Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 137


__ADS_3

"Jangan-jangan apa?" tanya Novi yang penasaran dengan pemikiran Lili saat ini


"Jangan-jangan Kirana berubah pikiran pengen bulan madu ke Singapore" jawab Lili santai


"Aii aku kira apa" kata Novi kesal karena Lili sudah membuat dirinya penasaran


"Kalo kamu memang mikirnya apa?" tanya Lili yang sebenarnya juga penasaran dengan pemikiran Novi


"Iya sama, mungkin Kirana mengganti tempat yang ingin dia kunjungi" jawab Novi


"Ya sama aja donk" teriak Lili


"Udah akhh, udah malam. Ayo tidur besok harus kerja lagi" kata Novi yang mulai memejamkan kedua matanya


Lili yang mendengar ajakkan Novi pun menurut, meski sebenarnya belum ngantuk karena seharian tadi dirinya banyak sekali menghabiskan waktunya hanya untuk tidur. Lili pun ingin menyusul Novi yang sepertinya sudah terlelap, Lili segera memejamkan kedua matanya agar bisa tertidur.


.


.


Suara adzan subuh berkumandang


Lili dan Novi yang mendengar suara adzan segera membuka kedua mata mereka, kemudian mereka bergiliran masuk kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu mereka berdua mengerjakan sholat subuh sendiri-sendiri, merema berdua belum berani untuk berjama'ah berdua apalagi selama ini yang sering jadi imam sholat mereka kalo gak Fitri iya Kirana.

__ADS_1


Selesai sholat mereka berdua juga bergiliran masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuh masing-masing, sepertinya Tuhan memang adil dengan Lili dan Novi. Disaat Sevia Kirana dan Fitri sudah tidak ada di kontrakan dan tidak bekerja lagi di restoran, Lili dan Novi sekarang tak perlu lagi pagi-pagi harus repot membuat sarapan ataupun memasak buat bekal makan siang karena mereka berdua sudah dapat makanan dari restoran dan bahkan kontrakan mereka di bayarin Bu bos selama mereka masih bekerja di restoran.


Namun soal sarapan mereka tetap rutin walaupun sederhana seperti sarapan yang simple ya sejenis mie instan atau juga beli gorengan dengan penjual gorengan yang selalu lewat depan kontrakan mereka tapi soal makan siang mereka tak terlalu memikirkan begitu juga makan malam, setelah mandi serta sudah siap untuk berangkat kerja Lili dan Novi sarapan terlebih dulu seperti rutinitas biasanya.


Selesai semua kini Lili dan Novi ingin berangkat ke tempat kerja, seperti biasa setelah keluar dari kontrakan tak lupa menutup serta mengunci pintu kontrakan. Lili dan Novi berjalan semakin menjauh dari kontrakan mereka hingga tak terasa mereka berdua sudah di depan restoran tempat mereka bekerja, Lili memperhatikan bangunan yang ada di samping restoran tempat mereka bekerja.


"Masih lama juga ya vi, bangunan di sebelah selesai" kata Lili sembari matanya masih fokus dengan bangunan yang luas dan sudah setengah perjalanan tahap pembangunan itu.


"Iya, padahal aku gak sabar loh lihat restoran semakin besar dan pastinya ramai" jawab Novi yang juga ikut memperhatikan bangunan yang ada di samping restoran


Lili dan Novi kembali melanjutkan langkah kaki mereka yang sempat terhenti dan segera membuka pintu rolling door, Lili dan Novi masuk ke dalam restoran. Lili yang sudah tau dengan tugas sudah meletakan buku absen di atas meja kerjanya, kemudian duduk di kursi sembari menunggu kedatangan para karyawan lain.


Tak terasa waktu terus berjalan, restoran makin siang semakin ramai membuat seluruh karyawan benar-benar sibuk. Lili pun ikut membantu melayani para pengunjung yang tak henti-henti berdatangan, untung pekerjaannya sudah selesai jadi dirinya bisa membantu.


"Makanannya yang ini, minuman yang ini. Kalian apa bro" kata salah satu diantara laki-laki itu


"Samain ajalah biar gak nunggu lama, udah laper banget soalnya" kata laki-laki lain menyahut


"Kamu pesan makanan apa Andre?" tanya yang lain


Sedangkan Andre masih fokus menatap wanita semalam yang tak sengaja bertabrakkan dengan dirinya, Andre tak menyangka akan bertemu kembali. Kalo jodoh memang takkan kemana, Andre kini tau bahwa wanita pujaannya ternyata bekerja disini yang tentunya wanita pujaannya seorang single belum menikah tapi tidak tau sudah memiliki pacar atau pun calon suami.


"Woii ndre..." teriak salah satu laki-laki yang dari tadi memanggil Andre

__ADS_1


Lili yang mendengar salah satu pengunjungnya itu berteriak, membuat Lili tersentak dan kaget sampe dirinya reflek memegang dada karena terkejut. Bahkan semua para pengunjung yang lain juga menoleh ke sumber teriakkan itu, Andre yang tersadar akhirnya memukul kepala temannya itu dengan sedikit keras.


"Kamu sih di tanyain dari tadi melamun aja" kata salah satu teman Andre yang kenah pukul kepalanya oleh Andre


"Samain aja ya sayang.. Ehh maksud saya mbak" kata Andre yang kikuk sembari mengaruk tengku lehernya yang tak gatal


Lili tak merespon baginya biasa mendengar pengunjung yang genit seperti itu, dirinya memilih untuk berlalu dari hadapan rombongan laki-laki yang aneh itu. Lili memberikan catatan pesan meja 20 kepada chef, dan memerintahkan karyawan lain untuk mengantarkan pesanan meja 20 karena dirinya males ketemu lagi dengan rombongan laki-laki yang aneh itu.


Lili memilih untuk mengantarkan pesanan pengunjung lain, selesai semua Lili memerintah para karyawan untuk beristirahat makan karena jangan sampai ada yang telat makan takutnya berisiko jadi sakit termasuk dirinya sendiri.


Sedangkan Andre dari tadi menoleh kesana kesini mencari sosok yang tadi ada di dekatnya namun sekarang seperti menghilang bak di telan bumi, setengah jam tak melihat wanita pujaannya tadi rasanya seperti tak melihat belasan tahun. Entah rasa apa yang saat ini dirasakannya yang jelas dirinya ingin terus melihat wanita pujaannya itu, atau juga ingin terus berada di dekat wanita pujaannya itu.


Sosok yang ditunggu-tunggu oleh Andre oun muncul, dan duduk di sebuah meja khusus yang ada di samping kasir. Andre kembali memperhatikan sosok tersebut sembari terus mengembangkan senyumnya, teman-teman Andre yang melihat tingkah laku Andre agak berubah jadi ikut melihat kearah apa yang sedang diperhatikan Andre.


"Wah kapten kita lagi jatuh cinta sepertinya" ejek salah satu teman Andre itu


"Iya-iya ada yang lagi jatuh cinta pantas tadi, dipanggil gak denger dan sibuk lirik sana lirik sini. Ternyata oh ternyata" kata yang lain ikut mengompori


"Apaan sih kalian ini" kata Andre yang sebenarnya malu karena telah tertangkap basah oleh teman-temannya


Andre dan teman-temannya pun pergi dari restoran itu setelah membayar makanan yang mereka makan tadi, Andre menyilipkan nomor hp dan menitipkan dengan kasir untuk diberikan kepada wanita pujaannya.


Kasir restoran segera memberikan kertas yang berisi nomor hp tadi kepada Lili, Lili yang menerima hanya geleng-geleng karena sudah tau siapa yang memberinya nomor hp itu dan hanya diselipkannya kertas tersebut di dalam saku celana jeansnya.

__ADS_1


__ADS_2