Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 123


__ADS_3

Kirana dan Dokter Perdi terbangun ketika mendengar suara adzan ashar berkumandang, Dokter Perdi duluan masuk kamar mandi dan buru-buru mandi sejenak menghilangkan keringat yang melengket ditubuhnya. Selesai mandi Dokter Perdi pamit dengan sang istri ingin pergi ke masjid, seperti biasa ada cium punggung tangan dan cium kening.


Setelah kepergian sang suami, Kirana juga masuk kamar mandi seperti yang dilakukan sang suami tadi dirinya juga ikut membersihkan diri sebentar. Setelah itu Kirana segera memakai pakaian yang suci dan bersih, lalu memakai mukenahnya dan mengerjakan sholat dengan begitu khusyuk.


Setengah jam kemudian, Dokter Perdi pulang dari masjid saat memasukan sepeda motor ke dalam garasi dirinya baru teringat soal barang-barang mereka serta ole-ole yang di dalam bagasi mobil yang belum di bawanya masuk ke dalam rumah.


Dirinya terpaksa masuk rumah terlebih dahulu karena kunci mobil ada di dalam kamar utama yang mereka tempati, dirinya juga harus mengganti baju koko yang dipakainya sekarang soalnya tak mungkin baju koko yang baru dipakainya itu harus kotor oleh debu atau hal lain apalagi baju koko yang dipakainya saat ini berwarna putih.


"Sayang, kamu lihat kunci mobil gak" teriak Dokter Perdi dari dalam kamar, dirinya sudah kepusingan mencari kunci mobil yang tak kunjung ketemu karena seingatnya tadi dirinya membawa ke dalam kamar mereka.


Kirana yang begitu fokus dengan masakkan lauknya untuk makan malam mereka ditambah bunyi gorengan ikan itu membuat dirinya tak mendengar teriakan sang suami, bahkan Kirana saat ini memasak sambil mulutnya bersholawatan dengan irama yang selalu di dengarnya di youtube.


Dokter Perdi yang mulai kesal tak dapat sahutan dari sang istri segera dirinya melangkahkan kaki ke arah di mana sang istri berada, saat dirinya sudah berada di dekat sang istri yang sedang memasak sembari bersholawatan dirinya yang tadinya kesal menjadi luluh saat mendengar suara merdu sang istri.


"Sayang, aku dari tadi manggil kamu loh" kata Dokter Perdi sembari memeluk sang istri dari belakang


"Maaf sayang aku gak denger" kata Kirana sembari mematikan kompor dan memutar tubuhnya hingga dirinya dan sang suami berhadapan dengan jarak yang begitu dekat


"Sayang lihat kunci mobil gak?" tanya Dokter Perdi


"Kunci mobil, ohh sudah aku letakkan di tempat gantungan semua kunci

__ADS_1


"Aku keluar dulu ya sayang, mau ngambil barang-barang yang di bagasi mobil" kata Dokter Perdi melepas pelukannya dari sang istri dan sebelum pergi dirinya mendaratkan ciuman di bib*r sang istri


Kirana hanya menjawab dengan anggukan kepala, dirinya yang sudah selesai masak segera meletakan semua hasil masakannya itu diatas meja makan dan tak lupa ditutupnya dengan tudung saji. Kirana kembali ke kamar, dirinya kini bersantai di dalam kamar sembari bermain hp.


Dokter Perdi sudah meletakkan semua ole-ole yang mereka beli di Bandung kemarin di dapur, lalu meletakkan koper yang berisi pakaian dirinya dan pakaian sang istri di laundry room. Dirinya yang sudah tak melihat sang istri di dapur segera berjalan menuju kamar tidur mereka, karena disitu lah tempat favorit sang istri jika tak ada di sekitaran dapur dan taman belakang.


"Sayang, ole-ole tadi aku letakkan di dapur" kata Dokter Perdi saat sudah duduk di samping sang istri yang ada di atas ranjang


"Iya, paling besok biar Bu de yang bantu aku ngasih ole-ole itu dengan semua tetangga kita" kata Kirana segera meletakkan hpnya di atas meja


Jika Kirana sedang bersama siapapun dirinya pasti langsung meletakkan hpnya karena baginya kalo ada seseorang mengajak diri kita berbicara jangan pernah sibuk dengan hp, Kirana segera menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami sembari melingkarkan tangan kecilnya di perut sang suami.


.


.


Setelah sholat isya' Kirana dan Dokter Perdi kini sedang bersantai di ruang keluarga sembari menonton tv, Kirana seperti biasa jika sudah dekat sang suami pasti menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami. Mereka berdua begitu terhanyut dalam film yang mereka tonton saat ini, waktu terus berjalan detik telah berubah menit.


Waktu pun sekarang menunjukan pukul setengah 10 malam, Lili Fitri dan Novi selesai makan dan beres-beres mereka ingin membuka ole-ole yang di bawakan Kirana dari Bandung. Mereka bertiga sudah tau kalo dalam isi kantong plastik yang besar itu makanan ciri khas Bandung, mereka bertiga penasaran dengan isi paper bag yang masing-masing mereka dapat satu.


Segera mereka bertiga melihat isi paper bag tersebut, saat dilihat ternyata ada 3 lembar baju di setiap paper bag tersebut. Ada baju kaos yang bertulisan Bandung, ada juga kemeja serta sebuah gamis yang sangat bagus bisa di pakai untuk acara kondangan.

__ADS_1


Mereka bertiga segera mencoba gamis yang sangat bagus itu, mereka bertiga kagum karena ternyata Kirana benar-benar sangat pinter memilihkan gamis untuk mereka. Semua pas di tubuh mereka bertiga, Fitri saking terharu dengan pemberian Kirana itu sampai meneteskan air mata.


"Kamu kenapa nangis Fit?" tanya Novi


"Kamu tau gak, aku sangat terharu punya sahabat seperti Kirana" kata Fitri sembari menyeka air matanya


"Iya benar aku juga terharu, kebayang kan roda kehidupan dia sekarang sudah diatas tapi dia masih peduli dengan kita" kata Novi


"Kita tetap harus ada untuk dia sepertinya dia sedang butuh kita, tadi siang pas berpelukan dengan dia. Aku bisa merasakan kalo sebenarnya dia sedang ada masalah tapi tidak tau apa?" kata Lili


"Bentar lagi Kirana ulang tahun, nanti kita kasih kejutan tapi harus kerja sama dengan suaminya juga" kata Novi memberi saran


"Iya bagus tu ide kamu" jawab Lili


Setelah itu Lili Fitri dan Novi memasukan lagi baju-baju yang dari Kirana itu ke dalam paper bag milik mereka masing-masing, kemudian di letakkan mereka ke dalam lemari pakaian mereka.


Sekarang mereka bertiga sudah berbaring di atas kasur yang tipis dan di posisi tempat mereka masing-masing, sembari berbaring mereka bertiga mengobrol untuk menyusun rencana bagaimana cara memberi kejutan kepada Kirana.


"Oke kalo seperti itu" kata Fitri


"Jadi deal ya" jawab Lili

__ADS_1


"Iya deal" jawab Novi dan Fitri bebarengan.


Mereka bertiga pun tertawa saat membayangkan rencana yang telah mereka susun itu, mereka bertiga juga berandai kalo saja ada Sevia pasti semakin seru. Sudah hampir dua tahun mereka tak bertemu Sevia semenjak Sevia menikah dan ikut suaminya pindah ke Bekasi, meski jarak antara Jakarta Bekasi dekat tapi tetap saja mereka tak bisa berkumpul karena sibuk dengan aktivitas masing-masing.


__ADS_2