
Dua hari kemudian
Kini Kirana dan Dokter Perdi sudah berada di perjalanan pulang menuju rumah mereka, setelah singgah sebentar di klinik milik Dokter Perdi tadi. Dokter Perdi yanv memang sengaja singgah sebentar di kliniknya tadi, selain ingin melihat perkembangan kliniknya dirinya juga sekalian memberi ole-ole untuk sahabatnya yang mengelola kliniknya itu.
"Sayang jadikan mampir ke restoran sebentar, aku juga mau ngasih ole-ole buat sahabat-sahabatku" kata Kirana mengkatakan perkataan itu sudah berulang kali
"Iya sayang, aku gak bakal lupa" kata Dokter Perdi sembari tersenyum
"Iihh sayang, aku kan takut sayang kebabalasan melajukan mobilnya" kata Kirana sembari mengerucutkan bibirnya dibalik niqabnya
Dokter Perdi bisa melihat ekspresi sang istri yang sepertinya cemberut meski terhalang oleh niqab yang dipakai sang istri, dirinya segera mencubit pipi sang istri dengan begitu gemas tapi tetap pelan. Kirana sontak makin cemberut dengan sang suami hingga dirinya segera memalingkan wajahnya ke arah jendela, Dokter Perdi semakin tertawa kecil melihat sang istri jadi tambah ngambek itu.
Menurut Dokter Perdi sangat menyenangkan menjahili sang istri sampaj ngambek seperti itu, apalagi sang istri ngambek tak pernah lama paling setengah jam. Soalnya sang istri sendiri yang tak bisa mendiamkan dirinya, apalagi sifat sang istri yang ceria dan mulut sang istri yang begitu cerewet itu sulit untuk tidak mengajaknya mengobrol.
Hingga tak terasa mereka pun tiba di restoran tempat sahabat-sahabatnya Kirana bekerja, mobil yang dilajukan Dokter Perdi pun masuk ke area parkiran yang sudah banyak bejejeran mobil-mobil mewah milik orang lain. Setelah mobil sudah terparkir dengan sempurna, Kirana dan Dokter Perdi turun dari mobil dan segera melangkahkan kaki masuk ke dalam restoran.
Sekarang memang sudah masuk waktunya makan siang, makanya restoran tersebut begitu ramai pengunjung. Kirana dan Dokter Perdi duduk di salah satu kursi yang masih kosong, mereka juga ingin makan siang disitu. Lili yang kebetulan baru selesai mengecek laporannya, saat ingin melangkah dan melihat Kirana dirinya segera mempercepat langkahnya ingin menghampiri sahabatanya itu.
"Permisi mau pesan makanan apa?" tanya Lili sembari memberikan menu makanan kepada Kirana dan Dokter Perdi
"Lili" kata Kirana saat melihat yang ada dihadapannya ternyata sahabatnya
Lili hanya tersenyum, kemudian kembali menanyakan menu makanan apa yang ingin di pesan oleh sepasang suami istri itu. Setelah mencatat semua makanan yang di pesan oleh Kirana dan Dokter Perdi, Lili segera berjalan menuju bagian belakang dan memberikan catatan itu kepada chef.
__ADS_1
Kirana memperhatikan sekeliling restoran itu, dirinya begitu takjub melihat para pengunjung semakin ramai berdatangan sampai seluruh kursi yang tersedia di restoran itu pun penuh. Dirinya tak menyangkah restoran yang sudah hampir setahun dirinya tak bekerja disini, tapi sekarang restoran semakin ramai padahal saat dirinya bekerja dulu tak pernah dirinya melihat para pengunjung sangat ramai seperti ini.
Cukup lama akhirnya makanan yang dipesan Kirana dan Dokter Perdi pun datang, setelah makanan sudah ada di hadapan mereka. Segera mereka menyantap dan menikmati makanan itu, hingga tak terasa makanan yang ada di piring mereka tinggal sedikit lagim
Namun karena Kirana dan Dokter Perdi yang sudah sangat kenyang jadi memilih tak menghabiskan makanan yang tinggal sedikit itu, Kirana dan Dokter Perdi kembali menikmati minuman yang mereka pesan tadi.
"Novi" panggil Kirana saat melihat Novi yang melewati mereka barusan
Novi segera menoleh ke belakang dan ternyata yang mamanggilnya Kirana, dirinya yang terlalu sibuk kesana kemari jadi tidak tau bahwa ternyata ada Kirana disini Dihampirinya Kirana dan Dokter Perdi, Dokter Perdi menyapa sahabatnya sang istri dengan begitu sopan.
"Kapan kesini?" tanya Novi kepada Kirana
"Sudah dari tadi, kami pun baru selesai makan" kata Kirana sembari menunjuk sisa makanan yang masih ada di atas meja
"Ikut aku ke mobil yuk, ada ole-ole untuk kalian" ujar Kirana sembari beranjak dari tempat duduknya
Novi menolak soalnya dirinya takut di bilang maling tulang oleh karyawan lain karena para karyawan sedang sibuk melayani para pengunjung, dirinya justru sibuk dengan urusan pribadi namun Kirana terus mendesak hingga akhirnya Novi mengikuti Kirana yang sudah berjalan lebih duluan.
Kirana dan Novi sudah tiba di dekat mobil milik Dokter Perdi yang terparkir di antara mobil-mobil mewah milik para pengunjung, Lalu Kirana membuka bagasi mobil. Terlihat di dalam mobil banyak sekali paper bag dan beberapa kantong plastik entah apa isinya, sampai-sampai bagasi mobil itu penuh.
"Ini untuk kalian bertiga dan ini makanan khas bandung" ujar Kirana sembari memberikan 3 paper bag dan satu kantong plastik besar yang berisi makanan khas bandung.
"Ya ampun, kok kamu repot-repot sih" kata Novi yang merasa tidak enak dengan Kirana
__ADS_1
"Gak apa-apa, untuk sahabat-sahabatku tak ada kata repot" jawab Kirana kemudian menutup kembali pintu mobil
"Makasih ya, ole-olenya" kata Novi tersenyum dan dibalas Kirana dengan anggukan kepala.
Kirana dan Novi kembali masuk ke dalam restoran, Lalu mereka berpisah saat sudah di dalam restoran. Novi menuju bagian lemari tempat penyimpan barang-barang para karyawan, sedangkan Kirana kembali menghampiri sang suami.
Setelah membayar makanan yang mereka makan tadi, Kirana pamit dengan Lili yang baru selesai dari ruang Bu bos. Lili mengangguk dan memeluk sahabatnya itu, Kirana juga membalas pelukan itu.
"Kapan-kapan kalian semua nginep lagi ya dirumah kami" ujar Kirana pada Lili sembari melepas pelukan mereka
"Insyaallah" jawab Lili kemudian mencium pipi kanan dan pipi kiri Kirana
Para pengunjung memperhatikan dua sahabat yang bagaikan seperti saudara kandung itu, mereka semua begitu terharu melihat aksi Lili dan Kirana yang berpelukan serta cipika-cipiki itu.
Karena mereka semua bisa melihat bahwa dua sahabat itu tak mempermasalahkan kasta dan harta sangat jelas terlihat dari penampilan Lili yang sederhana dan seorang karyawan restoran, sedangkan penampilan Kirana meski biasa saja tapi orang-orang berkelas tau gamis yang dipakai Kirana saat ini branded yang hanya 20 orang yang mempunyai gamis tersebut.
20 menit kemudian
Kirana dan Dokter Perdi yang baru sampai di rumah mereka, kini mereka berdua langsung menuju kamar utama yang mereka tempati. Mereka berdua yang sama-sama merasa lelah, segera membaringkan tubuh mereka di atas ranjang tidur mereka hingga akhirnya mereka berdua pun terlelap.
Seperti biasa Dokter Perdi sebelum kembali ke rumahnya yang ditinggal sebulan lebih itu, dirinya pasti menghubungi wanita paruh baya yang bekerja di rumah mereka untuk membersihkan rumah mereka sebelum mereka tiba di rumah.
Jadi mereka tak perlu repot-repot harus membersihkan debu di sekeliling rumah yang sudah lama di tinggal itu, bahkan saking mereka merasa begitu lelah koper beserta ole-ole yang masih ada di mobil pun belum di bawa mereka ke dalam rumah.
__ADS_1