Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 82


__ADS_3

"Kirana, bangun sayang" kata Ibunya mengelus kepala putrinya dengan begitu lembut


Kirana yang merasakan ada yang menyentuh kepalanya segera membuka mata, kemudian Kirana beranjak dari tidurnya dan duduk. Kirana menyunggingkan senyumnya saat melihat ibunya yang berada di hadapannya, ibunya Kirana pun ikut tersenyum.


"Ayo, kita makan siang. Semuanya sudah berkumpul di ruang depan" kata ibunya Kirana sembari beranjak dari duduknya


Kirana segera bangkit dan menyusul ibunya, di sana sudah sangat ramai keluarga besar ayahnya Kirana yang berkumpul ingin makan bersama-sama. Momen ini sudah lama tidak Kirana rasakan, mungkin diingat-ingat Kirana masa-masa seperti ini dulu waktu masih ada sang nenek serta sang kakek.


Kirana melihat semua makanan yang ada di hadapannya sangat banyak dan semuanya kelihatan lezat, lagi-lagi Kirana kembali teringat masa-masa dulu yang tidak pernah merasakan makanan lezat. Bahkan makan daging sapi atau daging kambing mungkin cuma satu tahun sekali itupun ketika idul adha kalaupun ada yang berkurban, namun Kirana juga bersyukur kini tidak lagi dirinya merasakan kekurangan.


Kehidupan Kirana sekeluarga berubah semenjak Ayahnya Sundari mengajak Ayahnya Kirana untuk merantau ke Jakarta sehingga membuat perekonomi Kirana sekeluarga bisa naik hingga saat ini, bukan itu saja Ayahnya Kirana bahkan banyak mengajak orang-orang disini untuk merantau di Jakarta.


Termasuk Anggun sekeluarga juga ikut merantau ke Jakarta setelah diajak oleh Ayahnya Kirana, rasanya Kirana masih bermimpi bisa merasakan perekonomian keluarganya naik apalagi Ayahnya sudah bisa membeli rumah dan tak perlu mengontrak lagi di Jakarta, meski belum dibilang kaya setidaknya ketika mereka menginginkan sesuatu bisa terpenuhi.


Kirana serta keluarga besar sebelah Ayahnya Kirana segera mengambil piring lalu mengisi piring itu dengan nasi serta lauk pauk, mereka semua mulai menikmati makanan yang ada di hadapan mereka setelah membaca doa yang dipimpin oleh Kakak sepupu Kirana.


Siang telah berganti sore setelah selesai sholat ashar Kirana memilih untuk duduk di teras rumah peninggalan sang nenek, Kirana tersenyum memperhatikan anak-anak kecil yang sedang bermain kelereng. Dirinya tak menyangkah permainan masa kecilnya dulu ternyata sampai sekarang masih ada yang suka, anak-anak kecil itu mulai ribut ketika salah satu temannya bermain curang.


Lagi-lagi ingatan masa-masa dulu kembali Kirana ingat dimana dirinya suka bermain curang kepada teman-temannya, saat teman-temannya sedang sibuk ingin saling lawan agar bisa mendapatkan kelereng yang ada di dalam lingkaran itu.


Kirana justru berlari sembari membawa semua kelereng itu lalu bergegas masuk rumah sang nenek, sampai teman-temannya ribut di depan rumah sang nenek sembari berteriak minta kembalikan kelereng yang diambilnya itu namun sang kakek menegurnya dan menyuruh dirinya mengembalikan kelereng-kelereng yang telah diambilnya tapi Kirana selalu mengelak bahwa dirinya menang tapi teman-temannya tidak terima.

__ADS_1


"Hahaha,, ada-ada aja tingkahku dulu" kata Kirana tertawa dengan mata masih menatap anak-anak kecil yang sedang memperebutkan kelereng.


"Mbak lagi menertawakan apa?" tanya Anggun duduk di samping Kirana


"Hanya ingat masa-masa kecil dulu" jawab Kirana sembari menunjukan ke arah anak-anak yang sedang ribut


"Ohh ternyata mbak sedang mengingat mbak yang begitu nakal waktu kecil dulu" kata Anggun tersenyum


"Iya, si cengeng" jawab Kirana mengejek Anggun sembari berlari masuk ke dalam rumah


Anggun merenggut di panggil Kirana si cengeng, dengan cepat Anggun mengejar Kirana. Kirana terus berlari kesana kemari karena takut ke tangkap dengan Anggun, Anggun pun tidak mau berhenti sebelum Kirana ke tangkap masih terus mengejar.


Cubitan itu bukan cubitan kesal melainkan cubitan rindu serta gemes, Anggun memang sangat suka mencubit pipi tembem Kirana bahkan setiap kali mereka bertemu.


Hubungan Kirana dan Anggun memang dari kecil sangat akrab meski dulu sang nenek sering membanding-bandingkan Kirana dengan Anggun tapi tidak sama sekali membuat Kirana benci, bahkan Kirana tetap sayang dengan Anggun dari dulu hingga sekarang.


Kirana sadar mungkin sang nenek berpikir dulu Kirana tidak menyukai Anggun makanya sang nenek sering menegur Kirana karena tidak mau sampai anak cucu beliau berpecah belah, Kirana yang masih ngos-ngosan duduk di samping ibunya sembari mengelus pipinya yang habis kena cubit.


Sore telah berganti malam selesai sholat magrib berjamaah di rumah peninggalan sang nenek, kini Kirana dan keluarga besar sebelah Ayahnya serta orang-orang di daerah sana memulai acara membaca surat yasin serta doa-doa yang akan dikirim ke semua ke keluarga Kirana yang telah menjadi almarhum dan almarhumah.


3 hari telah berlalu

__ADS_1


Kirana dan keluarga besar sebelah Ayahnya sekarang sudah masuk bus, keluarga besar sebelah Ayahnya di ajak Kirana sekeluarga ke rumah mereka yang di Jakarta untuk menghadiri acara pernikahan Kirana dengan Dokter Perdi.


Bus kini mulai melaju dengan kecepatan sedang dan meninggalkan halaman rumah peninggalan sang nenek, setelah bus melaju mata Kirana masih memandangi rumah tua itu.


Kirana akan merindukan kampung halaman sang nenek namun pasti akan sulit untuk kembali ke kampung halaman sang nenek ini lagi jika dirinya sudah menikah nanti, saat bus melaju semakin jauh Kirana sekilas melihat bayangan sang nenek yang sedang melambaikan tangan. Kirana pun reflek ikut melambaikan tangan dan tanpa di minta air matanya tiba-tiba jatuh begitu saja.


"Mbak kenapa?" tanya Anggun saat melihat Kirana tiba-tiba menangis


"Tidak apa-apa, mbak hanya rindu dengan nenek dan kakek" jawab Kirana sembari menghapus air mata


"Sama mbak aku pun rindu dengan nenek dan kakek" kata Anggun sembari memeluk Kirana


Kirana membalas pelukan dari Anggun.


Tidak terasa bus yang membawa mereka sudah seperempat perjalanan, saat ini sudah waktunya untuk makan siang. Kirana meminta pada supir untuk mencari rumah makan lesehan agar mereka semua bisa makan sekalian istirahat, tak lama kemudian bus berhenti di depan rumah makan lesehan yang diinginkan Kirana.


Mereka semua keluar dari bus tersebut lalu masuk ke dalam rumah makan lesehan itu, Kirana segera menghampiri kasir dan memesan makanan. Tak perlu menunggu lama pelayan pun langsung mengantarkan makanan yang Kirana pesan tadi, Kirana dan yang lain mulai menyantap serta menikmati makanan itu.


Setelah makan mereka semua istirahat sejenak namun sebelum melanjutkan perjalanan mereka ada juga yang beberapa sholat dzuhur terlebih dahulu karena waktu sholat sudah masuk, selesai semuanya kini mereka semua kembali naik bus untuk melanjutkan perjalanan.


Bus pun mulai melaju, saat bus sudah melaju beberapa kilometer Kirana merasa ngantuk karena kekenyangan pas makan tadi. Kirana menyandarkan kepalanya di dindingkaca bus kemudian memejamkan mata dan tak tau lagi hingga Kirana benar-benar tertidur.

__ADS_1


__ADS_2