Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 107


__ADS_3

Setelah kepergian Fitri dan Novi untuk pergi bekerja, Kirana dan Lili pun ingin masuk kedalam rumah dan bertepatan dengan kedatangan wanita paruh baya yang bekerja dirumah Kirana dan Dokter Perdi. kini Kirana dan Lili memilih untuk bersantai dibangku yang ada ditaman belakang, mereka berdua menikmati suasana taman belakang yang dimodifikasi menjadi seperti taman yang asri.


"Bu de, tolong buatin kopi cappucino 2 ya, seperti yang kemarin" ujar Kirana pada wanita paruh baya yang sedang membersihkan dapur


"Baik Bu" jawab Wanita paruh baya itu lalu segera mengerjakan apa yang diperintah majikannya


Kirana dan Lili bercerita sembari tertawa, momen ini sudah lama sekali tidak dirasakan mereka berdua semenjak Kirana sudah tidak bekerja direstoran. Bahkan kontrakan yang selalu ramai dengan suara teriakan atau cekikan Kirana dan sahabat-sahabatnya, sekarang sudah jarang terdengar karena jika pulang bekerja Lili Fitri dan Novi lebih memilih untuk segera beristirahat.


Tak lama kemudian minuman yang diminta Kirana pun datang, wanita paruh baya itu segera meletakan dua gelas yang berisi kopi cappucino itu diatas meja yang ada disamping Kirana dan Lili. Setelah itu wanita paruh baya itu berlalu dari hadapan Kirana dan Lili, lalu kembali mengerjakan tugasnya.


Kirana dan Lili segera menyeruput kopi cappucino yang lagi hangat-hangatnya itu, kopi cappucino tersebut sudah jadi minuman favorit Kirana waktu pertama kali tinggal satu kontrakan dengan sahabat-sahabatnya. Dulu yang suka minum kopi cappucino itu Sevia dan Lili setiap pagi, Kirana yang melihat jadi iseng-iseng mencoba minuman kedua sahabatnya itu dan pada akhirnya dirinya jadi ikut menyukai minuman itu.


"Kok Bu de itu kalo malam gak ada disini?" tanya Lili kepada Kirana


"Bu de memang bekerja hanya diwaktu siang, itupun dari pagi sampai pekerjaannya selesai" jelas Kirana


"Kenapa gak nginep aja" kata Lili


"Gak apa-apa, Bu de juga masih punya anak kecil yang harus diurus. Gak mungkin ditinggal kan, keluarganya juga masih lengkap. Rumahnya juga gak jauh dari sini paling lewat 6 rumah" jelas Kirana


Lili manggut-manggut mendengar penjelasan Kirana, mereka berdua kembali menyeruput kopi yang masih banyak. Kirana beranjak dari duduknya ingin mengambil cemilan didapur, setelah itu dirinya kembali duduk dibangku yang didudukinya tadi.


Lili menerima cemilan yang diberi Kirana, mereka berdua kembali menikmati makanan dan minuman yang ada dihadapan mereka.


"Bisa gendut aku kalo lama-lama tinggal dirumahmu" kata Lili


"Alhamdulilah donk, kalo berat badanmu naik" jawab Kirana kemudian memasukan cemilan kedalam mulutnya

__ADS_1


Lili tersenyum kecut mendengar jawaban Kirana, Lili sangat menjaga berat badannya kali ini karena waktu berat badannya naik banyak yang berpikir negatif tentang dirinya. Bahkan ada salah satu karyawan restoran berani memberi tahu Lili tentang isu dirinya dibilang hamil, nyatanya hingga detik ini perutnya tidak semakin besar dan setiap bulan dirinya rutin datang bulan.


Bahkan Lili pun sampai sekarang tak ada dekat dengan laki-laki manapun, jadi mana mungkin dirinya bisa hamil atau orang beranganggap dirinya hamil anak s*tan gitu. Namun sayangnya sampai sekarang Lili tidak tau siapa yang menyebarkan gosip fitnah tentang dirinya itu, jika dirinya tau mungkin mulut orang itu sudah dihajarnya habis-habis karena sudah ngomong sembarangan.


"Enak ya jadi kamu, duduk santai. Semua tugas rumah sudah ada yang ngerjain" kata Lili


"Kata siapa, gak semuanya dikerjain Bu de kok. Masih ada beberapa pekerjaan aku kerjain sendiri" kata Kirana


"Memang pekerjaan apa yang masih kamu kerjain?" tanya Lili


"Kayak nyuci baju, beresin kamar tidur kami, masak. Nyuci piring kadang aku kadang juga Bu de" jelas Kirana


"Kenapa gak Bu de aja yang ngerjain semuanya?" tanya Lili lagi


"Gak apa-apa sih, hanya saja takutnya pahala jadi Ibu rumah tangga gak dapat. Apalagi menyiapkan makanan untuk suami itu besar banget pahalanya, sayang donk kalo gak dapat" jelas Kirana


.


.


Pagi telah menjelang siang


Setelah sholat dzuhur Kirana keluar dari kamar menuju ruang keluarga, dirinya memilih untuk menonton tv karena tak ada kegiatan lain. Tak lama kemudian Lili juga keluar dari kamar setelah sholat, dirinya berjalan menghampiri Kirana yang sedang menonton tv diruang keluarga.


Drrt...drrt...drrt...


Bunyi hp Kirana, saat mereka berdua sedang fokus menonton tv yang sedang adegan action. Kirana segera mengambil hpnya yang tergeletak diatas meja dihadapannya dan Lili, dilihatnya ternyata sang suami yang menelepon dan langsung diterimanya telepon tersebut.

__ADS_1


"Hallo Assalamualaikum sayang" kata Kirana sengaja memanasi Lili yang jomblo


"Iya Walaikumsalam. Lagi apa? Udah makan belum?" kata Dokter Perdi diseberang sana


"Masyaallah suamiku ini perhatian banget, lagi nyantai ni dengan sijomblo dan alhamdulilah udah makan" kata Kirana sengaja berbicara agak lebay padahal biasanya dirinya bicara dengan sang suami kadang to the poin


Dokter Perdi disebarang sana hanya tersenyum sembari geleng-geleng mendengar omongan sang istri yang sepertinya sedang menjahili sahabatnya sang istri.


"Syukurlah kalo udah makan, ya udah dulu ada pasien ni" kata Dokter Perdi mengakhiri telepon mereka secara sepihak yang sebenarnya dirinya berbohong dan tidak ingin menganggu waktu sang istri bersama sahabatnya sang istri


Lili menatap Kirana dengan tatapan sinis, lagi-lagi Kirana menjahili dirinya. Kirana yang melihat tatapan Lili begitu sinis dengan dirinya segera memeluk sahabatnya itu, dirinya tak ingin sampai sahabatnya kesal lagi dengan dirinya yang pada hal dirinya hanya bercanda.


Kirana dan Lili kembali fokus menonton tv yang ada dihadapan mereka, waktu terus berjalan kini bukan mereka berdua yang menonton tv namun tv yang sedang menonton mereka berdua yang sedang tertidur diatas kursi yang mereka duduki tadi.


buk....


"Aw..." teriak Lili saat merasakan jidatnya sakit karena ke tendang oleh Kirana yang sedang tidur


Kirana yang mendengar teriakan Lili segera membuka kedua matanya


"Apaan sih Li, teriak-teriak ganggu orang tidur saja" kata Kirana sembari beranjak kemudian duduk


"Jidat aku sakit, barusan kamu itu nendang aku" jelas Lili masih mengelus jidatnya


"Ya allah Li, maaf. Lihat sampai merah gitu" kata Kirana baru tersadar saat melihat jidat Lili memerah


Kirana segera membantu mengelus jidat Lili sembari sesekali ditiupnya, Kirana benar-benar merasa bersalah kali ini dengan sahabatnya itu. Entah mengapa kok bisa dirinya tak sadar menendang jidat Lili, diingat-ingat tadi ketika tidur sepertinya dirinya tidak ada mimpi apapun. Kulit Lili yang memang sangat putih jadi kelihatan saat dirinya terluka atau apapun, berbeda dengan kulit Kirana yang berwarna kuning sawo.

__ADS_1


__ADS_2