menyapa setiap pengunjung yang masuk ingin makan.
Kirana juga merasa disini dirinya sebagai manager restoran jadi tugas dirinya hanya mengawasi para karyawan bukan membantu para karyawan, Kirana setelah menyapa setiap pengunjung kembali duduk kemudian mulai mengecek berkas-berkas yang tertumpuk di atas meja dan mengecek pemasukan uang setiap bulan apa ada penaikan atau justru turun.
Siang hari restoran kini semakin ramai hingga semua tempat duduk berisi para pengunjung, para karyawan pun tak bisa beristirahat untuk makan karena restoran sangat ramai mereka jadi harus mengutamakan para pengunjung terlebih dahulu, para karyawan bagian pelayanan depan masih sibuk kesana kemari, begitu juga rombongan chef dan karyawan bagian belakang.
Dan tak lama para pengunjung mulai berkurang. Kirana melihat jam yang tertempel di dinding hari sudah menunjukan waktu sholat dzuhur, sebelum pergi Kirana menghitung uang merah yang ada didalam laci kasir lalu di masukannya kumpulan uang merah di dalam brankas dan di kuncinya, Kirana hanya menyisakan uang puluhan di dalam laci kasir untuk kembalian para pengunjung.
"Bunga, aku mau sholat dzuhur dulu. Yang benar memberikan kembalian uang orang jangan sampe salah ya" pesan Kirana lalu pergi meninggalkan Bunga bagian kasir
__ADS_1
"Iya" jawab Bunga
Kirana saat berada di hadapan para karyawan yang berkumpul memberi pesan kalo mau makan silakan tapi harus dua orang dulu karena saat ini dirinya ingin sholat itu sudah termasuk tiga orang jika dirinya selesai sholat nanti selanjutnya baru boleh tiga orang yang beristirahat makan, Kirana sudah masuk toilet untuk berwudhu kemudian keluar dan berjalan menuju mushollah restoran yang terletak di samping penyimpanan bahan-bahan dapur.
Kirana sudah mengerjakan sholat dzuhur tak lupa berdoa kepada yang MAHA KUASA, hari-hari Kirana selalu berdoa meminta istiqomahkan hatinya untuk berhijrah sekarang agar tak berhenti di tengah jalan.
Tak terasa siang telah berganti malam, Kirana dan sahabat-sahabatnya sudah tiba di kontrakan mereka. Fitri dan Novi merasa sangat lelah setelah mandi dan makan segera berbaring ingin beristirahat, sedangkan Kirana masih duduk di atas sajadah membaca ayat-ayat al-qur'an kali ini dirinya mengaji sendiri saat ini Fitri tidak bisa ikut karena sedang datang bulan.
"Kirana kamu kenapa" tanya Lili saat Kirana sibuk dengan hp
"Aku gak kenapa-napa" jawab Kirana melihat kearah Lili
__ADS_1
"Dari restoran tadi kamu hanya diam, biasanya kamu suka bercanda dengan kami" jelas Lili
"Iya namanya juga hidup Li, terkadang ada moodnya. Tapi sepertinya lebih baik diam ketimbang banyak ngomong" kata Kirana meletakan hpnya
"Iya sih tapi meski kamu hijrah jangan mencoba menjadi orang lain tapi tetaplah jadi diri sendiri, kami juga kangen dengan Kirana yang dulu suka bercanda dan yang sangat ceria" kata Lili
Kirana tak menjawab omongan Lili lagi, dirinya berpikir apa yang diomongkan Lili memang benar. Hijrah itu mengubah perilaku kita menjadi lebih baik tapi jangan merubah jati diri kita yang sebenarnya, Kirana yang tadi terhenti menonton video ceramah di youtube kembali melanjutkan tak lama video selesai Kirana kemudian menekan tombol keluar dan memilih aplikasi facebook.
Kirana mulai berselancar di sosial media dan melihat-melihat postingan yang ada di dunia maya, banyak orang ngeupload foto lamaran, menikah dan kebersamaan dengan anaknya. Terbesit di hati Kirana keinginan menikah namun dirinya sadar menikah itu bukan perkara cepat namun ada waktu yang tepat, Kirana tiba-tiba melamun.
(Kirana aku tu serius dengan kamu, kenapa kamu gak pernah mau sedikitpun ingin membuka hatimu untukku. Bahkan bukan sekali aku mengungkapkan perasaanku ke kamu tapi terus menerus)
__ADS_1
Kirana kembali teringat omongan Andre dulu, dihatinya saat ini ada rasa menyesal mengapa dulu dirinya tak menerima lamaran Andre padahal rasa cinta itu bisa kapanpun muncul jika kita selalu bersama. Hanya demi mempertahankan hubungannya dengan Agam dulu dirinya rela melepaskan sebuah berlian hanya demi batu kali, Kirana menghapus air mata yang hampir jatuh dan dirinya memutuskan untuk tidur saja menyusul sahabat-sahabatnya dari pada menyesali yang sudah terjadi.