Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 25


__ADS_3

Sebelum pulang seluruh karyawan restoran diminta Bu bos untuk berkumpul terlebih dahulu, Bu bos ingin mengumumkan siapa yang akan mengisi posisi Manager restoran yang sudah hampir 2 minggu kosong.


Seluruh karyawan penasaran menunggu keputusan Bu bos mereka, mereka masih dengan pemikiran masing-masing penasaran siapa yang akan menjadi Manager restoran.


"Kirana" kata Bu bos


Kirana yang dari tadi menunduk mengangkat kepala tak berekspresi sama sekali, dirinya bingung harus merasa senang atau sedih. Ada rasa senang karena gajinya akan lebih tinggi dari karyawan lainnya, ada rasa sedih karena tanggung jawabnya akan bertambah.


Setelah namanya disebut oleh Bu bos, Kirana berdiri disamping Bu bos. Dirinya ingin menolak namun takut dipecat, jika diterima pasti banyak karyawan lain tidak setuju kalau dirinya menjadi Manager.


"Kamu mulai besok jadi Manager restoran, Ibu percayakan semuanya denganmu" kata Bu bos


"Iya Bu" jawab Kirana menganggukkan kepala


Seluruh karyawan ada sebagian senang jika Kirana menjadi Manager ada juga beberapa orang tidak senang, namun karyawan yang tidak senang jika Kirana yang menjadi Manager tak bisa membantah karena jabatan paling tinggi di restoran ini sekarang diisi oleh Kirana.


Setelah selesai mengumumkan Manager baru, seluruh karyawan sudah boleh pulang dan mereka mulai keluar dari restoran ingin segera pulang ke rumah dan kontrakan masing-masing.


Kirana dan sahabat-sahabatnya mulai berjalan menjauhi restoran, sahabat-sahabat Kirana sangat senang kini Kirana menjadi Manager restoran. 


Tin tin tin


Bunyi klakson motor


Kirana dan sahabat-sahabat yang sedang tertawa bersama terkejut ketika mendengar bunyi klakson tersebut sambil memegang dada dan menoleh.

__ADS_1


"Hahahaha" tawa Mita dan Yeyen bersamaan


"Ehh Kirana gak usah bangga jadi Manager, paling cuma sebentar kamu bertahan jadi Manager gak bakal kuat ngurus semuanya" kata Mita sewot


Kirana menarik tangan Sevia dan mengajak yang lain untuk pergi, Kirana hanya diam tak merespon omongan Mita sama sekali karena Kirana sudah sangat paham dengan sifat Mita makanya setiap Mita mencari masalah dengannya.


Kirana memilih untuk diam atau menghindarinya, Mita yang melihat Kirana pergi begitu saja menjadi sangat kesal. Mita kembali memencet klakson motornya saat melajukan motor dan pergi menjauh dari Kirana dan sahabat-sahabatnya, Kirana dan sahabat-sahabatnya hanya geleng-geleng melihat tingkah Mita.


Kirana dan sahabat-sahabatnya pun tiba di depan kontrakan setelah pintu dibuka oleh Novi, Kirana dan sahabat-sahabat masuk. Salah satu mereka kembali menutup pintu, Kirana sudah masuk kamar mandi duluan karena pagi tadi dirinya hanya mandi secepat kilat jadi sekarang ingin mandi lebih lama agar lebih bersih.


Setelah Kirana keluar dari kamar mandi sahabatnya pada bergantian masuk kamar mandi, saat semuanya sudah selesai membersihkan diri masing-masing, mereka mulai berkumpul diruang depan untuk makan setelah makanan sudah disiapkan Novi tadi.


"Nov, Kirana menjadi Manager restoran mulai besok" kata Fitri memulai percakapan disesela mereka makan


"Apa iya, wah aku senang dengarnya. Bu bos gak salah pilih" kata Novi senang


"Pasti bisa, kita yakin dengan kamu jangan pernah takut untuk mencoba" kata Sevia memegang bahu Kirana


Yang lain mengangguk setuju dengan omongan Sevia, mereka selesai makan langsung membersihkan sisa makan dan mencuci piring. Setelah itu mereka mulai mengambil tempat tidur masing-masing, Kirana yang merasa sudah sangat mengantuk segera memejamkan matanya dan dirinya pun tertidur.


Sevia dan Lili melihat Kirana sudah tertidur segera keluar menemui Fitri dan Novi, mereka ingin membuat kue dari roti tawar untuk Kirana yang bentar lagi ulang tahun. Mereka mulai menyusun roti tawar tersebut lalu memberi polesan mentega dan pinggiran piring diberi susu coklat dengan ucapan (HBD Kirana).


Mereka senang dengan hasil kue dari roti tawar itu meski sangat sederhana tapi lumayanlah, yang terpenting kejutan itu tetap ada.


Mereka berempat masing duduk diruang depan sambil bermain hp milik mereka masing-masing sembari menunggu pukul 12 malam tiba, mereka memang selalu memberi kejutan setiap ada salah satu dari mereka yang berulang tahun meski hanya sederhana perayaan ulang tahunnya tapi mereka sudah sangat senang.

__ADS_1


Tak terasa alarm di hp mereka masing-masing berbunyi pemberitahuan notif Kirana berulang tahun, mereka sudah menyusun rencana sebelum merayakan ulang tahun Kirana.


"Kirana bangun cepat bangun" kata Lili memulai aktingnya


"Ada apa Li, kok gelap begini" kata Kirana beranjak dari tidurnya sembari mengucek mata


"Iya mati lampu, temeni aku ke belakang mau buang air kecil" kata Lili memegang tangan Kirana


"Ya ampun Li, gak ada apa-apa juga ngapain coba minta ditemeni segala" kata Kirana berdiri


"Lah Sevia kok gak ada kemana" kata Kirana saat menghidupkan senter hpnya


"Mungkin tidur di depan karena kepanasan" alas Lili


Kirana mulai melangkah keluar dari kamar berjalan menuju kamar mandi yang diikuti Lili dari belakangnya, Kirana tau Lili sangat takut dengan kegelapan makanya Lili berjalan dibelakang Kirana sembari terus memegang baju Kirana.


"Dor..." kata Novi


"Allahu akbar" kata Kirana terkejut memegang dada berbarengan dengan lampu hidup


"Selamat ulang tahun Kirana" kata sahabat-sahabatnya barengan


"Ya ampun kalian mau bikin jantungku copot saja" kata Kirana kesal


"Udah jangan marah donk, ayo berdoa" kata Sevia menyodorkan kue didepan Kirana

__ADS_1


Kirana mulai berdoa, meniup lilin dan mengambil roti tawar itu untuk disuapkannya dengan sahabat-sahabatnya, Kirana senang sahabat-sahabatnya ternyata mengingat tanggal ulang tahunnya saking panik jika besok harus menjadi Manager restoran dirinya sampai lupa jika saat ini dirinya sedang berulang tahun.


__ADS_2