Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 29


__ADS_3

Setelah mandi kini Kirana sudah di dalam kamar, dirinya segera berbaring di atas kasur ingin langsung istirahat. Sahabat-sahabatnya terus memperhatikan sikap Kirana yang tiba-tiba berubah menjadi diam setelah bertemu dengan Agam, namun mereka tak ingin banyak bertanya dulu apalagi mereka melihat Kirana langsung berbaring dan memejamkan mata.


Fitri dan Novi keluar dari kamar setelah Kirana masuk, mereka juga ingin segera tidur karena sudah sangat mengantuk. Sevia dan Lili pun juga segera berbaring dan mulai memejamkan mata, mereka berlima akhirnya tertidur.


Sedangkan Agam masih melajukan motornya dengan kecepatan sangat tinggi dirinya ingin secepatnya sampai ke tempat tujuannya sekarang, dirinya berharap bisa menemukan Ayahnya agar masalah yang keluarga mereka hadapi sekarang bisa diselesaikan dengan baik-baik.


Agam memang sudah membayar uang yang dilarikan Ayahnya dengan juragan sapi itu tapi itu baru seperempatnya masih banyak yang kurang, Agam hanya berharap ketika bertemu Ayahnya nanti Ayahnya bisa berubah pikiran setelah tau apa yang terjadi dengan Ibu dan Adiknya di rumah mereka.


Agam terpaksa mencari Ayahnya karena menurutnya inilah jalan satu-satunya apalagi Agam sudah tidak bekerja lagi dirinya harus mencari uang kemana untuk mengembalikan uang yang dilarikan Ayahnya itu bahkan kontrak kerjanya juga sudah habis.


Agam menghentikan motor yang dikendarainya di masjid dirinya ingin beristirahat sejenak ditambah dirinya memang sudah sangat lelah saat ini, setelah mengunci setang motornya Agam berjalan ke pintu masjid dibukanya pintu masjid dan beruntungnya tidak terkunci.


Agam mengambil sajadah yang tersusun rapi di rak, dirinya berjalan ke arah mimbar masjid lalu di bentangkannya sajadah itu kemudian dirinya segera berbaring di atas sajadah itu dan ransel miliknya sebagai bantal dirinya mulai memejamkan matanya dan tertidur.

__ADS_1


Pukul 03 pagi seorang imam masjid berjalan menuju pagar masjid beliau melihat ada sepeda motor yang terparkir di halaman masjid, saat beliau sudah masuk masjid beliau tak melihat siapapun di dalam masjid namun beliau bingung sepeda motor siapa di halaman masjid.


Beliau pun tak ingin melewatkan waktu sholat tahajud jadi memutuskan untuk sholat terlebih dahulu cukup lama beliau sholat, setelah itu beliau mulai mencari di sekeliling masjid apakah ada orang namun beliau tidak menemukan siapa-siapa tapi beliau masih bingung mengapa ada sepeda motor di halaman masjid.


Imam masjid kembali masuk ke masjid lalu duduk dan membaca ayat-ayat al-qur'an, Agam yang tadinya tertidurpun bangun ketika mendengar ada yang sedang mengaji. Agam yang tertidur di mimbar masjid segera beranjak ingin melihat siapa yang sedang mengaji itu.


"Astagfirullahulazim" ucap imam masjid itu ketika melihat ada seseorang yang tiba-tiba muncul dari mimbar masjid


"Maaf pak sudah bikin bapak kaget" kata Agam duduk di sebelah imam masjid itu


"Iya pak, saya kelelahan jadi beristirahat sebentar apalagi perjalanan saya masih jauh" kata Agam


Agam dan imam masjid itu terus mengobrol hingga waktu subuh pun tiba, imam masjid dan Agam mengambil air wudhu terlebih dahulu lalu imam masjid memerintah Agam untuk mengumandangkan adzan subuh. Agam mengangguk sembari berjalan masuk masjid dan menuju mimbar masjid.

__ADS_1


Setelah mengumandangkan adzan subuh, Agam tiba-tiba menangis dirinya teringat akan dosa-dosanya selama ini. Agam juga bahkan lupa kapan terakhir mengerjakan sholat, dirinya merasa seperti tidak pantas bertobat dengan MAHA KUASA apalagi dosa-dosanya begitu banyak.


Namun sebagai umat manusia kita tetap harus selalu meminta ampunan kepada yang MAHA KUASA meski dosa kita setinggi langit dan seluas samudra, MAHA KUASA akan senantiasa menunggu umat-umatnya untuk bertobat dengan-NYA sembari menangis menyesali dosa yang telah kita perbuat.


Agam ikut sholat berjamaah di masjid tersebut sebelum melanjutkan perjalanannya yang masih sangat jauh, Agam juga berdoa agar bisa di beri jalan keluar masalahnya saat ini oleh yang MAHA KUASA.


Sedangkan Kirana dan sahabat-sahabat yang mendengar adzan subuh berkumandang segera bangun ingin mengerjakan sholat subuh, mereka berlima mulai mengerjakan sholat setelah mengambil air wudhu. Dan selesai sholat mereka berlima bergiliran masuk kamar mandi untuk membersihkan diri masing-masing, setelah mandi Sevia membuat gorengan tempe kali ini untuk sarapan mereka.


Sevia sudah memasak nasi dan memasak sup ayam tadi sebelum dirinya mandi, kini mereka berlima mulai sarapan dengan gorengan tempe yang dibuat Sevia tadi dan mereka sangat menikmati gorengan tempe itu


"Uhh enak banget gorengan tempe ini, udah cocok banget jadi ibu rumah tangga kamu Sev" goda Kirana sembari terus memakan gorengan tempe itu


"Iihh memangnya cuma bikin gorengan tempe aja, yang namanya ibu rumah tangga harus pinter semuanya dari memasak mengurus rumah anak suami dan banyak lagi" jelas Sevia

__ADS_1


"Iya iya kita tau kok, yang bentar lagi jadi seorang istri sekarang jadi makin dewasa aja ni" goda Kirana lagi


Lili, Fitri dan Novi tersenyum mendengar Kirana terus mengoda Sevia, mereka berlima setelah sarapan ingin segera berangkat kerja apalagi kini Kirana harus selalu datang lebih dulu dari yang lain.


__ADS_2