
Seperti janjinya semalam Dokter Perdi segera membantu sang istri yang sedang memasukan beberapa pakaian mereka yang akan dibawa nanti dimasukkannya ke dalam satu koper, setelah selesai semua Dokter Perdi segera membawa koper yang berisi pakaiannya dan pakaian sang istri keluar dan diletakkanya ke dalam bagasi mobil.
Dokter Perdi tadi sudah mengabari wanita paruh baya yang bekerja di rumah mereka melalui telepon, kalo nanti selama sebulan mereka akan pergi jadi tak perlu datang sampai mereka kembali lagi.
"Ayo sayang kita berangkat, udah siap belum?" ujar Dokter Perdi sembari berdiri di depan pintu memanggil sang istri yang masih didalam rumah
"Udah" kata Kirana keluar dari rumah dan menutup serta mengunci rumah mereka
Kirana masuk ke dalam mobil duduk di samping sang suami yang duduk di kursi pengemudi, lalu mobil yang mereka kendarai pun mulai melaju meninggalkan halaman rumah mereka.
Setiap melakukan perjalanan jauh Dokter Perdi memang lebih sering mengajak sang istri untuk pergi pagi-pagi sekali selain menghindari macet, supaya mereka berdua juga secepatnya sampai di tempat tujuan mereka.
Waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, Dokter Perdi mencari warung makan untuk sarapan mereka pagi ini. Setelah bertemu dengan warung makan yang berjualan sarapan pagi, Dokter Perdi segera menghentikan mobilnya di depan warung makan tersebut.
Kini mereka berdua sudah duduk disalah satu kursi yang tersedia di warung makan tersebut, beruntung makanan mereka sudah tiba jadi mereka tak perlu menunggu lama. Kirana dan Dokter Perdi segera menyantap dan menikmati makanan tersebut, selesai makan mereka segera beranjak setelah membayar makanan yang mereka makan tadi.
Mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil mereka, Dokter Perdi mulai melajukan lagi mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Biasanya aku pulang ke Bandung selalu sendirian, tapi sekarang bawa istriku yang cantik" kata Dokter Perdi sembari tersenyum memecahkan keheningan saat mobil mereka berhenti karena sedang lampu merah
"Kamu hanya bawa istri, tapi adikmu bawa istri yang sedang hamil" kata Kirana
"Sayang, sudah jangan pernah bahas itu lagi" ujar Dokter Perdi
Kirana diam tak menjawab ucapan sang suami barusan, Kirana memilih memalingkan pandangannya ke arah jendela mobil yang disamping. Dari awal naik mobil perasaan Kirana sudah tidak enak, entah apa yang sebenarnya akan terjadi nanti.
__ADS_1
Dirinya takut karena ini pertama kali datang kerumah mertua dan bertemu dengan keluarga besar sang suami, sedangkan dirinya belum tau bagaimana sifat dan karakter keluarga besar sang suami. Kirana yang begitu kalut dalam pikirannya, akhirnya tertidur.
Dokter Perdi mengelus pucuk kepala sang istri, dirinya tau sang istri sedang merasa khawatir saat ini. Dirinya berjanji tak akan membuat sang istri tak nyaman di Bandung nanti, dirinya akan selalu ada untuk sang istri jika ada salah satu keluarganya tak menyukai sang istri.
.
.
Ditempat lain
Lili Fitri dan Novi sudah tiba di restoran, mereka bertiga juga kini sudah mengerjakan tugas mereka masing-masing. Lili seperti biasa mengecek nota pembelanjaan bahan dapur, kalo Fitri sangat sibuk dengan karyawan lain dan chef yang sedang merapikan dan menyiapkan bahan-bahan yang baru datang tadi.
Sedangkan Novi saat ini mengisi tisu di meja yang sudah tinggal sedikit, saat dirinya sibuk mengisi tisu di meja yang di bagian depan. Dirinya melihat kuli bangunan yang sedang bekerja, diperhatikannya para kuli bangunan itu matanya menatap satu kuli bangunan yang sepertinya dirinya kenal.
"Sepertinya itu Agam" kata Novi berbicara dengan diri sendiri sambil terus memandangi kuli bangunan itu ingin memastikan kalo dirinya tidak salah pengelihatan
Novi pun kembali ke dalam, Lili ingin mengontrol para karyawan restoran dari belakang hingga depan. Saat Lili berjalan ke belakang dan berpapasan dengan Novi, Novi segera menarik tangan Lili dan Lili pun terpaksa ikut karena tangannya ditarik begitu saja oleh Novi.
"Lihat disana" ujar Novi menunjuk ke arah para kuli bangunan yang sedang bekerja
"Apa? mereka sedang bekerja" kata Lili sembari ikut melihat arah jari telunjuk Novi
"Aku tau mereka sedang bekerja, maksud aku bukan itu. Coba perhatikan semua wajah mereka, pasti ada yang kamu kenal" jelas Novi
Lili pun menurut saja apa yang di perintahkan oleh Novi, dirinya terus memperhatikan para kuli bangunan itu.
__ADS_1
"Agam" kata Lili seperti tak percaya apa yang dilihatnya barusan
"Iya Agam" jawab Novi
"Kenapa bisa kebetulan seperti ini, aku takut dia menganggu kehidupan Kirana lagi" kata Lili
"Kita doakan saja semoga tidak akan terjadi" kata Novi
Mereka berdua pun berpisah dan kembali mengerjakan tugas masing-masing.
Mita yang tadi ingin ke toilet mendengar percakapan Lili dan Novi, dirinya pun mengurungkan niatnya dan memilih pura-pura ke depan restoran ingin memastikan apa benar yang dibilang Lili dan Novi barusan. Saat Mita memperhatikan para kuli bangunan, ternyata benar ada Agam disitu.
Mita menyunggingkan senyuman liciknya, entah apa yang ada dipikirannya sekarang dirinya seperti mempunyai rencana jahat. Setelah itu Mita kembali ke dalam restoran, lalu melanjutkan niatnya yang ingin ke toilet tadi.
Tak terasa kini waktunya istirahat makan siang untuk para karyawan restoran, seperti biasa mereka akan bergiliran tiga orang untuk makan siang setelah selesai lanjut lagi tiga orang. Lili sengaja memilih barengan dengan kedua sahabatnya yaitu Fitri dan Novi, mereka bertiga mulai menyantap dan menikmati bekal makanan yang mereka bawa tadi pagi.
Saat ini para kuli bangunan juga beristirahat untuk makan siang, ada yang makan nasi dari bekal makanan yang mereka bawa dan ada juga sebagian memilih untuk beli.
"Agam ini nasi bungkus pesanan kamu tadi" ujar Danu sembari memberikan sebuah bungkusan yang berisi nasi yang dibelinya tadi
"Terima kasih bro, ayo kita makan" kata Agam sembari menerima nasi bungkus itu
Danu pun ikut duduk di samping Agam, mereka berdua pun mulai membuka bungkusan itu lalu menyantap serta menikmati nasi bungkus yang lumayan enak itu. Selesai makan mereka berdua masih istirahat sembari menunggu para kuli bangunan lain yang masih makan, Agam mengeluarkan sebungkus rokok yang ada di dalam saku celananya.
Kemudian dirinya mengambil salah satu rokok itu dan mulai menyalakannya, dihisapnya rokok tersebut setelah menyala. Semenjak putus dengan Kirana hampir dua tahun yang lalu, Agam memang kembali dengan kebiasaan buruknya seperti merokok dan minum-minuman alkohol.
__ADS_1
Padahal saat dirinya kembali kekebiasaan buruknya itu, Kirana pasti selalu memarahinya karena Kirana takut masa tua Agam nanti yang akan berdampak. Namun sekarang Agam sudah tak peduli lagi, biarlah menurutnya masa tuanya nanti dirinya sakit-sakit so tidak ada juga yang harus dibahagiankannya sekarang dan nanti.