Hijrah Setelah Patah Hati

Hijrah Setelah Patah Hati
Bab 64


__ADS_3

Cukup lama Kirana dan Dokter Perdi mengelilingi toko tersebut, hingga yang mereka butuhkan pun sudah masuk semua ke troli yang di dorong oleh Dokter Perdi. Kini Kirana berjalan menuju kasir toko dan diiringi Dokter Perdi yang sedang mendorong troli, tiba di depan kasir Kirana mengeluarkan semua belanjaan mereka dan meletakan di atas meja kasir.


Setelah semua dihitung kasir, Dokter Perdi segera mengeluarkan kartu debitnya dan menyelesaikan pembayaran belanjaan mereka. Setelah itu Kirana dan Dokter Perdi melangkahkan kaki ke arah pintu keluar masuk toko tersebut sembari membawa belanjaan yang telah di bayar, mereka berdua keluar dari toko tersebut dan menuju mobil mereka yang terparkir di halaman toko tersebut.


Setelah mereka berdua masuk mobil, Dokter Perdi kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Masih ada yang perlu dibeli gak?" tanya Dokter Perdi


"Gak ada, udah lengkap kok disana tadi" jawab Kirana


"Setelah ini kita makan dulu ya" ujar Dokter Perdi sembari mencari rumah makan yang terkenal makanannya lezat


Kirana mengangguk setuju, Kirana masih seperti biasa ketika berada di dalam mobil hanya diam tak banyak bicara karena Kirana tak terbiasa berduaan seperti itu. Sedangkan Dokter Perdi juga bingung harus memulai dari mana jika ingin berbicara dengan Kirana, makanya Dokter Perdi ikut diam juga.


Kini Dokter Perdi menghentikan mobil di depan sebuah rumah makan lesehan yang bernuansa bambu, Dokter Perdi turun dari mobil kemudian membukakan pintu mobil Kirana. Kirana pun juga turun, saat mereka berjalan masuk ke rumah makan tersebut Kirana terkejut karena dulu dirinya pernah makan bersama Agam dirumah makan tersebut.

__ADS_1


"Mengapa bisa kebetulan seperti ini" gumam Kirana dalam hati


"Kenapa melamun?, kamu gak mau makan disini. Disini memang sederhana tapi makanannya lezat" tanya Dokter Perdi


"Mau kok, aku terserah kakak saja" jawab Kirana


Kirana dan Dokter Perdi pun segera memilih tempat yang kosong, Kirana kembali melihat-lihat sekeliling rumah makan tersebut tak ada yang berubah hanya saja dirinya yang berubah sekarang memakai niqab dan datang kesini dengan orang yang berbeda.


Pelayan datang menanyai Kirana dan Dokter Perdi ingin memesan makanan apa, Kirana dan Dokter Perdi melihat menu yang di berikan pelayan tersebut. Setelah memesan makanan dengan pelayan, pelayan segera kembali ke dapur untuk memberikan catatan dengan bagian dapur.


"Aku dulu sering makan disini sama teman-teman kerjaku" kata Dokter Perdi memulai duluan bercerita


"Iya semua rumah makan dan restoran di Jakarta ini udah pernah saya coba semua masakannya, kalo lezat aku pasti kesana lagi" jelas Dokter Perdi


"Wah kakak hobi kuliner ya, terus ke restoran tempatku kerja perasaan gak pernah" kata Kirana

__ADS_1


"Sering juga dulu, hanya saja gak pernah ketemu dengan kamu" jawab Dokter Perdi


Kirana dan Dokter Perdi terus mengobrol hingga obrolan mereka berdua berakhir ketika makanan yang mereka pesan pun datang, mereka berdua segera menyantap dan menikmati makanan yang terhidang di hadapan mereka.


Setelah itu Kirana dan Dokter Perdi pergi dari rumah makan tersebut setelah membayar makanan yang mereka berdua makan tadi, Dokter Perdi sudah melajukan kembali mobilnya. Kini tujuan mereka berdua ke restoran tempat Kirana bekerja, Dokter Perdi sebelum pergi dari rumah makan tadi membungkus nasi untuk seluruh karyawan restoran tempat Kirana bekerja.


Dilihat hari masih pukul 12 kurang pastinya karyawan restoran di tempat Kirana bekerja belum istirahat untuk makan, cukup memakan waktu berapa menit untuk tiba di restoran tempat Kirana bekerja hingga akhirnya mereka berdua sudah memasuki halaman restoran.


Dokter Perdi menghentikan mobilnya agak jauh dari restoran karena parkiran siang ini sangat penuh, Kirana dan Dokter Perdi berjalan menuju restoran tempat Kirana bekerja sembari menenteng plastik yang berisi nasi bungkus. Kirana berjalan mendahului Dokter Perdi.


"Lili, ini ada ole-ole untuk seluruh karyawan" kata Kirana sembari memberikan plastik yang ada ditangannya


"Wah, apa ini. Nasi bungkus, makanan gratis donk" kata Lili senang


"Semuanya ini ambil satu persatu nasi bungkusnya" ujar Lili sembari membagikan nasi bungkus tersebut

__ADS_1


Kirana juga ikut membagikan nasi bungkus tersebut, Dokter Perdi hanya melihat Kirana dari balik jendela. Dokter Perdi memilih untuk duduk saja di kursi depan, semua karyawan sudah mengambil bagian mereka masing-masing. Gara-gara makanan gratis para pengunjung hanya memperhatikan tingkah karyawan restoran tersebut, masih ada satu nasi bungkus yang tersisa Lili sudah tau siapa yang gak mau mengambil nasi bungkus itu.


Lili berjalan mencari keberadaan Mita, ternyata Mita lagi berdiri di belakang arah ke dapur sembari melipat tangannya di dada. Lili tanpa basa basi menarik tangan Mita kemudian memberikan nasi tersebut, Lili berpikir terserah Mita mau makan nasi itu tidak yang penting dirinya sudah menjalani amanah dari Kirana.


__ADS_2